POJOKSATU.id — Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta Pusat akhirnya kembali beroperasi setelah vakum selama 13 tahun.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tempat wisata edukasi ini dapat diakses secara gratis oleh para siswa selama tiga bulan ke depan.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan ke Planetarium TIM.

Baca Juga: Magang Nasional Libur Natal dan Tahun Baru 2025? Ini Aturan Lengkapnya

Ia menyampaikan rasa syukurnya karena dua fasilitas penting di kawasan TIM kini kembali dapat dinikmati masyarakat, yakni Paviliun Raden Saleh dan Planetarium Jakarta.

Menurut Pramono, Planetarium Jakarta yang sempat berhenti beroperasi sejak 2012 kini dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi TIM sebagai pusat edukasi dan kebudayaan.

Planetarium ini sebelumnya merupakan salah satu gagasan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang memiliki nilai historis dan edukatif bagi warga Jakarta.

Baca Juga: PIP Kemendikdasmen Cair Akhir Desember Menjelang Nataru, Begini Skema Penyalurannya

Seiring dibukanya kembali, Planetarium Jakarta juga hadir dengan berbagai pembaruan.

Fasilitas ini kini dilengkapi teknologi modern, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang memungkinkan pengunjung berinteraksi secara langsung selama pertunjukan maupun kegiatan edukasi.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengumumkan bahwa selama tiga bulan ke depan, tiket masuk Planetarium TIM akan digratiskan khusus bagi pelajar.

Baca Juga: SBY Minta Publik Stop Bandingkan Dirinya dan Prabowo soal Banjir Sumatera, Bilang Penanganan Bencana Tidak Semudah Itu

Kebijakan ini berlaku tidak hanya untuk siswa asal Jakarta, tetapi juga bagi pelajar dari luar daerah, terutama selama periode liburan sekolah.

Sementara itu, pengunjung dewasa dan pendamping yang bukan pelajar tetap dikenakan tarif masuk seperti biasa.

Meski memberikan akses gratis, Pramono menegaskan bahwa pengaturan teknis tetap akan dilakukan secara ketat.

Mulai dari pembatasan kuota pengunjung, mekanisme kunjungan rombongan sekolah, hingga penetapan tarif umum akan diatur oleh pengelola Planetarium TIM bersama Jakpro.

Baca Juga: Daftar Terbaru Daerah yang Sudah Cairkan TPG 100 Persen per Tanggal 25 Desember 2025

Ia juga meminta agar jadwal kunjungan siswa ditata dengan baik agar tidak terjadi penumpukan pengunjung.

Pramono menilai, pengaktifan kembali Planetarium Jakarta tidak hanya bertujuan meningkatkan minat belajar sains, khususnya astronomi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan TIM secara keseluruhan.

Dengan daya tarik baru yang ditawarkan, ia optimistis pelajar dan masyarakat umum akan tertarik untuk berkunjung.

Baca Juga: 2 Faktor Utama Penyebab 18 Honorer Gagal Lolos PPPK Paruh Waktu di Ciamis

Lebih jauh, Pramono berharap keberadaan Planetarium Jakarta dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi lingkungan sekitar.

Ramainya aktivitas di TIM diyakini mampu mendorong pergerakan UMKM dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.

Sebagai informasi, Planetarium dan Observatorium Jakarta merupakan salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Jokowi Soal Ijazah Palsu Viral Sebut Dirinya Memaafkan Para Tersangka, Tapi Hukum Jangan Berhenti!

Di dalamnya terdapat satu kubah besar yang digunakan untuk menyajikan pertunjukan astronomi dalam bentuk dongeng visual tentang bumi dan luar angkasa.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai koleksi edukatif, seperti batu meteor, pakaian astronaut, serta beragam peralatan observasi astronomi yang menambah wawasan tentang ilmu antariksa.***