POJOKSATU.id — Mulai tahun ajaran 2026, pelajaran bahasa asing bakal resmi masuk ke kurikulum SMA dan SMK di Jakarta.

Kebijakan ini ditegaskan Wakil Gubernur Rano Karno yang meminta Dinas Pendidikan menambah mata pelajaran tersebut sebagai langkah strategis mempersiapkan lulusan untuk bersaing di pasar kerja internasional.

Rano mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di luar negeri sangat besar, namun kemampuan bahasa masih jadi hambatan utama.

Baca Juga: Banyak Dicari, Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2026 dan Jadwal UTS-PTS 2025-2026, Panduan untuk Orang Tua dan Siswa

Ia menegaskan, penambahan pelajaran bahasa asing harus mulai diterapkan, terutama di SMK yang banyak melahirkan lulusan siap kerja.

“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk menambahkan bahasa di setiap SMK kita, perawatan, sekolah kesehatan. Untuk mempersiapkan mereka menjadi pekerja keluar negeri,” ujar Rano di Jakarta, Kamis, 13 November 2025, dilansir Antara.

Tantangan Bahasa Masih Jadi Kendala

Menurut Rano, banyak negara membutuhkan pekerja Indonesia, namun kemampuan bahasa seperti Jepang, Mandarin, hingga Inggris masih menjadi tantangan.

Baca Juga: Cara Daftar PKH di Jawa Barat: Syarat, Mekanisme Pendaftaran, dan Cara Cek Status Bantuan

Padahal, peluang kerja di luar negeri sangat menjanjikan. Jepang saja membutuhkan sekitar 750.000 tenaga kerja setiap tahun.

“Sebetulnya anak-anak kita siap buat bekerja, hanya problem pertama adalah bahasa asing. Jujur, Dinas Pendidikan kita belum mempersiapkan bahasa dari awal,” kata Rano.

KP2MI Dorong Persiapan dari Sekolah

Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, membenarkan tingginya permintaan tenaga kerja dari luar negeri. Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut tersendat karena kesiapan teknis dan kemampuan bahasa calon pekerja masih lemah.

Karena itu, KP2MI mengajak Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pembelajaran bahasa asing sejak SMA dan SMK.

“Sehingga pada waktunya nanti ini bisa didorong untuk mempermudah mengisi jabatan-jabatan yang ada di luar negeri,” ucap Ahnas.

Baca Juga: Cara Maksimalkan Subsidi PLN Akhir Tahun 2025, Simak Tips Hemat Listrik Rumah Tangga Sebelum Dapat Bantuan

KP2MI mencatat, per November 2025 terdapat sekitar 359 ribu lowongan kerja luar negeri.

Dari jumlah tersebut, hampir 70 ribu sudah terisi, sementara sisanya menunggu tenaga kerja yang kompeten dan siap.

Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan mampu membuka jalan lebih lebar bagi generasi muda Jakarta untuk meraih mimpi bekerja di kancah global.

Sebab, ketika bahasa bukan lagi hambatan, kesempatan itu akan terasa jauh lebih dekat. ***