POJOKSATU.id - Penerimaan Siswa Baru (Pensisru) SMA Taruna Nusantara tahun pelajaran 2027/2028 atau angkatan ke-38 telah dibuka.
Calon siswa (casis) yang berminat masuk sekolah berasrama ini perlu mempersiapkan diri sejak awal. Pasalnya, proses seleksi SMA Taruna Nusantara cukup kompetitif dan diikuti ribuan pendaftar.
Selain memenuhi persyaratan akademik dan administrasi, calon siswa bersama orang tua atau wali juga perlu mencermati seluruh ketentuan dalam Surat Pernyataan Kesanggupan Mengikuti Seluruh Rangkaian Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMA Taruna Nusantara.
Salah satu poin penting dalam surat tersebut berkaitan dengan konsekuensi apabila calon siswa mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi.
Persaingan Masuk SMA Taruna Nusantara Sangat Ketat
Dalam surat pernyataan, orang tua atau wali menyatakan kesanggupan agar calon siswa mengikuti seluruh rangkaian seleksi Pensisru dengan jujur dan disiplin.
Casis juga wajib mematuhi seluruh peraturan yang ditetapkan Panitia Pusat (Panpus) Pensisru SMA Taruna Nusantara.
Surat tersebut turut menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung sangat kompetitif. Pada penerimaan tahun 2025 atau angkatan ke-37, jumlah pendaftar disebut mencapai sekitar 24.000 orang.
"Calon siswa yang nantinya terpilih akan mengambil satu dari kuota yang tersedia setelah melalui persaingan dengan ribuan pendaftar lainnya," demikian bunyi surat pernyataan yang dikutip pojoksatu.id, Jumat, 11 September 2026.
Baca Juga: BPS Beberkan Cara Kerja Sistem Desil dan Pentingnya Pemutakhiran Data DTSEN Terkait Bansos
Artinya, casis tidak hanya perlu memenuhi syarat administrasi. Persiapan akademik, kesehatan, jasmani, psikologi, hingga wawancara juga perlu diperhatikan.
Seleksi Gratis, tetapi Ada Penalti Jika Mengundurkan Diri
Seluruh rangkaian seleksi Pensisru SMA Taruna Nusantara tahun pelajaran 2027/2028 tidak dipungut biaya.
Namun, ada ketentuan khusus bagi casis yang telah dinyatakan lolos seleksi tetapi kemudian memutuskan mengundurkan diri.
Konsekuensi tersebut tercantum dalam surat pernyataan yang wajib ditandatangani orang tua atau wali.
Baca Juga: 4,3 Juta Penerima Baru Akhirnya Masuk Sistem, Pembenahan Data Bansos dari Desil Pemerintah Terkuak
Jika pengunduran diri dilakukan sebelum pengumuman Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir), orang tua atau wali diwajibkan membayar seluruh biaya seleksi sebesar Rp5,5 juta.
Selain biaya seleksi, terdapat denda sebesar Rp50 juta.
Dengan demikian, total kewajiban yang tercantum untuk pengunduran diri sebelum pengumuman Pantukhir mencapai Rp55,5 juta.
Sementara itu, apabila casis mengundurkan diri setelah pengumuman Pantukhir, orang tua atau wali tetap diwajibkan membayar seluruh biaya sebagaimana ketentuan sebelumnya, yaitu Rp55,5 juta.
Selain itu, ada tambahan seluruh komponen biaya pendidikan yang telah berjalan.
Ketentuan ini penting diperhatikan sebelum casis dan orang tua atau wali memutuskan mengikuti seluruh rangkaian Pensisru.
Pendaftaran SMA Taruna Nusantara 2027/2028
Pensisru SMA Taruna Nusantara tahun pelajaran 2027/2028 dibuka melalui laman resmi pendaftaran hingga 23 September 2026.
SMA Taruna Nusantara merupakan sekolah berasrama di bawah naungan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) milik Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Sekolah ini juga membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang diterima.
Pada penerimaan tahun 2025 atau angkatan ke-37, jumlah pendaftar disebut mencapai sekitar 24.000 orang.
Angka tersebut menunjukkan ketatnya persaingan untuk mendapatkan kursi di sekolah ini.
Untuk tahun pelajaran 2027/2028, SMA Taruna Nusantara memiliki enam kampus, yakni:
-
SMA Taruna Nusantara Ibu Kota Nusantara (IKN)
-
SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Sumatera Selatan
-
SMA Taruna Nusantara Cimahi, Jawa Barat
-
SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah
-
SMA Taruna Nusantara Malang, Jawa Timur
-
SMA Taruna Nusantara Langowan, Sulawesi Utara
Baca Juga: Terhitung 1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, BGN Ungkap Alasannya
Syarat Nilai Rapor Jalur Utama
Pada jalur utama, calon siswa wajib memiliki nilai rata-rata minimal 85 untuk masing-masing mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Bukan hanya nilai rata-rata. Nilai setiap mata pelajaran tersebut juga harus minimal 80 pada setiap semester 1 sampai 4.
Bagi calon siswa yang berasal dari sekolah internasional dengan sistem penilaian skala 1-4 atau A-D, nilai harus dikonversi ke sistem penilaian yang berlaku.
Hasil konversi tersebut harus disahkan oleh dinas pendidikan atau kementerian terkait.
Casis juga dapat melampirkan hasil tes IQ dengan skor minimal 110 serta hasil TOEFL resmi dari Educational Testing Service (ETS) dengan skor minimal 420.
Kedua dokumen tersebut tidak wajib, tetapi dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Baca Juga: Ancaman Efek Domino Krisis Energi, Apakah Siap Hadapi Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi?
Syarat Jalur Prestasi
Bagaimana jika calon siswa belum memenuhi persyaratan nilai pada jalur utama?
Casis masih dapat mendaftar melalui jalur yang mempertimbangkan prestasi.
Pada jalur ini, nilai rata-rata setiap mata pelajaran minimal 80. Sementara itu, nilai setiap mata pelajaran pada setiap semester minimal 75.
Prestasi yang digunakan harus telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Prestasi yang diperhitungkan dapat berasal dari bidang akademik, olahraga, organisasi, serta seni dan budaya.
Beberapa di antaranya OSN, OPSI, O2SN, FLS2N, GSI, Kompetisi MSI SMA TN, LKIP SMA TN, olimpiade atau perlombaan internasional, hingga prestasi sebagai Ketua OSIS.
Untuk bukti prestasi, panitia menetapkan maksimal tiga pencapaian tertinggi.
Prestasi yang dilampirkan berupa juara 1 sampai 3 atau medali emas, perak, dan perunggu dengan tingkat internasional, nasional, provinsi, atau kabupaten/kota.
14 Dokumen Wajib Pendaftaran SMA Taruna Nusantara
Selain memenuhi persyaratan akademik, casis perlu menyiapkan dokumen pendaftaran sesuai ketentuan panitia.
Baca Juga: Siap-Siap Merogoh Kocek Dalam-Dalam! Harga Pertamax Berpotensi Melonjak Tembus Rp 20.000 per Liter
Berikut 14 jenis dokumen yang perlu diperhatikan:
1. Pas Foto
-
Ukuran 4 cm x 6 cm.
-
Menggunakan seragam sekolah tanpa topi.
-
Casis perempuan boleh berjilbab.
-
Latar belakang berwarna biru.
-
Format JPG/PNG, bukan PDF.
-
Ukuran file maksimal 2 MB.
Baca Juga: Generasi Muda Jawa Barat Siap Adu Skill di Honda DBL 2026 West Java Series
2. Surat Keterangan Sehat dari Dokter
Surat dapat berasal dari dokter pemerintah, militer, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Tujuan pemeriksaan ditulis untuk pendaftaran siswa baru SMA Taruna Nusantara.
Pemeriksaan meliputi pemeriksaan umum fisik dan dilakukan maksimal 14 hari sebelum pendaftaran.
3. Kartu Pelajar SMP/MTs/Sederajat
Kartu pelajar diunggah dalam format JPG/PNG.
Jika casis tidak memiliki kartu pelajar, dapat menggunakan surat keterangan dari sekolah dalam format PDF.
Ukuran file maksimal 2 MB.
Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Jawa Barat Versi UNIRANKS 2027, Ada 4 Kampus Swasta yang Masuk Daftar
4. Akta Kelahiran
Akta kelahiran diunggah dalam format PDF dengan ukuran file maksimal 2 MB.
5. Nilai Rapor Fotokopi Legalisir
Dokumen rapor yang diunggah harus berupa nilai pengetahuan, bukan nilai keterampilan.
Nilai semester 1 sampai semester 4 wajib dilampirkan.
Seluruh halaman rapor yang akan diunggah harus dilegalisasi oleh sekolah.
Format file PDF dengan ukuran maksimal 10 MB.
Khusus siswa akselerasi, nilai yang diunggah adalah semester 1 sampai semester 3 dan perlu ditambahkan keterangan "AKSELARASI" saat mengunggah dokumen.
6. Foto Seluruh Badan
Foto harus memperlihatkan calon siswa dari kepala hingga ujung kaki.
Ukuran foto 10,2 cm x 15,2 cm atau 4R.
Casis mengenakan seragam sekolah lengkap dengan sepatu, tanpa topi. Casis perempuan boleh berjilbab.
Latar belakang berwarna biru.
Format JPG/PNG, bukan PDF, dengan ukuran file maksimal 2 MB.
7. Foto Kartu Keluarga
Kartu keluarga diunggah dalam format PDF dengan ukuran maksimal 2 MB.
Baca Juga: BMKG Perbaharui Kekuatan Gempa Kepulauan Seribu Jadi M 6,5 Kedalaman 368 Km
8. Foto KTP Orang Tua/Wali
Cukup menggunakan KTP salah satu orang tua atau wali, baik ayah, ibu, maupun wali.
Format file JPG/PNG dengan ukuran maksimal 2 MB.
9. Surat Keterangan dan Pernyataan dari Kepala SMP/MTs/Sederajat
Dokumen diunggah dalam format PDF dengan ukuran maksimal 2 MB.
Format surat wajib menggunakan format yang telah ditentukan panitia.
10. Surat Pernyataan dari Orang Tua
Surat diunggah dalam format PDF dengan ukuran maksimal 2 MB.
Format surat wajib menggunakan format dari panitia.
11. Surat Pernyataan dari Calon Siswa
Surat diunggah dalam format PDF dengan ukuran maksimal 2 MB.
Format surat juga wajib mengikuti format yang telah ditentukan panitia.
Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Saat Subuh, Tak Berpotensi Tsunami
12. Sertifikat Bukti Prestasi
Casis dapat mengunggah maksimal tiga pencapaian tertinggi.
Prestasi yang digunakan berupa juara 1 sampai 3 atau medali emas, perak, dan perunggu.
Tingkat prestasi yang diperhitungkan meliputi internasional, nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
Casis perlu melakukan kurasi terhadap prestasi yang akan dilampirkan karena seleksi administrasi tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
13. Hasil Tes IQ
Hasil tes IQ dengan skor minimal 110 bersifat tidak wajib.
Jika dilampirkan, skor harus dituliskan pada bagian keterangan.
Dokumen menggunakan format PDF dengan ukuran maksimal 2 MB.
14. Hasil Tes TOEFL
Hasil TOEFL juga tidak wajib dilampirkan.
Jika disertakan, dokumen menggunakan format PDF dengan ukuran maksimal 2 MB.
Tahapan Seleksi SMA Taruna Nusantara
Berdasarkan proses penerimaan sebelumnya, seleksi calon siswa SMA Taruna Nusantara berlangsung dalam beberapa tahap.
Tahap awal adalah seleksi administrasi. Berkas dan persyaratan calon siswa akan diperiksa sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia.
Peserta yang memenuhi persyaratan kemudian mengikuti seleksi akademik secara online.
Casis yang lolos seleksi akademik selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan dan wawancara.
Tahap berikutnya adalah seleksi akhir secara offline. Pada tahap ini, aspek yang dinilai mencakup kemampuan akademik, jasmani, dan psikologi.
Karena persaingan cukup ketat, calon siswa dan orang tua atau wali sebaiknya tidak hanya mengejar kelengkapan dokumen.
Persiapan akademik, fisik, mental, serta pemahaman terhadap seluruh aturan Pensisru juga menjadi bagian penting sebelum mengikuti seleksi. ***




