POJOKSATU.id - Perguruan tinggi dituntut semakin adaptif menghadapi perubahan zaman yang bergerak cepat, mulai dari perkembangan teknologi, kebutuhan industri, hingga berbagai tantangan sosial yang kian kompleks.
Dalam situasi tersebut, kepemimpinan perguruan tinggi menjadi faktor penting agar kampus mampu menghadirkan pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melantik Sukardi sebagai Rektor Universitas Mataram dan Dwi Riyono sebagai Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif untuk masa jabatan periode 2026–2030.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Strategi RI Jika Selat Hormuz Ditutup, Impor Minyak Dialihkan ke Amerika dan Afrika
Pelantikan pimpinan perguruan tinggi negeri di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kepemimpinan kampus yang visioner, adaptif, serta mampu mengakselerasi transformasi pendidikan tinggi.
Kepemimpinan Kampus Bukan Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa pelantikan pimpinan perguruan tinggi bukan sekadar kegiatan seremonial administratif.
Menurutnya, jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Pertamina Regional JBB Siagakan Motorist dan Mini Serambi MyPertamina
“Pemimpin harus mampu menginspirasi, memberikan arahan yang jelas serta mendukung terciptanya lingkungan akademik yang kondusif bagi para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Selain itu, pemimpin juga harus mampu merespons tantangan zaman dan menjadikan kampus ini sebagai tempat lahirnya riset dan pengembangan yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri Brian.
Ia menambahkan bahwa pimpinan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memastikan kampus mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Baca Juga: Sejarah Universitas Pendidikan Ganesha, Kampus Pendidikan di Bali yang Resmi Berdiri pada 2006
Pelantikan ini juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kepemimpinan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Dorong Kolaborasi dan Hilirisasi Riset
Menteri Brian juga menekankan pentingnya penguatan komitmen perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, sains, dan teknologi.
Menurutnya, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: Sejarah Universitas Pendidikan Ganesha, Kampus Pendidikan di Bali yang Resmi Berdiri pada 2006
“Kami berharap pemimpin perguruan tinggi dapat melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi serta menjalin kolaborasi dengan dunia industri dan elemen masyarakat lainnya dalam rangka memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menghadapi dinamika regional, nasional, dan global,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Mendiktisaintek juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sebelumnya yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Mereka adalah Bambang Hari Kusumo sebagai Rektor Universitas Mataram periode sebelumnya serta Tipri Rose Kartika sebagai Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif periode sebelumnya.
Baca Juga: Geopolitik Global Tak Stabil, Menhan Sjafrie Harus Fokus Urus Pertahanan Dalam Negeri
Menutup sambutannya, Menteri Brian mengingatkan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi pada hakikatnya adalah kepemimpinan yang melayani.
“Kepemimpinan perguruan tinggi pada dasarnya adalah kepemimpinan yang melayani,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru di sejumlah perguruan tinggi negeri tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi optimistis transformasi pendidikan tinggi akan terus diperkuat.
Baca Juga: Tamparan Mojtaba
Kampus diharapkan semakin berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung langkah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. ***




