POJOKSATU.id, Jakarta - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menyerahkan dan mengimplementasikan Sistem Kartu Sehat Digital Lansia berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID), dan modul komunikasi 4G kepada Pustu Lenteng Agung 2, Jakarta Selatan.

Sistem yang diberi nama SIMOLANS (Sistem Monitoring Kesehatan Lansia) ini merupakan hasil pengembangan dosen dan mahasiswa Program Studi Telekomunikasi PNJ, dalam skema Pengabdian Kepada Masyarakat Lektor Kepala (PkMLK) tahun 2026.

Alat ini bekerja dengan memanfaatkan kartu RFID sebagai identitas unik setiap lansia, yang dipadukan dengan mikrokontroler ESP32, modul 4G SIM7600G, serta web dashboard untuk memantau data kesehatan secara real-time.

Baca Juga: Waspada Modus PayLater Tiket Kereta: Korban Bisa Bayar Cicilan, Pelaku Kantongi Refund

Kegiatan serah terima alat berlangsung pada Jumat (11/9), yang diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Telekomunikasi, Rifqi Fuadi Hasani, Ketua Jurusan Teknik Elektro, Murie Dwiyaniti, serta Kepala Pustu Lenteng Agung 2, dr. Surya Soma.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan alat dan surat pernyataan penggunaan produk, penyerahan alat secara simbolis, hingga pelatihan teknis penggunaan sistem kepada petugas dan kader kesehatan Posbindu.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Yenniwarti Rafsyam, SST., M.T., menjelaskan, bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, mengingat proses administrasi kesehatan lansia di Pustu Lenteng Agung 2 masih dilakukan secara manual. Hal itu rentan terhadap kesalahan pencatatan dan memperlambat pelayanan.

Baca Juga: 6 Hari Sebelum Dicopot Purbaya Ingatkan Potensi 'Bahaya' RUU Perampasan Aset Bisa Bikin Miskin Masyarakat

"Sistem Kartu Sehat Digital Lansia ini kami rancang agar proses registrasi pasien lansia menjadi lebih cepat, hanya dengan menempelkan kartu RFID, data identitas dan riwayat kesehatan langsung dapat diakses oleh petugas. Ini juga terintegrasi dengan modul 4G, sehingga data dapat dikirim dan dipantau secara real-time melalui web dashboard, tanpa harus bergantung pada jaringan WiFi di lokasi," ujar Ibu Yenniwarti.

"Kami berharap sistem ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tapi juga meningkatkan akurasi data kesehatan lansia secara berkelanjutan,tamah Yenniwarti.

Program tersebut kata dia, juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penerapan teknologi di lapangan, mulai dari instalasi perangkat hingga pendampingan penggunaan oleh petugas Posbindu.

Baca Juga: Bukan Soal Hemat atau Boros? Ini Pesan Prabowo ke Suahasil Usai Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

Ia mengatakan, bahwa program tersebut melibatkan lima mahasiswa Program Studi Telekomunikasi dengan peran masing-masing, mulai dari koordinasi teknis lapangan, pengelolaan data, hingga pemeliharaan dan dokumentasi sistem, sebagai bagian dari pengalaman praktis di luar kampus.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pustu Lenteng Agung 2, dr. Surya Soma, menyampaikan apresiasi atas kepedulian tim akademisi Politeknik Negeri Jakarta terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi lansia di wilayahnya.

"Kami sangat terbantu dengan adanya sistem ini. Selama ini pencatatan data lansia masih manual, sehingga sering memakan waktu lama saat pelayanan. Dengan kartu RFID ini, proses registrasi menjadi lebih cepat dan data kesehatan lansia bisa terpantau dengan lebih rapi. Kami berharap kerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta dapat terus berlanjut ke depannya," ungkap dr. Surya Soma.

Baca Juga: Pasien Kecelakaan Lalu Lintas Ditolak RS Edelweiss Cianjur, Korban Diabaikan Padahal Sedang Kesakitan

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas layanan kesehatan primer ini, Politeknik Negeri Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lanjut usia.***