POJOKSATU.id - Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Cirebon resmi didirikan pada 2 September 1962 sebagai cabang UNTAG Jakarta.

Namun, jejak kelahirannya sebenarnya sudah dimulai sejak 1961, ketika sejumlah tokoh mendirikan Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Cirebon yang merupakan cabang dari APP Bandung.

APP Cirebon saat itu dipimpin oleh D. Usman Imam sebagai Direktur.

Sayangnya, dalam perjalanannya APP Cirebon tidak dapat melanjutkan eksistensinya. Sebanyak 104 mahasiswa yang terdaftar tidak tinggal diam.

Baca Juga: Baru Dua Hari Menikah, Sejoli di Ponorogo Ditangkap Polisi Usai Curi Motor untuk Biaya Kawin

Mereka mengirim perwakilan ke Jakarta untuk bertemu dengan Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo yang saat itu menjabat sebagai Rektor Magnificus.

Atas saran beliau, diizinkan untuk membentuk UNTAG Cabang Cirebon dengan susunan pimpinan yayasan dan universitas yang lengkap. Dari sinilah tonggak awal berdirinya UNTAG Cirebon dimulai.

Berkat usaha Bapak Tikok Moch. Ichlas, mantan Bupati Indramayu, berdirilah Yayasan Sunan Kalijaga sebagai pengelola UNTAG Cirebon.

Baca Juga: UIN Suska Berdarah, Seorang Mahasiswi Dibacok Teman Mahasiswanya di Depan Ruang Sidang Sempro

Sekretaris yayasan dijabat oleh Bapak Waluyo yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Praja Cirebon.

Direktur Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan dipercayakan kepada Drs. R. Machfudz, Wedana Palimanan.

Pada tahun 1965, telah dilaksanakan Ujian Negara yang menghasilkan 13 orang sarjana lengkap jurusan Administrasi Niaga.

Capaian ini menjadi bukti awal kiprah akademik UNTAG Cirebon.

Selanjutnya, pada 1 Januari 1965, berdirilah Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Cabang Cirebon dengan rektor dr. H. Abdul Manaf.

Baca Juga: Aksi Premanisme Modus THR di Tangerang, Datang Berboncengan Bawa Sajam dan Stempel Ormas

Pembantu Rektornya adalah Sunardi, S.H., Kusrini, S.H., dan Drs. Sudharman.

Empat Fakultas Awal

Pada awal berdirinya, UNTAG Cirebon memiliki empat fakultas, yaitu:

-Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan
-Fakultas Hukum
-Fakultas Ekonomi
-Fakultas Ilmu Politik/Kemasyarakatan

Kebutuhan masyarakat terhadap lulusan UNTAG Cirebon sangat memengaruhi perkembangan masing-masing fakultas.

Beberapa fakultas seperti Fakultas Ekonomi, FPIK, FPOK dan FMIPA ternyata kurang diminati masyarakat Cirebon.

Baca Juga: Aknes Ngadu ke KDM, Jual Tanah di Cianjur 5 Hektare, Belum Terima Bayaran Sepeser Pun

Meski sempat memperoleh status, fakultas-fakultas tersebut akhirnya terpaksa ditutup.

Pada tahun 1975, dengan berdirinya Kopertis, cabang-cabang UNTAG di berbagai daerah harus melepaskan diri dari induknya di Jakarta.

Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Cirebon sebelumnya telah dikukuhkan melalui Notaris Mas Djoko Mardejo Nomor 34 tanggal 27 Februari 1964 dan kemudian mengalami beberapa perubahan.

Kampus yang Terus Berkembang

Saat ini, UNTAG Cirebon telah memiliki sarana dan prasarana kampus yang representatif.

Dukungan tenaga dosen yang memadai menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan proses pendidikan.

Baca Juga: Tolak Tawaran Damai, HYBE Setor RpRp344,2 Miliar ke Pengadilan, Tunda Pembayaran Put Option Min Hee Jin

Perjalanan UNTAG Cirebon bukanlah kisah yang instan.

Dari kegigihan mahasiswa, dukungan tokoh daerah, hingga pembenahan kelembagaan, semua menjadi bagian dari sejarah panjangnya.

Kampus ini lahir dari semangat perjuangan, dan semangat itu pula yang terus menyala hingga hari ini.

Bagi generasi muda Cirebon dan sekitarnya, UNTAG bukan sekadar tempat kuliah, tetapi bagian dari cerita perjuangan pendidikan di daerah.***