POJOKSATU.id - Pada seleksi penerimaan perguruan tinggi (UTBK) dan juga pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di SKD CPNS tentunya akan ada beberapa materi yang diujikan.
Salah satu materi yang sering keluar adalah tentang majas atau gaya Bahasa.
Berdasarkan KBBI, majas merupakan gaya Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara imajinatif dan berupa kiasan.
Berikut ini adalah materi tentang berbagai jenis majas yang sering keluar di UTBK dan juga SKD CPNS:
1. Majas Perbandingan
Gaya Bahasa yang digunakan dengan membandingkan atau menyandingkan, bahwa sesuatu sama, lebih atau dapat menggantikan yang lain.
a. Personifikasi: majas yang membandingkan manusia dengan benda mati.
Gaya Bahasa ini digunakan untuk membuat benda mati selayaknya manusia.
Baca Juga: Febby Rastanty Unggah Momen Pertunangan, Ternyata Ini Sosok Calon Suaminya
Contoh: Alam ikut bersorak gembira melihatnya tersenyum lebar.
b. Metafora: menyamakan dua hal yang tidak sama secara harfiah atau literal.
Contoh: Si jago merah melahap habis bangunan sekolah di Bandung.
c. Hiperbola: majas yang mengandung unsur exaggerasi atau pembesaran.
Contoh: Cintaku padamu seluas jagat raya.
d. Simile: membandingkan dua hal yang berbeda dengan menggunakan kata-kata 'seperti', 'sebagai', atau 'bagikan'.
Contoh: Kulitnya halus seperti kain sutera.
2. Majas Pertentangan
Kata yang digunakan memiliki makna yang berkebalikan dengan maksud yang sesungguhnya.
a. Litotes: majas yang menggunakan kata-akta negative atau kata sifat negative untuk menyatakan sesuatu yang positif.
Contoh: sudikah kau singgah di gubuk kecilku ini.
b. Antitetis: penggunaan dua pernyataan yang kontradiktif secara bersamaan dalam satu kalimat atau frasa.
Contoh: Kecantikannya itulah yang justru akan membuatnya celaka.
3. Majas Sindiran
Gaya Bahasa bermajas sindiran bertujuan untuk menyindir perlaku seseorang maupun kondisi tertentu.
a. Ironi: majas irono untuk mengejek atau mengejutkan dengan mengungkapkan esuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Contoh: Santun sekali perilakunya, sampai harus membentak orang tua karena kesalahan sepal.
b. Sinisme: gaya Bahasa yang mengejek secara langsung atau tidak menggunakan ungkapan tertentu.
Contoh: Kau ini malas sekali, membersihkan tempat tidur saja tidak mau.
c. Sarkasme: majas ini digunakan untuk mengejek, mengecilkan atau mengolok-olok sesuatu atau seseorang dengan menggunakan Bahasa yang tidak langsung atau bertentangan dengan apa yang sebenarnya.
Contoh: Bagus sekali suaramu, namun lebih baik jika kamu diam saja.
4. Majas Penegasan
Bertujuan untuk memperkuat pengaruh dan mendapatkan persetujuan pembaca atau pendengar.
a. Retorika: majas ini berbentuk kalimat tanya.
Kalimat tanya tentang retorika tak memerlukan jawaban karena tujuan kalimatnya adalah untuk membuat penegasan.
Contoh: Siapa di dunia ini yang tidak ingin hidup kaya raya.
b. Metonimia: majas ini mengemukakan sesuatu untuk menggantikan sifat, nama atau sesuatu yang menjadi ciri khas benda.
Contoh: Ayahku berangkat ke Bali naik Garuda.
Garuda di sini adalah pesawat.
c. Plepnasme: majas yang menambahkan informasi pada pernyataan yang telah jelas atau menambah keterangan yang tidak diperlukan.
Contoh: Galang naik ke atas genting untuk mengambil tikus mati.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Dengan pemahaman yang baik tentang materi majas, diharapkan peserta dapat menghadapi soal-soal SKD CPNS dan UTBK dengan baik dan lancer.



