POJOKSATU.id - Universitas Islam Makassar atau yang dikenal dengan UIM Al-Gazali merupakan salah satu perguruan tinggi Islam swasta yang cukup berpengaruh di Kota Makassar.

Kampus ini dibentuk oleh Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar dan beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 9 No. 29, Makassar.

Secara yuridis, UIM berdiri berdasarkan Surat Keputusan Mendiknas Nomor 71/O/D/2000 tertanggal 6 Juni 2000.

Namun secara historis, akar perjuangannya telah dimulai sejak 21 Februari 1966.

Karena itulah dikenal angka yuridis-histori 06-06-66 sebagai simbol hari lahir yang menyatukan sejarah dan legalitas formalnya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Menghitung Zakat Fitrah 2026 Sesuai Nisab Resmi, Lengkap Niat dan Doa Zakat

UIM merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) yang berdiri pada 1984 dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID).

Bahkan, jejaknya lebih panjang lagi sebagai penerus cita-cita Akademi Dakwah NU (1966), UNNU (1968), dan UNIZAl (1972).

Nah, dari sinilah perjalanan panjang pendidikan Islam berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah terus dirawat dan dikembangkan.

Pada awal pendiriannya sebagai universitas tahun 2000, UIM membuka enam fakultas, yakni Agama Islam, Sastra dan Humaniora, MIPA, Pertanian, Sosial dan Politik, Teknik, serta Ilmu Kesehatan.

Baca Juga: Inilah 10 Instansi Pusat dengan Persaingan Tersulit pada Seleksi CPNS!

Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, kampus ini menambah Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Program Pascasarjana.

Hingga tahun 2023, UIM telah mengelola 9 fakultas dengan rincian 1 Program Diploma, 28 Program Sarjana, 2 Program Profesi, dan 3 Program Magister.

Perkembangan ini menunjukkan komitmen kampus dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang terus berubah, lho.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis ajaran Islam, UIM telah menunjukkan perannya selama kurang lebih 60 tahun dalam penyebaran ajaran Islam dan ilmu-ilmu keislaman yang moderat, ramah, dan rahmatan lil alamin.

Baca Juga: Daftar Instansi Daerah CPNS yang Paling Sulit Ditembus!

Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah menjadi fondasi yang membentuk karakter akademik sekaligus sosial kampus ini.

Pada periode awal, Prof. Zainuddin Taha, Guru Besar Linguistik di Universitas Negeri Makassar (UNM), dipercaya menjadi Rektor hingga tahun 2004.

Setelah itu kepemimpinan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Mansyur Ramli, Prof. Dr. Ir. Muh. Arif, Dipl.Ing, Dr. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si., dan saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag.

Visi UIM adalah menjadi universitas Islam terkemuka, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Untuk mewujudkannya, UIM menjalankan berbagai misi strategis.

Di antaranya menyelenggarakan pendidikan tinggi Islami yang berkualitas, menghasilkan lulusan berjiwa pemimpin yang berakhlak dan berbudaya, melaksanakan penelitian yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Bantul Naik Sesuai Pendidikan, Tapi Jam 07.00 Pagi Wajib Ada di Sekolah

Selain itu, UIM juga memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, penelitian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Pengembangan tata kelola berbasis kinerja serta penerapan teknologi informasi terintegrasi menjadi bagian dari transformasi manajemen kampus agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.

Tujuan besar UIM adalah terwujudnya universitas berkualitas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Kampus ini ingin melahirkan lulusan yang berkepribadian Islami, menguasai IPTEKS, serta memiliki tanggung jawab terhadap agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tak hanya itu, UIM juga menargetkan lahirnya tenaga ahli profesional yang mampu berkompetisi secara global, menghasilkan karya inovatif produktif, serta mengembangkan dakwah dan kajian ilmiah di berbagai cabang ilmu dalam upaya membumikan Al-Qur’an.

Baca Juga: Respons Terkait Daerah Hanya Memantau Keluhan Guru Terkait Selisih Tunjangan

Perjalanan panjang UIM Al-Gazali bukan sekadar cerita berdirinya sebuah kampus. Ia adalah kisah tentang komitmen menjaga nilai, merawat moderasi, dan membangun generasi berilmu sekaligus berakhlak.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, kampus ini terus berupaya menjadi rumah ilmu yang meneduhkan, sekaligus meneguhkan. ***