POJOKSATU.ID - Pembentukan Ocean Institute of Indonesia sebagai wadah baru pendidikan vokasi kelautan diproyeksikan menjadi pilar utama lahirnya inovasi berbasis riset di Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai institusi ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi Center of Excellence.
Kehadiran lembaga ini juga diharapkan mampu memicu lahirnya berbagai perusahaan rintisan atau startup baru di sektor kelautan dan perikanan.
Dari sisi sistem pembelajaran, seluruh kampus yang kini tergabung dalam entitas baru tersebut menerapkan kurikulum berbasis industri secara penuh.
Baca Juga: Resmikan Ocean Institute of Indonesia, KKP Lebur 11 Kampus Vokasi demi Tingkatkan Daya Saing Global
Hal menarik lainnya adalah seluruh peserta didik yang menempuh pendidikan di lembaga ini merupakan anak-anak dari para pelaku usaha kelautan dan perikanan.
Sejak awal berdiri hingga momen transformasi ini, satuan pendidikan di bawah naungan KKP telah berhasil mencetak sebanyak 27.819 orang lulusan.
Mayoritas dari puluhan ribu lulusan tersebut terbukti terserap dengan baik untuk bekerja di dunia usaha maupun sektor industri nasional.
Untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan riset, pihak KKP langsung menjalin kerja sama strategis dengan belasan perguruan tinggi ternama.
Baca Juga: Kemenpar Siapkan 18 Rumah Sakit Percontohan, Wisata Kesehatan Indonesia Didorong Makin Berdaya Saing
Mitra akademis dalam negeri yang digandeng antara lain Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Diponegoro.
Kerjasama ini juga memperluas jangkauan kolaborasi ke institusi militer seperti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut serta berbagai universitas daerah.
Tidak hanya berfokus pada skala domestik, KKP juga mengandeng kemitraan internasional dengan beberapa perusahaan besar asal Korea Selatan.
Kemitraan global tersebut terjalin bersama Onamu Co. Ltd serta Vogo Group and Globit Co. Ltd dari Korea Selatan.
Penguatan jaringan kerja sama lintas sektor dan negara ini diharapkan dapat melengkapi fasilitas pembelajaran para peserta didik.
Melalui integrasi kurikulum industri dan jaringan mitra yang luas, kualitas lulusan vokasi kelautan Indonesia dipastikan akan semakin meningkat.
Seluruh rangkaian kolaborasi ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam mengoptimalkan potensi maritim nasional melalui pendekatan pendidikan berkualitas.***




