POJOKSATU.id - Institut Teknologi PLN (ITPLN) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang I Tahun Akademik 2026.
Pembukaan ini diumumkan melalui Townhall Meeting Great bertajuk Green Energy Recruitment and Enrollment Acceleration Team Beyond 2000+ yang digelar di lingkungan kampus ITPLN.
Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa menegaskan bahwa PMB 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan mutu calon mahasiswa, bukan semata mengejar jumlah pendaftar.
Konsep Beyond 2000+ yang diusung tidak hanya berbicara soal angka, tetapi menekankan kualitas talenta yang akan direkrut.
“Beyond 2000 itu bukan sekadar jumlah. Yang paling penting adalah mutu intake.
Baca Juga: Trump Klaim Mau Caplok Greenland Denmark, Anggota NATO Melawan, Singgung Piagam PBB
Dari sekitar 250 peserta ikatan kerja PLN setiap tahun, banyak di antaranya sudah diterima di perguruan tinggi negeri, bahkan ada yang sudah kuliah di sana sebelum akhirnya memilih ITPLN,” ujar Iwa dikutip Rabu (7/1/2026).
Ia menilai ITPLN perlu terus memiliki diferensiasi agar mampu bersaing dalam merebut talenta terbaik.
Karena itu, calon mahasiswa harus diyakinkan bahwa memilih ITPLN merupakan keputusan realistis dan menguntungkan.
“Kita harus jujur. ITPLN tidak menjual mimpi. Apa yang kita sampaikan ke calon mahasiswa harus realistis dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dalam PMB 2026, ITPLN kembali membuka jalur Ikatan Kerja PLN serta Program Ikatan Kerja APITU.
Baca Juga: Camat dan Danramil Klari Siap Bersinergi dengan Kapolsek Baru Kompol Bambang
Informasi alur pendaftaran dan seleksi disiapkan secara terbuka agar mudah dipahami calon mahasiswa.
Menurut Iwa, orientasi dunia kerja kini menjadi pertimbangan utama siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus kekuatan ITPLN.
“Sekarang mayoritas siswa berpikir pragmatis: setelah lulus harus siap kerja. Di ITPLN, itu yang kami tawarkan.
Minimal 250 mahasiswa akan masuk skema ikatan kerja, dan dari program D3, setidaknya 100 lulusan akan diserap ke APITU,” ujarnya.
ITPLN juga terus memperluas jejaring kerja sama industri, termasuk dengan Asosiasi Pembangkit Listrik Seluruh Indonesia (APLSI).
Respons dunia industri terhadap program ikatan kerja ITPLN disebut sangat positif karena dinilai mampu menjawab kebutuhan SDM sektor energi.
Baca Juga: Transparansi Anggaran Mulai Dibuka dan Diumumkan Pemda, Om Zein Sambut Baik Intruksi Gubernur
“Mereka melihat program ITPLN sebagai solusi kebutuhan SDM.
Kalau komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan terjalin baik, penyaluran lulusan akan semakin kuat. Itu salah satu kekuatan ITPLN,” kata Iwa.
Lebih lanjut, ia menekankan peran dosen sebagai ujung tombak dalam mewujudkan visi kampus berkelas internasional yang modern, mandiri, dan unggul di bidang energi serta teknologi berwawasan lingkungan.
“Dari kampus inilah kita harus melahirkan lulusan yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan transisi energi,” tutupnya.
Sebagai informasi, pendaftaran mahasiswa baru ITPLN Gelombang I Tahun Akademik 2026 dibuka mulai 6 Januari hingga 7 Februari 2026.
Gelombang ini menawarkan keuntungan paling maksimal dibandingkan periode selanjutnya, mulai dari potongan Biaya Pengembangan Pendidikan (BP3) sebesar 50 persen, diskon biaya formulir pendaftaran, hingga peluang memperoleh ikatan kerja setelah lulus.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mendapat manfaat lebih besar sejak awal, mendaftar di Gelombang I menjadi langkah strategis. ***




