POJOKSATU.id - Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru resmi dibuka mulai 5 Februari hingga 7 Maret 2026.
Sekolah ini langsung mencuri perhatian karena bakal menerapkan tiga kurikulum sekaligus dalam proses pembelajarannya.
Direktur Sistem dan Strategi Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menjelaskan penguatan kurikulum menjadi salah satu keunggulan utama SMA Unggul Garuda Baru.
"Untuk kurikulum SMA Unggul Garuda Baru melakukan pengayaan kurikulum nasional dengan Kurikulum IB-DP, Kurikulum penguatan STEM, dan Kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama," kata Ardi dalam Sosialisasi PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026, Kamis, 12 Februari 2026.
Tiga Kurikulum Sekaligus, Apa Bedanya?
Kurikulum pengembangan karakter difokuskan pada pembentukan kepribadian siswa di lingkungan sekolah berasrama.
Peserta didik tak hanya diasah secara akademik, tetapi juga dibina dari sisi integritas, kepemimpinan, hingga kemandirian.
Sementara itu, kurikulum STEM akan menguatkan kompetensi di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.
Bidang ini memang menjadi tulang punggung dalam menyiapkan generasi yang siap bersaing di era teknologi dan industri masa depan.
Adapun kurikulum IB-DP atau International Baccalaureate Diploma Programme dirancang untuk membangun kemampuan akademik yang kuat, melatih berpikir kritis, serta mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional.
Ekosistem Sekolah Garuda dan Kuota Siswa
Sebelumnya, pemerintah telah mengenalkan Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru sebagai bagian dari ekosistem Sekolah Garuda.
Perancangannya mencakup jumlah sekolah hingga sistem penerimaan peserta didik baru.
Setiap tahun, Sekolah Garuda akan menerima 160 siswa baru melalui dua jalur. Sebanyak 32 siswa dari jalur paralel dan 128 siswa melalui jalur beasiswa.
Setiap Sekolah Garuda Baru akan didukung 55 guru yang mengampu enam kelompok mata pelajaran dengan total 35 mata pelajaran.
PPDB Sekolah Garuda dilakukan secara terbuka melalui laman smaunggulgaruda.id dengan seleksi berjenjang dan ketat, tetapi tetap menjunjung pemerataan kesempatan bagi seluruh siswa.
Baca Juga: Di Hadapan Publik, Prabowo Singgung Demokrasi Indonesia: Kalau Tak Ada, Saya Tak Jadi Presiden
Jadwal Lengkap Tahapan Seleksi PPDB 2026
Berikut tahapan seleksi PPDB Sekolah Garuda Baru 2026:
-
Pengumuman resmi dan sosialisasi: Januari–Februari 2026
-
Pendaftaran dan unggah dokumen administratif: 5 Februari–7 Maret 2026
-
Tes Potensi Akademik dan Tes Akademik (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika): 31 Maret 2026
-
Wawancara: 14 April 2026
-
Pemeriksaan kesehatan: 21–28 April 2026
-
Rekapitulasi hasil dan pengumuman seleksi: 30 April 2026
-
Orientasi peserta didik baru: Pekan ke-3 Mei 2026
Baca Juga: YLKI Somasi Kemensos soal Penonaktifan PBI JK BPJS Kesehatan, Hak Peserta Miskin Dipertaruhkan
Dirjen Saintek Kemendiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyebut PPDB perdana ini dilaksanakan di empat Sekolah Garuda, yakni Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara.
"Dengan total 640 siswa," beber Najib dalam Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Garuda Baru Tahun 2026 di YouTube Kemdiktisaintek dikutip Jumat, 30 Januari 2026.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan peluncuran PPDB Sekolah Garuda merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul.
“Sumber daya manusia unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan bangsa. Peluncuran seleksi PPDB Sekolah Garuda ini merupakan fondasi awal untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia,” ujar Brian.
Baca Juga: Fokus dan Antisipasi Jadi Kunci Keselamatan Berkendara, Ini Faktor yang Sering Diabaikan Pengendara
Ia menambahkan, Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan khusus dengan kurikulum bertaraf internasional, fasilitas memadai, serta guru terbaik.
“Seluruh siswa Sekolah Garuda akan dibiayai penuh melalui beasiswa negara. Akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, tetapi oleh potensi, prestasi, dan kerja keras,” tegas Brian. ***




