POJOKSATU.ID - Pemerintah mengingatkan kembali Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) namun hingga kini bansos belum juga cair.
Salah satu penyebab utama yang kerap terjadi adalah keterangan gagal cek rekening akibat perbedaan data antara dokumen kependudukan dan sistem penyaluran bantuan.
Kondisi ini banyak ditemui di lapangan, terutama menjelang akhir tahun anggaran.
Tidak sedikit KPM yang mengira bansosnya belum turun, padahal dana tertahan karena masalah administrasi yang sebenarnya bisa segera diperbaiki.
Baca Juga: Jangan Telat Cairkan Bansos di KKS, Lewat 31 Desember 2025 Dana Bisa Kembali ke Kas Negara
Apa Itu Gagal Cek Rekening?
Gagal cek rekening merupakan status yang muncul ketika data penerima bansos tidak sesuai dengan data perbankan atau data kependudukan yang tercatat di sistem pemerintah.
Akibatnya, proses penyaluran bansos melalui KKS tidak dapat dilakukan.
Beberapa bentuk perbedaan data yang sering terjadi meliputi:
Nama di KTP berbeda dengan data rekening
Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak sinkron
Perbedaan alamat domisili
Perubahan status keluarga yang belum diperbarui
Baca Juga: Bansos Belum Cair hingga 21 Desember 2025? Pemerintah Siapkan Perpanjangan Penyaluran
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, bansos berpotensi tertunda bahkan tidak cair.
Mengapa KKS Sudah Ada tapi Bansos Belum Cair?
KKS berfungsi sebagai alat penyaluran, bukan jaminan otomatis bahwa bansos langsung diterima.
Dana bansos hanya akan masuk jika seluruh data KPM dinyatakan valid dan sesuai.
Artinya, meskipun KPM sudah memegang KKS, bantuan tetap bisa tertahan apabila:
Data belum diperbarui di sistem DTKS
Rekening KKS bermasalah atau pasif
Terjadi perbedaan identitas penerima
Karena itu, pemerintah meminta KPM lebih teliti dan aktif mengecek status bantuan.
Baca Juga: Daftar Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang Sudah Salurkan Bansos APBD hingga 31 Desember 2025
Langkah yang Harus Dilakukan KPM
Agar tidak terus mengalami gagal cek rekening, KPM disarankan segera melakukan langkah berikut:
1. Cek data kependudukan
Pastikan nama, NIK, dan alamat di KTP dan KK sudah benar dan sesuai.
2. Hubungi pendamping sosial
Pendamping PKH atau bansos di desa/kelurahan dapat membantu mengecek status data dan rekening KKS.
3. Datang ke kantor desa atau kelurahan
Jika ada perbedaan data, segera ajukan perbaikan administrasi agar bisa diusulkan ulang.
Baca Juga: Pemberi Suap Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara Hanya Satu Orang, Tapi Jumlahnya Banyak Rp14,2 Miliar
4. Pantau status secara berkala
Jangan hanya menunggu, karena semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang bansos bisa dicairkan.
Pemerintah menegaskan bahwa bansos tidak akan diproses jika data penerima tidak sinkron.
Oleh karena itu, KPM diminta tidak mengabaikan keterangan gagal cek rekening.
Kesalahan data bukan berarti bantuan hangus, tetapi perlu segera diperbaiki agar penyaluran bisa dilanjutkan sebelum batas waktu tahun anggaran berakhir.
Dengan memahami penyebab bansos belum cair meski sudah punya KKS, KPM diharapkan lebih waspada dan proaktif, sehingga hak bantuan tidak tertunda hanya karena masalah administrasi.***




