POJOKSATU.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan pandangannya mengenai bagaimana pelajar Indonesia dapat menjadi warga global yang kompeten.

Dalam sebuah acara peresmian program kelas internasional di SMA Muhammadiyah Gombong, Jawa Tengah.

Mendikdasmen menyampaikan bahwa generasi muda Indonesia harus mampu mengglobal tanpa kehilangan jati diri kebangsaannya.

Ia menekankan bahwa identitas sosial dan nasional yang kuat justru menjadi modal penting untuk berinteraksi di kancah dunia.

Baca Juga: Guru Wajib Belajar Sehari Seminggu! Ini Terobosan Baru Kemendikdasmen yang Wajib Diketahui!

Abdul Mu’ti memaparkan dua kunci utama agar pelajar Indonesia memiliki kompetensi sebagai warga global.

Kunci pertama adalah penguasaan pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni, terutama yang berkaitan dengan kompetensi abad ke-21.

Kunci kedua adalah kemampuan berbahasa asing sebagai langkah awal untuk membuka berbagai kesempatan di tingkat internasional.

Lebih lanjut, Mendikdasmen merinci bahwa pengetahuan dan kemampuan abad ke-21 mencakup empat keterampilan utama: komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi.

Baca Juga: Pelaksanaan Hari Belajar Guru Dijadwalkan Satu Kali Dalam Seminggu, Begini Mekanisme Dari Kemendikdasmen

Selain itu, ia menambahkan dua keterampilan lain yang tak kalah penting, yaitu karakter dan kewarganegaraan.

Kombinasi keterampilan ini diyakini akan membekali pelajar Indonesia untuk beradaptasi dalam berbagai situasi dan meraih kesuksesan di masa depan.

Tak hanya keterampilan teknis dan sosial, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya memiliki growth mindset.

Pola pikir yang meyakini bahwa setiap individu dapat berkembang melalui perubahan cara berpikir dan perilaku ini dianggap krusial.

Dengan growth mindset, pelajar tidak hanya mampu mengembangkan diri sendiri, tetapi juga berpotensi untuk membawa perubahan positif dalam masyarakat dan membangun kompetensi masa depan, sambil tetap memegang teguh identitas pribadi.

Mendikdasmen menyimpulkan bahwa untuk dapat menjangkau dunia, pelajar Indonesia membutuhkan identitas yang kuat, keterampilan yang relevan, dan kompetensi yang mumpuni.

Ketiga hal ini menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk berkontribusi di tingkat global tanpa tercerabut dari akar kebangsaannya.***