POJOKSATU.ID - Komitmen untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas terus diperkuat melalui percepatan program perbaikan sekolah di berbagai pelosok Tanah Air.

Langkah strategis ini menjadi fokus penting pemerintah dalam menjamin hak setiap anak Indonesia untuk memperoleh ruang belajar yang aman serta memadai.

Berdasarkan data perbandingan kinerja, skala perbaikan sekolah mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya.

Jika pada tahun lalu pencapaian perbaikan mencakup 16.167 sekolah, maka pada periode tahun ini target tersebut melompat drastis hingga menyasar 71.744 sekolah.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Dukung Revitalisasi Gedung Inspektorat, Dorong Pengawasan Pemerintahan Makin Profesional

Jangkauan revitalisasi ini dirancang secara merata dan inklusif, membentang dari wilayah Miangas di ujung utara, Sabang di pulau paling barat, hingga Merauke di ujung timur.

Kebijakan revitalisasi tahun ini diprioritaskan secara khusus pada satuan pendidikan yang mengalami kerusakan tingkat berat.

Selain itu, perhatian utama juga diarahkan kepada sekolah-sekolah yang berlokasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta kawasan yang terdampak bencana alam.

Pendekatan terfokus ini bertujuan untuk memangkas kesenjangan sarana prasarana antarwilayah yang selama ini menjadi tantangan mendasar dunia pendidikan nasional.

Baca Juga: Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Khusus Peringatan HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026

Menariknya, dampak dari program perbaikan fisik gedung sekolah ini tidak hanya dirasakan pada sektor pendidikan semata.

Pelaksanaan proyek revitalisasi secara masif terbukti memberikan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Pada pelaksanaan tahun 2025, program ini telah berhasil menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja lokal.

Sementara itu, pada tahun 2026, potensi penyerapan tenaga kerja diperkirakan meningkat pesat hingga mampu membuka sedikitnya 710 ribu lapangan kerja baru.

Geliat aktivitas konstruksi di lapangan secara langsung turut menggerakkan roda perekonomian daerah melalui keterlibatan pekerja dan pasokan material lokal.

Melalui integrasi antara peningkatan mutu sarana pendidikan dan pemberdayaan ekonomi warga, program ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.***