POJOKSATU.id - Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 telah berakhir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur.
Ajang yang berlangsung pada 14-20 September 2026 tersebut menghasilkan ratusan peraih medali dari sembilan cabang sains.
Di balik penutupan dan pengumuman para juara, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) juga mengungkap adanya kecurangan saat tes.
Salah satu temuan terjadi pada cabang Ekonomi. Seorang peserta diketahui mengakses Google ketika mengerjakan soal untuk mencari petunjuk atau informasi terkait soal.
Koordinator juri cabang Ekonomi, Dwi, mengatakan sistem dan jaringan yang digunakan dalam tes dapat mendeteksi aktivitas tersebut.
Setelah dilakukan klarifikasi, peserta mengakui kecurangan.
"Ditemukan ada peserta mengakses Google selama proses pengerjaan untuk mencari petunjuk atau informasi terkait dengan soal.
Kami dan pengawas telah mengendalikan sistem jaringan yang dapat mendeteksi kecurangan dari aplikasi tes. Klarifikasi dilakukan dan peserta mengakui kecurangan ini," tutur Dwi.
Temuan lain muncul pada cabang Matematika. Koordinator juri Fajar menyebut satu peserta membawa dan menggunakan telepon seluler serta memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau AI saat mengerjakan soal.
Baca Juga: Oloan Tertimpa Tong Pengolahan Emas Ilegal di Simalagi Hingga Tewas, Ini Kata Camat Hutabargot
"Satu peserta melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan tes yaitu membawa dan menggunakan telepon seluler serta memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pengerjaan soal," ungkap Fajar.
Puspresnas sebelumnya menyebut indikasi kecurangan ditemukan pada finalis di cabang Ekonomi, Astronomi, Matematika, dan Kebumian.
Pemeriksaan dilakukan bersama Dewan Juri Nasional dengan mengamankan bukti, melakukan klarifikasi, serta menelaah proses dan hasil tes.
Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran berat, termasuk menggunakan perangkat yang tidak diperkenankan atau membawa alat komunikasi saat tes, dapat dikenai sanksi diskualifikasi.
Baca Juga: Rayakan Anniversary ke-15, HPCI Bandung Chapter Makin Solid Lewat Family Gathering di Pangalengan
Sementara sanksi terhadap satuan pendidikan atau pihak lainnya akan dikaji bersama Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.
Hasil Juara OSN 2026 Sudah Diumumkan
Di sisi lain, OSN 2026 telah resmi ditutup dan para peraih medali telah diumumkan.
Sebanyak 566 talenta mengikuti kompetisi pada sembilan cabang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.
Dari peserta tersebut, sebanyak 45 orang meraih medali emas, 90 medali perak, dan 135 medali perunggu.
Sementara pada Eksibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA), dua peserta meraih emas, empat perak, dan enam perunggu.
Baca Juga: Cara Kerja Ad Network Buat Advertiser, dan Apa yang Perlu Dicek Sebelum Pilih
Dalam perolehan medali OSN 2026, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan total medali terbanyak, yakni 82 medali yang terdiri dari 21 emas, 26 perak, dan 35 perunggu.
Untuk setiap sembilan cabang OSN, terdapat lima peraih medali emas. Sejumlah peserta juga memperoleh penghargaan khusus seperti Absolute Winner, Best Theory, Best Experiment, Best Data Analysis, Best Business Case, hingga Best Practical Test.
Para peraih medali tidak hanya mendapatkan penghargaan.
Kemendikdasmen menyebut mereka juga memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan talenta dan seleksi menuju berbagai ajang internasional.
Selain itu, ada dana pembinaan sebesar Rp25 juta bagi peraih emas, Rp20 juta untuk perak, dan Rp15 juta untuk perunggu.
OSN 2026 diikuti talenta yang telah melewati proses seleksi berjenjang.
Karena itu, Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan ajang tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah medali, tetapi juga dari proses yang menghasilkan prestasi.
Puspresnas memastikan pengawasan dan tata kelola OSN akan terus diperkuat agar prestasi yang lahir dari kompetisi tersebut benar-benar mencerminkan kemampuan peserta dan menjunjung integritas. ***




