POJOKSATU.id – Ketika isu perubahan iklim, transisi energi, dan pengurangan emisi karbon menjadi perhatian dunia, kebutuhan terhadap teknologi energi terbarukan juga semakin meningkat.
Salah satu program studi yang secara khusus mempersiapkan sumber daya manusia di bidang tersebut adalah Teknik Bioenergi dan Kemurgi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Program studi ini merupakan program sarjana pionir di Indonesia yang memadukan rekayasa kimia, bioenergi, dan kemurgi dalam satu kurikulum.
Baca Juga: Usai Kena Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Laporkan Empat Hakim ke Komisi Yudisial
Teknik Bioenergi dan Kemurgi resmi berdiri pada 2014 dan mulai menerima mahasiswa pada 2015 sebagai pengembangan dari peminatan di Teknik Kimia ITB.
Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan teknologi pengolahan sumber daya hayati menjadi energi, bahan kimia, maupun produk bernilai tambah yang berkelanjutan.
Apa Itu Teknik Bioenergi dan Kemurgi?
Teknik Bioenergi dan Kemurgi merupakan cabang ilmu rekayasa yang mempelajari proses pengolahan bahan baku nabati menjadi energi terbarukan, bahan kimia, biomaterial, dan berbagai produk industri yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Inggris, 16 Besar Piala Dunia 2026, Tim Mana Diunggulkan Menang?
Istilah bioenergi mengacu pada energi yang berasal dari biomassa, seperti limbah pertanian, kayu, tebu, kelapa sawit, jagung, atau tanaman energi lainnya. Sementara kemurgi (chemurgy) merupakan ilmu terapan yang memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunan sebagai bahan baku industri kimia.
Dengan kata lain, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan bahan bakar nabati seperti bioetanol atau biodiesel, tetapi juga mempelajari cara mengolah biomassa menjadi produk bernilai tinggi, seperti bioplastik, kosmetik berbasis nabati, minyak atsiri, hingga bahan kimia ramah lingkungan.
Apa yang Dipelajari Selama Kuliah?
Pada tahun pertama, mahasiswa memperoleh fondasi ilmu dasar teknik dan sains, meliputi:
- Matematika
- Fisika Dasar
- Kimia Dasar
- Berpikir Komputasional
- Pengantar Prinsip Keberlanjutan
- Laboratorium Fisika
- Laboratorium Kimia
Baca Juga: Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar
Memasuki semester berikutnya, materi mulai mengarah pada bidang bioenergi dan rekayasa proses.
Beberapa mata kuliah inti yang dipelajari antara lain:
- Ilmu Kimia Bahan Nabati
- Teknologi Proses Bioenergi
- Termodinamika Proses Bioenergi dan Kemurgi
- Metode Pengukuran dan Analisis
- Kinetika Reaksi dan Enzim
- Mikrobiologi
- Laboratorium Kemurgi Dasar
- Neraca Massa dan Energi
- Mekanika Fluida dan Partikel
- Operasi Perpindahan Kalor
- Teknik Reaksi Kimia
- Teknologi Fermentasi
- Pemodelan Matematika dan Komputasi Proses
- Operasi Pemisahan Difusional
- Sistem Utilitas
- Produk Kimia Basis Nabati
- Konversi Termal Biomassa
- Pengendalian Proses
- Perancangan dan Analisis Proses
- Keselamatan Pabrik Proses
- Pengelolaan Limbah Industri dan Ekonomi Sirkular
- Kerja Praktik
- Penelitian Teknik Bioenergi dan Kemurgi
- Perancangan Pabrik dan Studi Kelayakan
Mahasiswa juga dapat memilih berbagai mata kuliah sesuai minat, seperti:
- Teknologi Kilang Biomassa
- Teknologi Produksi Minyak Atsiri
- Teknologi Kemurgi Kosmetik
- Pengelolaan Energi
- Teknologi Pengolahan Minyak dan Lemak
- Polimer dan Komposit Basis Nabati
- Daur Ulang dan Pemanfaatan Karbon Dioksida
- Teknologi Katalitik Bahan Bakar Terbarukan
- Teknologi Proses Kemurgi Berkelanjutan
Baca Juga: Pengendara Kawasaki Hijau Diburu Polisi, Tampar Intimidasi Pemotor di Jalan Raya Jagakarsa Jaksel
Selain pembelajaran teori, mahasiswa banyak mengikuti praktikum laboratorium, penelitian, proyek rekayasa, hingga perancangan pabrik sebagai bekal menghadapi dunia industri.
Cocok untuk Siapa?
Program studi ini sangat sesuai bagi calon mahasiswa yang:
- Menyukai kimia, fisika, dan matematika.
- Tertarik pada energi terbarukan.
- Peduli terhadap isu lingkungan.
- Senang melakukan eksperimen laboratorium.
- Tertarik pada teknologi industri dan rekayasa proses.
- Ingin mengembangkan inovasi berbasis sumber daya hayati Indonesia.
Kemampuan berpikir analitis, pemecahan masalah, dan ketelitian menjadi modal penting selama menjalani perkuliahan.
Prospek Kerja Lulusan
Lulusan Teknik Bioenergi dan Kemurgi memiliki peluang kerja yang luas karena kebutuhan terhadap teknologi rendah karbon terus meningkat.
Beberapa profesi yang dapat ditekuni antara lain:
- Process Engineer
- Bioenergy Engineer
- Bioprocess Engineer
- Research and Development Engineer
- Process Design Engineer
- Energy Consultant
- Sustainability Engineer
- Process Safety Engineer
- Ahli Biomassa
- Ahli Pengolahan Limbah Industri
- Peneliti Energi Terbarukan
- Akademisi atau dosen
- Wirausaha di bidang biomaterial dan bioindustri
Lulusan juga dapat bekerja di industri kelapa sawit, kehutanan, pangan, petrokimia, biofuel, farmasi, kosmetik, pulp dan kertas, perusahaan energi, lembaga penelitian, maupun instansi pemerintah yang bergerak di bidang energi, lingkungan, dan industri.
Baca Juga: Kunang-Kunang Makin Langka, Peneliti IPB Ungkap Penyebanya, Jadi Tanda Kualitas Lingkungan Menurun
Keunikan Jurusan Ini
Teknik Bioenergi dan Kemurgi memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya berbeda dari program studi teknik lainnya.
Pertama, program studi ini menjadi pionir di Indonesia yang secara khusus mengembangkan rekayasa bioenergi dan kemurgi dalam jenjang sarjana.
Kedua, kurikulumnya merupakan perpaduan antara Teknik Kimia, bioteknologi, teknologi proses, energi terbarukan, dan pemanfaatan sumber daya hayati sehingga lulusannya memiliki kompetensi lintas disiplin.
Ketiga, mahasiswa tidak hanya mempelajari proses produksi energi, tetapi juga perancangan pabrik, pengembangan biomaterial, ekonomi sirkular, hingga teknologi industri berkelanjutan yang kini menjadi kebutuhan global.
Keempat, program studi ini berada di lingkungan Fakultas Teknologi Industri ITB dengan dukungan laboratorium dan penelitian yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis biomassa Indonesia.
Informasi Penting untuk Calon Mahasiswa
Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB telah memperoleh akreditasi Unggul dari BAN-PT.
Kurikulumnya terus diperbarui agar selaras dengan perkembangan industri, termasuk penguatan komputasi, keberlanjutan, ekonomi sirkular, serta teknologi pengolahan biomassa modern.
Total beban studi mencapai 144 SKS yang dapat ditempuh dalam delapan semester.
Indonesia memiliki kekayaan biomassa yang sangat besar, mulai dari limbah pertanian hingga hasil perkebunan.
Potensi tersebut membutuhkan tenaga ahli yang mampu mengubahnya menjadi energi dan produk bernilai ekonomi tinggi.
Bagi calon mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus mendukung industri yang lebih ramah lingkungan, Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB menawarkan bidang ilmu yang unik dengan prospek yang semakin menjanjikan. ***




