POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Nadiem Makarim, menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029.
"Selamat kepada bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka selaku presiden dan wakil presiden terpilih Republik Indonesia periode 2024-2029," ungkap Nadiem melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (20/10/2024).
Selain memberikan ucapan selamat, Nadiem juga menyampaikan harapannya terkait masa depan pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Mantan Wapres JK Ungkap Nadiem Pernah Minta Dirinya Menemui di Apartemen, Disepelekan?
"Saya yakin peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan yang sudah tercapai akan berlanjut pada periode pemerintah 2024-2029. Mari kita bersama-sama, bergotong royong membawa Indonesia melompat ke masa depan," ujarnya.
Kiprah Nadiem Sebagai Mendikbudristek
Nadiem Makarim telah menjabat sebagai Mendikbudristek sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpilih kembali pada periode sebelumnya.
Ia mengucapkan sumpah sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 23 Oktober 2019, sebelum akhirnya posisi tersebut dilebur menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Di bawah kepemimpinannya, terdapat sejumlah program strategis yang berhasil dicanangkan, termasuk program terkenal "Merdeka Belajar" yang diterapkan dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Baca Juga: Latar Belakang Keluarga Mendikbudristek Nadiem Makarim yang Bayinya Diberkati Paus Fransiskus
Selama memimpin Kemendikbudristek, Nadiem Makarim meluncurkan 26 episode Merdeka Belajar, yang mencakup berbagai kebijakan dan inisiatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Konsep Merdeka Belajar sendiri bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, tanpa terlalu fokus pada pencapaian nilai atau skor tertentu.
Menurut Nadiem, tanpa adanya penerjemahan yang efektif dari kompetensi dasar dan kurikulum yang telah ditetapkan, pembelajaran tidak akan tercapai sepenuhnya di tingkat manapun.
Salah satu perubahan signifikan yang dilakukan Nadiem adalah penggantian Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.
Asesmen ini dirancang untuk menilai kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dengan standar praktik terbaik tes PISA (Programme for International Student Assessment).
Tidak seperti UN yang dilaksanakan di akhir jenjang pendidikan, asesmen ini dilakukan di kelas 5, 8, dan 11.
Hasil asesmen tersebut diharapkan menjadi masukan penting bagi sekolah untuk memperbaiki proses pembelajaran sebelum siswa menyelesaikan pendidikannya.
Inisiatif untuk Semua Tingkatan Pendidikan
Merdeka Belajar tidak hanya ditujukan bagi siswa sekolah, tetapi juga mencakup berbagai inisiatif untuk tingkat pendidikan tinggi dan tenaga pengajar.
Program seperti "Kampus Merdeka" memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi mereka selama tiga semester.
Selain itu, ada juga program "Guru Penggerak" dan "Platform Merdeka Mengajar" yang dirancang untuk mendukung guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, serta berkarya.
Kemendikbudristek Dibagi Menjadi Tiga Kementerian
Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diberi nama Kabinet Merah Putih, struktur Kemendikbudristek akan mengalami perubahan besar dengan pemecahan menjadi tiga kementerian baru.
Seperti diketahui kementerian tersebut adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dipimpin Abdul Mu'ti, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti) Satryo Soemantri Brojonegoro, dan Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Fadli Zon.
Baca Juga: Nadiem Makarim Jadi Bulan-bulanan Usai Cabut Ekskul Pramuka di Sekolah
"Saya mentransisi ketiga menteri. Jadi berbeda, jadi tergantung ada (Kementerian) Kebudayaan, Dikti (Pendidikan Tinggi), dan Diknas (Pendidikan Nasional), ya," kata Nadiem.
Pembagian tersebut dimaksudkan agar masing-masing kementerian dapat lebih fokus pada bidang pendidikan dasar, pendidikan tinggi, serta riset dan kebudayaan, sehingga lebih efektif dalam menangani berbagai tantangan yang ada di tiap sektor.
Harapan dan Pesan Nadiem
Nadiem berharap agar ketiga menteri yang baru nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik, termasuk melanjutkan program Merdeka Belajar yang telah ia inisiasi.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas dukungan terhadap berbagai program yang diimplementasikan selama lima tahun terakhir di Kemendikbud Ristek.
"Selamat dari saya dan kalau bisa melanjutkan (program) Merdeka Belajar. Saya bilang, selamat sukses dan saya yakin ketiga menteri itu hebat dan pasti akan melanjutkan program yang baik dan juga menyempurnakan yang masih perlu perbaikan," tutur Nadiem.
Nadiem menyadari bahwa keberhasilan berbagai program transformasi, termasuk perubahan kurikulum, Kampus Merdeka, dan Asesmen Nasional, tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak.
Ke depan, ia berharap agar kolaborasi dan kerja sama yang sudah terjalin selama ini terus diperkuat untuk memastikan pendidikan Indonesia semakin maju dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Dengan adanya pembagian baru dalam struktur kementerian, diharapkan masing-masing bidang dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kebudayaan Indonesia, serta menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




