POJOKSATU.id – Platform pembelajaran Massive Open Online Course (MOOC) PINTAR yang dikembangkan Kementerian Agama (Kemenag) terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Sepanjang Semester I 2026, platform digital tersebut telah melayani 511.746 peserta pelatihan dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu memperluas akses pembelajaran sekaligus memangkas rantai birokrasi.

Baca Juga: RUU Sisdiknas Diminta Prioritaskan Solusi Kekurangan Guru hingga Perlindungan Kepala Sekolah

Selain lebih efisien dari sisi anggaran, sistem yang diterapkan juga ramah lingkungan karena menggunakan konsep paperless.

Selama enam bulan pertama tahun 2026, peserta pelatihan tersebar dalam tiga metode pembelajaran yang disediakan melalui Platform PINTAR.

Metode Belajar Mandiri menjadi pilihan terbanyak dengan jumlah 456.132 peserta.

Selanjutnya, Belajar Bersama diikuti 34.611 peserta, sedangkan Belajar Terbimbing diikuti 21.003 peserta.

Baca Juga: Kasus Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jangan Dikaitkan dengan Peristiwa Politik

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap platform tersebut.

"Platform PINTAR makin diminati masyarakat. Partisipasi masyarakat makin besar. Ini menggembirakan karena setiap tahun partisipasi ASN untuk mengembangkan diri semakin tinggi," ujar Mastuki di Ciputat, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, kehadiran Platform PINTAR telah menjadi bagian penting dari strategi Kementerian Agama dalam memperluas akses pembelajaran dan meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga: Plt Jampidsus Rudi Margono Punya Harta Kekayaan Rp7,2 Miliar, Dulunya Cuma Rp 15 Juta

"Kehadiran platform PINTAR telah menjadi bagian krusial dari upaya Kementerian Agama dalam memperluas akses pembelajaran dan pengembangan kompetensi ASN melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal," lanjutnya.

Setara 17 Ribu Kelas Tatap Muka
Mastuki menjelaskan, capaian lebih dari setengah juta peserta tersebut setara dengan penyelenggaraan 17.059 kelas tatap muka konvensional.

Karena seluruh proses pembelajaran dilakukan secara digital, pelaksanaannya tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga mengurangi penggunaan kertas sehingga memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Baca Juga: Dekopinda Karawang Optimistis KDKMP Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Kelurahan

"Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga ramah lingkungan karena pendekatan yang dilakukan adalah sistem paperless," tegas Mastuki.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi Kementerian Agama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengimplementasikan konsep Ekoteologi.

"Ini adalah kontribusi nyata Kemenag terhadap kelestarian lingkungan. Sekaligus implementasi nyata Ekoteologi," sambungnya.

Baca Juga: KPK Meyakini Profesionalitas Penanganan Perkara di Polri dan Kejagung Terkait Febrie Adriansyah

Tingkat Kepuasan Peserta Sangat Tinggi
Tak hanya dari sisi jumlah peserta, kualitas pelatihan yang diberikan melalui Platform PINTAR juga memperoleh respons sangat positif.

Hasil evaluasi menunjukkan 99,57 persen peserta mengaku merasakan manfaat langsung dari pelatihan yang diikuti.

Sementara itu, 99,54 persen peserta meyakini hasil pembelajaran tersebut akan memberikan dampak positif bagi rekan kerja maupun kemajuan organisasi tempat mereka bertugas.

Mastuki menilai budaya belajar yang terus tumbuh di kalangan ASN menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: Karya Tim Ceko Pecahkan Rekor, Trofi Lego Piala Dunia Tampil Megah di New York

"Kemajuan ini akan semakin bagus untuk organisasi. Semakin banyak ASN mengembangkan kompetensi diri akan semakin membuat organisasi semakin baik," katanya.

Ia berharap Platform PINTAR terus berkembang dengan menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman sekaligus mendorong semakin banyak ASN meningkatkan kompetensinya.

"Saya berharap PINTAR terus berkembang, menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta terus menginspirasi seluruh ASN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.***