POJOKSATU.ID - Banyak guru di berbagai daerah kini mulai mempertanyakan alasan Surat Keputusan Tunjangan Profesi atau SKTP mereka belum juga diterbitkan.
Keresahan ini muncul lantaran status data di laman Info GTK milik mereka sebenarnya sudah dinyatakan valid oleh sistem.
Kondisi tersebut kerap menimbulkan kebingungan yang mendalam karena sebagian besar guru menganggap status valid berarti SKTP akan otomatis langsung keluar.
Padahal, status valid pada Info GTK tersebut belum sepenuhnya menandakan bahwa seluruh proses penerbitan SKTP telah selesai.
Baca Juga: Menolak Lupa Sejarah: Mengapa 1 Juni Diperingati Hari Lahir Pancasila?
Masih ada beberapa tahapan lanjutan yang cukup panjang yang harus dilalui sebelum SKTP benar-benar diterbitkan oleh pemerintah pusat.
Salah satu penyebab paling umum dari keterlambatan ini adalah proses verifikasi di tingkat pusat yang saat ini masih terus berjalan.
Setelah data dinyatakan valid di Info GTK, sistem ternyata masih melakukan sinkronisasi data Dapodik terakhir serta pemeriksaan administratif lainnya.
Dalam banyak kasus yang terjadi, status valid memang sengaja dimunculkan lebih dahulu oleh sistem.
Baca Juga: SKTP Belum Terbit karena Validasi Data Kuning? Cek Solusinya di Sini
Sementara itu, penerbitan fisik SKTP baru dilakukan beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah status valid tersebut muncul.
Hal itu terjadi karena proses penerbitan dokumen dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal dan hasil verifikasi akhir dari pusat.
Selain faktor verifikasi, masalah sinkronisasi Dapodik juga menjadi faktor penting yang sering kali luput dari perhatian para tenaga pendidik.
Data yang sudah diperbarui di sekolah belum tentu langsung terbaca oleh server pusat apabila proses sinkronisasi belum berjalan dengan sempurna.
Karena itu, para guru sangat disarankan untuk memastikan operator sekolah telah melakukan sinkronisasi Dapodik terbaru sebelum batas waktu atau cut off yang ditentukan pemerintah.
Guru yang statusnya sudah valid namun SKTP belum terbit diminta untuk tetap tenang sambil terus memantau perkembangan data secara berkala di akun masing-masing.***




