POJOKSATU.id - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut tengah menyiapkan transformasi besar dengan target berubah menjadi Institut Kesehatan.

Kampus yang berada di bawah Yayasan Dharma Husada Insani Garut ini mendapat pujian dari Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, atas komitmen peningkatan mutu dosen melalui akselerasi jabatan fungsional.

Dalam “Sosialisasi dan Workshop Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi Dosen” pada 16 April 2025, Lukman menyatakan bahwa STIKes Karsa Husada sudah menata pondasi kualitas SDM agar sejajar perguruan tinggi kelas dunia.

Baca Juga: Wow Danantara Siapkan Rp 20 Triliun Bangun Peternakan Ayam Raksasa Hanya untuk MBG?

Lukman mendorong agar dosen asisten ahli naik menjadi lektor, lektor menjadi lektor kepala, dan pada akhirnya menjadi profesor dengan harapan minimal ada satu profesor untuk setiap program studi (delapan prodi saat ini).

“Insya Allah, tidak lama lagi akan menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada dan menuju kampus unggul berkelas dunia," ujar Dr. Lukman

Menurut Ketua STIKes Karsa Husada, H. Engkus Kusnadi, jalur percepatan itu didukung dengan beasiswa S3 dan program S2 yang linier agar dosen bisa naik jabatan.

Baca Juga: Tiga Jasad Korban Longsor Majenang Cilacap Kembali Ditemukan Tim Gabungan, Total 16 Orang Tewas

Dari total 78 dosen aktif, hanya sebagian yang sudah berada di jabatan akademik tinggi.

Secara kelembagaan, STIKes Karsa Husada telah menyiapkan fasilitas fisik dan SDM untuk menjelma menjadi institut kesehatan, termasuk rencana membuka program studi S1 Gizi sebagai langkah awal.

Selain itu, kampus ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Pada September 2025, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, beserta Kepala LLDIKTI IV melakukan kunjungan ke kampus.

Baca Juga: Denda Capai Rp200 Juta selama Putaran I, Ini Daftar Sanksi PSMS dari Komdis PSSI, Termasuk Laga Tanpa Penonton kontra PSPS di Putaran II

Kunjungan tersebut dinilai sebagai bukti kepercayaan pemerintah terhadap rencana transformasi institut dan komitmen STIKes dalam pengembangan riset dan pendidikan tinggi kesehatan.

Dari segi identitas, data resmi Kemendikbudristek mencatat STIKes Karsa Husada Garut (NPSN 043298) sebagai perguruan tinggi swasta dengan luas tanah sekitar 7.566 m².

Dalam aspek kontribusi masyarakat, lulusan STIKes Karsa Husada diharapkan memperkuat sistem layanan kesehatan lokal.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Kota Medan Tahun 2025 Resmi Dipanjang: Simak Persyaratan Lengkapny, Alur Daftar dan Nominal Bantuan Pendidikan

Menurut dr. Maskut, staf ahli Bupati Garut, para alumnus diharapkan membantu mengatasi kekurangan fasilitas kesehatan di Garut terutama dari sudut tenaga kesehatan.

Dengan dorongan LLDIKTI, dukungan pemerintah, dan upaya peningkatan jabatan dosen, STIKes Karsa Husada Garut menegaskan ambisinya: tidak hanya menjadi institut kesehatan di tingkat nasional, tetapi juga bersaing di panggung global. ***