POJOKSATU.ID – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) secara resmi mengumumkan 13 kandidat yang akan mengikuti tahapan seleksi pemilihan Rektor untuk periode mendatang.
Kabar yang dilansir oleh media lokal Lampung Folk ini memicu antusiasme besar di kalangan akademisi dan masyarakat Lampung.
Nama-nama yang muncul berasal dari latar belakang yang sangat kuat, mencerminkan tingginya prestise posisi kepemimpinan di kampus teknologi terbesar di Sumatera tersebut.
Persaingan kali ini diwarnai oleh dominasi tokoh-tokoh dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan internal ITERA sendiri.
Baca Juga: Mengapa Gelar Sarjana Menjadi Ijazah Pengangguran dan Kabar Lulusan Kuota S1 Segera Dibatasi
Dari pihak ITB, terdapat nama-nama besar seperti Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T., Dewi Larasati, S.T., M.T., Ph.D., Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., Prof. Ir. Emir Mauludi Husni, M.Sc., Ph.D., hingga Prof. Ismunandar, Ph.D.
Kehadiran mereka menunjukkan hubungan historis dan akademis yang erat antara kedua institusi ini.
Sementara itu, ITERA juga menunjukkan kesiapan kepemimpinan internalnya dengan memajukan lima kandidat, yaitu Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Dr. Ikah N. P. Permanasari, S.Si., M.Si., Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han)., Ph.D., Ar. Roy Candra P Sigalingging, S.T., M.Sc., Ph.D., serta Dr. Hj. Sunarsih, S.S., M.A.
Tidak hanya dari Lampung dan Bandung, bursa pemilihan ini juga diramaikan oleh representasi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ada Dr. Baginda Parsaulian, S.E., S.H., M.E. yang berasal dari UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU dari Universitas Sumatera Utara (USU), dan Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Keberagaman asal instansi para kandidat ini menandakan bahwa pemilihan Rektor ITERA telah menjadi magnet bagi pakar-pakar terbaik di tanah air untuk berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi di Sumatera.
Seluruh kandidat tersebut kini bersiap untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yang mencakup penyampaian visi, misi, dan program kerja di hadapan Senat serta kementerian terkait.
Masyarakat berharap agar proses pemilihan ini melahirkan pemimpin yang visioner dan mampu membawa ITERA bertransformasi menjadi pusat inovasi teknologi yang unggul di kancah internasional.
Kini, mata publik tertuju pada proses seleksi ini dengan satu pertanyaan utama: siapakah yang akan terpilih menjadi nakhoda baru ITERA?***




