POJOKSATU.id - Badan Kepegawaian Negara atau BKN akhirnya angkat bicara terkait kabar data ASN se-Indonesia diretas oleh hacker.

Data ASN di BKN itu diklaim telah dibobol oleh hacker yang merupakan berbagai macam data terkait aparatur sipil negara.

Data-data ASN Indonesia itu lantas dijual di Breachforums pada Sabtu 10 Agustus 2024 oleh akun anonim dengan nama TopiAx.

Sementara jumlah data yang telah dibobol mencapai 4.759.218 baris.

Baca Juga: PENGUMUMAN Hasil Tes Wawancara PPG Calon Guru Tahun 2024, Sebanyak 21.279 Peserta Lulus, SEGERA KONFIRMASI KESEDIAAN dan LAPOR DIRI, Cek Lini Masa Ini

Mulai dari nama, tempat lahir, tanggal lahir, gelar, tanggal CPNS, tanggal PNS, NIP, nomor SK CPNS, dan nomor SK PNS.

Lalu golongan, jabatan, instansi, alamat, nomor identitas, nomor HP, surel (email), pendidikan, jurusan, dan tahun lulus.

Selain data tersebut, masih banyak lagi data lainnya.

Baik yang berupa cleartext (informasi yang disimpan atau dikirim dalam bentuk yang tidak terenkripsi) maupun text yang sudah diproses dengan metode kriptografi.

Baca Juga: WASPADA Data BKN Bocor! Mulai dari Nama, NIK, NIP, SK, Nomor HP, Email sampai Alamat Rumah, Ini yang harus Dilakukan ASN

Masih dalam unggahannya, sang peretas membanderol data-data ASN Indonesia tersebut seharga 10 ribu Dollar Amerika atau sekitar Rp160 juta.

Terkait hal itu, BKN melalui keterangan resminya memberikan penjelasan.

Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan pers yang disampaikan Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Nanang Subandi.

Disampaikan bahwa saat ini BKN tengah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hal ini untuk melakukan identifikasi dan investigasi atas munculnya isu dugaan kebocoran data ASN.

"Investigasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan data ASN dan mitigasi risiko yang perlu dilakukan," jelas dia.

Disampaikan pula bahwa dugaan peretasan data BKN tersebut sama sekali tidak berdampak pada layanan manajemen ASN.

"Sehingga tidak mengganggu proses berjalannya sistem elektronik yang di akses oleh masyarakat," sambung Nanang.

Baca Juga: Serahkan Surat Pengunduran Diri Sebagai Pengurus Golkar Usai Airlangga Mundur, Jusuf Hamka Jawab Gini

Kendati demikian, BKN mengimbau kepada seluruh pengguna layanan BKN segera melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Dengan memperbarui kata kunci atau password dan pembaharuan kata kunci wajib dilakukan secara berkala untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pesan Nanang.

Namun pernyataan resmi ini tidak dijelaskan apakah peretasan tersebut benar atau tidak.

Baca Juga: Marak Peretasan Akun Google Bisnis Hotel, Ini yang Patut Diwaspadai Masyarakat

Hanya saja disampaikan bahwa BKN akan memberikan informasi perkembangan atas dugaan kebocoran data ASN se-Indonesia.***