POJOKSATU.id - Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 telah resmi ditutup pada 30 Agustus 2026. 

Persaingan tahun ini cukup ketat karena jumlah peserta yang menyelesaikan atau submit pendaftaran jauh lebih besar dibandingkan formasi yang tersedia.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 1 September 2026 pukul 13.14 WIB, sebanyak 120.295 peserta telah melakukan submit pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026.

Jumlah tersebut harus bersaing untuk mendapatkan 4.770 formasi yang tersedia pada sembilan kementerian/lembaga penyelenggara.

Baca Juga: Ketum FWJI: Ayoo Kita Bangun Media Center ATR/BPN Jakarta Utara yang Profesional

Artinya, secara nasional terdapat sekitar 25 peserta submit untuk setiap satu formasi. 

Angka ini menggambarkan ketatnya persaingan, meski bukan merupakan peluang kelulusan resmi karena peserta masih harus melewati seluruh tahapan seleksi.

Daftar Formasi dan Jumlah Submit Sekolah Kedinasan 2026

Berikut perbandingan formasi yang tersedia dengan jumlah peserta yang melakukan submit berdasarkan data BKN terakhir:

  1. PKN STAN – kuota 1.000 formasi, 26.471 submit.

  2. IPDN – kuota 1.410 formasi, 22.365 submit.

  3. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia – kuota 375 formasi, 21.054 submit.

    Baca Juga: Jember Diterjang 5 Kali Gempa Sejak Awal 2026, Kepala BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

  4. Politeknik Statistika STIS – kuota 564 formasi, 14.761 submit.

  5. PTDI-STTD – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 9.208 submit.

  6. STMKG – kuota 130 formasi, 8.322 submit.

  7. Politeknik Pengayoman Indonesia – kuota 250 formasi, 5.413 submit.

  8. STIN – kuota 100 formasi, 2.801 submit.

  9. PKTJ Tegal – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 2.337 submit.

  10. Poltrada Bali – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 1.903 submit.

    Baca Juga: Aturan Tata Ruang Jember Segera Berubah Total, Bapemperda Sebut Draft RTRW Baru Masih Divalidasi Pusat

  11. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) – kuota 50 formasi, 1.690 submit.

  12. PPI Madiun – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 1.209 submit.

  13. Poltekbang Surabaya – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 775 submit.

  14. PPI Curug – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 645 submit.

  15. Poltekbang Palembang – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 551 submit.

  16. Poltrans SDP Palembang – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 248 submit.

  17. Poltekpel Surabaya – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 198 submit.

    Baca Juga: Bupati Jember Usul Ada Tenaga Ahli Pribadi untuk Setiap Anggota DPRD, Ahmad Halim: Kami Konsultasi Aturan Dulu

  18. Poltekpel Sulawesi Utara – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 152 submit.

  19. API Banyuwangi – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 135 submit.

  20. Poltekbang Jayapura – kuota bagian dari 891 formasi Kemenhub, 57 submit.

Khusus sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan, 891 formasi merupakan kuota gabungan. Karena itu, angka tersebut tidak dapat digunakan sebagai kuota masing-masing sekolah.

PKN STAN Paling Banyak Diminati

Dari data tersebut, PKN STAN menjadi sekolah kedinasan dengan jumlah submit terbanyak, yakni 26.471 peserta untuk memperebutkan 1.000 formasi.

Dengan perbandingan sederhana, terdapat sekitar 26 peserta submit untuk satu formasi di PKN STAN.

Baca Juga: Kelola Cash Flow Perusahaan dengan Rapi dan Efisien Lewat myBCA Bisnis dari Ocean by BCA

Persaingan juga terlihat di IPDN. Dengan 1.410 formasi, IPDN mencatat 22.365 submit atau sekitar 16 peserta untuk satu formasi.

Sementara itu, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia memiliki 375 formasi dengan 21.054 submit. 

Secara perbandingan, jumlah tersebut mencapai sekitar 56 peserta submit untuk satu formasi.

Politeknik Statistika STIS juga mencatat persaingan tinggi dengan 564 formasi dan 14.761 submit, atau sekitar 26 peserta untuk satu formasi.

Poltek SSN, Formasi Sedikit dengan Peminat Ribuan

Persaingan juga terlihat pada sekolah dengan kuota yang relatif kecil.

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) hanya menyediakan 50 formasi, sementara jumlah peserta yang telah submit mencapai 1.690 orang.

Baca Juga: Pabrik Sabun Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei Terbakar, 3 Orang Melompat dari Gedung Tinggi

Artinya, secara sederhana terdapat sekitar 34 peserta submit untuk setiap satu formasi.

STIN juga memiliki 100 formasi dengan 2.801 submit, atau sekitar 28 peserta untuk satu formasi.

Angka tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup jauh antara jumlah formasi dan peserta yang telah menyelesaikan pendaftaran. 

Namun, perbandingan tersebut hanya untuk menggambarkan tingkat persaingan dan bukan penentu kelulusan.

Cek Link Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2026

Setelah pendaftaran ditutup, peserta kini memasuki tahap seleksi administrasi. 

Hasil seleksi administrasi Sekolah Kedinasan 2026 dijadwalkan diumumkan pada 2–3 September 2026.

Baca Juga: Penjualan VKTR Naik 56 Persen, Kok Laba Pemegang Saham Malah Anjlok 76 Persen?

Peserta dapat mengecek hasil seleksi melalui portal SSCASN BKN dengan login menggunakan NIK dan password akun pendaftaran.

Link Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2026

Peserta yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masih dapat mengajukan sanggah pada 4–5 September 2026. 

Jawaban sanggah dijadwalkan hingga 6 September, sedangkan hasil pasca-sanggah diumumkan pada 7–8 September 2026.

Peserta yang lolos seleksi administrasi selanjutnya mengikuti SKD CAT BKN pada 22 September–7 Oktober 2026.

Dengan 120.295 peserta yang telah submit dan hanya 4.770 formasi, persaingan Sekolah Kedinasan 2026 terbilang sangat ketat. 

Peserta yang lolos administrasi perlu memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi SKD dan tahapan seleksi berikutnya. ***