POJOKSATU.id - Saat live IG Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Bu Nunuk pada Rabu (29/5/2024) lalu, Dirjen GTK Prof. Nunuk Suryani hadir bersama Direktur Guru Pendidikan Dasar (Dikdas), Dr. Rachmadi Widdiharto terkait program PPG Daljab 2024 dan Pengembangan Kompetensi Guru Bahasa Inggris (PKGBI).
Menjawab pertanyaan dari pengikut live IG, ada informasi yang disebutkan Nunuk bahwa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dapat diikuti berbarengan dengan program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG).
Tak hanya program PKG saja, PPG bahkan juga bisa diikuti bersama dengan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
"Ini karena tahun ini PPG Daljab akan dilaksanakan dengan pembelajaran mandiri melalui platform, sehingga lebih fleksibel," jelas Nunuk seperti dicatat kembali pojoksatu.id, Jumat (31/5/2024).
Untuk mengurai kemungkinan tersebut, perlu dilihat perbandingan secara teknis perihal program tersebut, yaitu PPG Daljab, PKG dan PGP. Berikut uraian pojoksatu.id untuk melihat perbandingannya.
Perlu diketahui baik itu PPG Daljab, PKG maupun PGP sama-sama merupakan program dalam peningkatan kemampuan kompetensi guru yang wajib dan diperlukan bagi guru.
Sesuai Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 disebutkan bahwa ada empat jenis kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Perbandingan Program PPG, PKG dan PGP
1. PPG Daljab
Seperti diketahui, PPG Daljab adalah singkatan dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab), yang merupakan program pendidikan untuk para guru yang sudah dalam jabatan tetapi ingin meningkatkan kompetensinya.
PPG Daljab bertujuan untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik (Serdik).
2. Pengembangan Kompetensi Guru
Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) adalah salah satu cara guru untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan guru agar sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan perkembangan zaman.
Selain agar bisa memberikan pembelajaran yang lebih efektif, sertifikat ini bisa digunakan untuk bukti dukung dalam pengelolaan kinerja.
Pengembangan kompetensi ini memiliki rentang poin minimum antara 32 hingga 128 dalam satu semester.
3. Pendidikan Guru Penggerak
Pendidikan Guru Penggerak (PGP) pada prinsipnya adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru.
PGP ditujukan agar guru menjadi pemimpin pembelajaran. Sebagai salah satu peluang besar yang bisa didapatkan oleh guru melalui PGP adalah, bisa segera diangkat menjadi Kepala Sekolah.
Perbandingan Durasi dan Bentuk Pembelajaran
1. PPG Daljab
Lama pendidikan atau perkuliahan di PPG Daljab kurang lebih 3 bulan yang setara 1 semester, dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebanyak 24 SKS, dan beban pendidikan di kampus 12 SKS.
Berbagai bentuk pembelajarannya sebagai berikut.
- Kegiatan mandiri: 60 menit per minggu per semester
- Kegiatan belajar mandiri: 70 menit per minggu per semester
- Pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat: 170 menit per minggu per semester
- Pendalaman materi: 30 hari
- Pembelajaran: 12 SKS
2. Pengembangan Kompetensi Guru
Pengembangan kompetensi guru bergantung pada tahap peningkatan program dan berkelanjutan melalui berbagai sistem pembinaan profesi.
PKG PJOK dan PKGBI misalnya, akan dilaksanakan selama 3 bulan. Setelah sebelumnya dilakukan dulu pembekalan sekitar 10 hari.
Program ini menggunakan prinsip belajar orang dewasa (andragogi) dan konsep inkuiri, dan didesain dengan mekanisme pembelajaran kombinasi (blended learning), belajar secara tatap maya dan tatap muka, serta mandiri.
Saat ini, PKGBI misalnya menggunakan model pelatihan yang diselenggarakan dengan Massive Open Online Course (MOOC).
3. Pendidikan Guru Penggerak
Program ini berlangsung selama 6 bulan dan meliputi pelatihan daring, lokakarya, dan pendampingan individu. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.
Perbandingan Persyaratan PPG Daljab, PKB dan PGP
Secara umum dalam persyaratan yanag ada dPPG Daljab, PKB dan PGP antara lain memiliki ijazah pendidikan S1 atau D4, selain harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang masih aktif dan tentu saja terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbudristek.
Beberapa perbedaannya antara lain, PPG Daljab diperuntukkan bagi mereka yang memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun, sedangkan untuk mengikuti PGP dalam catatan pojoksatu.id, mereka harus memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun.
Demikian juga bagi para peserta yang ingin mengikuti Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) diwajibkan untuk memenuhi persyaratan yang diberikan, seperti sudah mengajar selama minimal 5 tahun, namun tidak mencantumkan batas usia maksimal.
Sedangkan bagi PPG Daljab, usia maksimal untuk mengikuti program ini adalah 58 tahun. Sedangkan bagi PGP maksimal memiliki usia tidak lebih dari 50 tahun atau sekurangnya memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun.
Perbandingan Lini Masa
Jika melihat dari pelaksanaan terdekat, kegiatan PPG Daljab kemungkinan dalam perkiraan pojoksatu.id akan berlangsung mulai Juni 2024 sehingga pada Agustus 2024 diperkirakan sudah Uji Kompetensi.
PKG yang saat ini berlangsung yaitu PKG Guru PJOK dan PKGBI dimulai Mei hingga Agustus 2024, sehingga pendidikan akan berakhir pada bulan Agustus 2024 dengan program berkelanjutan hingga Oktober.
Sedangkan PGP Angkatan ke 10 saat ini sudah dimulai dan berlangsung selama 6 bulan mulai 15 Maret 2024 hingga 28 November 2024.
Berikut perbandingan lini masa ketiga program peningkatan kompetensi guru tersebut, sebagai pertimbangan bagi guru yang akan mengambil dua program sekaligus.
- PPG Daljab 2024 : Juni-Juli-Agustus 2024
- PKG : Mei-Juni-Juli-Agustus 2024
- PGP: Maret-November 2024
Di masa-masa mengikuti seluruh program tersebut, guru masih harusmengajar sebagai tugas utama di sekolah.
Karena itu, meski saat live IG tersebut Nunuk mengapreasiasi para guru yang memiliki niat untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri, namun ia tetap mengingatkan agar kewajiban utama tetap terlaksana.
"Boleh ikut keduanya baik itu PPG Daljab maupun PKG asal bisa mengatur waktu dan bisa menyelesaikan tugas yang diberikan PPG atau PKG. Jangan lupa juga kewajiban utama bapak dan ibu untuk mengajar tetap terlaksana," ungkap Nunuk.
Sekali lagi para guru tentu perlu mengatur waktu agar setiap tugas dapat diselesaikan dengan baik.
Nunuk juga mengingatkan, agar semua pelatihan jangan menunggu undangan. Guru harus aktif mengikuti informasi resmi yang yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi dirinya. ***




