POJOKSATU.ID - Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan adanya integrasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan jenjang Strata 1 (S1) Pendidikan.
Hal itu terungkap saat rapat bersama Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nunuk Suryani mengungkapkan pihaknya sedang melakukan kajian.
Baca Juga: Kasus Pencurian Uang Rp 200 Juta di Halaman Parkiran Walikota Jakarta Utara, Polisi Selidiki Pelaku
"Terkait dengan integrasi PPG dengan pendidikan S1 Kependidikan juga sudah kami lakukan kajian saat ini," kata Nunuk dalam rapat dengan Komisi X DPR, dikutip Kamis (24/7/2025).
Menurut Nunuk, pendidikan guru dan pendidikan profesinya tidak dipisah-pisah.
Meski begitu, Nunuk mengatakan saat ini kajian itu akan diberikan terlebih dahulu ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk bahas mengenai implementasi kajiannya.
Baca Juga: Proyek Penurapan di Dewisari Karawang Diduga Tak Sesuai Spek, LBH GABBAR Akan Lapor Kejaksaan
"InsyaAllah dalam waktu dekat akan kami sampaikan ke Pak Menteri terlebih dahulu untuk implementasinya," jelas Nunuk.
Sebelumnya, pernyataan ini diungkapkan Nunuk karena merespons saran dari anggota Komisi X dari Fraksi Nasdem Furtasan Ali Yusuf.
Diketahui jika Ali Yusuf mengusulkan agar rekrutmen guru bisa dilakukan secara bandling dengan pendidikan profesi guru atau PPG.
Baca Juga: Disnaker Karawang Serius Tangani Masalah Rekrutmen di PT FCC Indonesia
"Saya lagi-lagi mengusulkan untuk rekrutmen guru ke depan ini jarus dikoordinasikan dengan Dikti Saintek bahwa pendidikan guru itu harus dibandling saja," kata Furtasan.
Menurut Furtasan, sebaiknya pendidikan guru dan pendidikan profesinya tidak dipisah-pisah sehingga menyebabkan banyak bukan lulusan pendidikan guru tetapi justru mengajar sebagai guru.
Furtasan menegaskan, jika memang guru adalah profesi, maka pemerintah seharusnya memang menyiapkan dengan baik program pendidikan dan profesinya.
Baca Juga: Buntut Kasus Oknum Guru di Sekotong Rudapaksa Siswi dari SD Hingga SMA: Polisi Periksa Enam Saksi
"Sekarang mulai dijaga, dipersiapkan dengan baik. Persis seperti di dunia kesehatan dibandling profesinya," jelas Furtasan.
Komentar Warganet
Namun, wacana terkait program PPG akan berintegrasi dengan S1 Pendidikan menjadi sorotan warganet.
Melalui akun Instagram @algraphy.id, yang membahas wacana tersebut ramai dikomentari warganet.
Baca Juga: Modus Oknum Guru di Sekotong Rudapaksa Siswi dari SD Hingga SMA, Korban Diancam Sebar Video
Akun tersebut menuliskan "Isu beredar, S1 include lsg sertifikasi Gak Pakai PPG,"
Banyak warganet yang menilai bahwa wacana tersebut tidak baik untuk guru.
"Nuwun sewu prof@nunuksuryani, jangan sampe mau di interupsi oleh @dpr_ri, karena saya merasakan sendiri ada perbandingan ketika lulus S1 dan PPG Prajab ini," tulis akun @iam***
"Kemaren ikut prajab 1 thn hampir hilang kewarasan," seru @akuc***
Baca Juga: Kronologi Kasus Oknum Guru di Sekotong Rudapaksa Siswi Berulang Kali dari SD Hingga SMA
"Sebenarnya PPG itu bagus ketika ada preetest, terutama daljab, entah kenapa daljab sekarang hanya melalui web, tanpa ada bimbingan dari dosen," keluh akun @bun***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
"Saya PPG prajab mandiri 2019, biaya 16jt atau 17 jt lupa. Pendidikan jadi 2 th karena yang seharusnya 1 th karena korono. Dan sekarang PPG gratis dengan waktu yang sangat singkat. Sungguh sial sekali nasibku," ujar akun @ril*** menambahkan.




