POJOKSATU.id - Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2024 dibuka mulai Rabu, 17 April 2024, pukul 08.00 WIB, hingga Sabtu, 15 Juni 2024, pukul 15.00 WIB.

Ini adalah kesempatan bagi calon mahasiswa yang berminat untuk menempuh pendidikan di berbagai lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

UM-PTKIN 2024 merupakan pintu gerbang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan Perguruan Tinggi lain yang memiliki program studi dengan izin pendirian dari Kementerian Agama.

Baca Juga: Siap-siap Lulus dari Sini Auto Jadi Pegawai, Simak Cara Daftar Sekolah Ikatan Dinas Berikut!

Dengan mengikuti ujian ini, para calon mahasiswa memiliki kesempatan untuk menjalani pendidikan tinggi yang berkualitas dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan Islam.

Calon mahasiswa yang ingin mengikuti UM-PTKIN 2024 diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Mereka perlu memahami materi ujian serta persyaratan dan prosedur pendaftaran yang berlaku. Persiapan yang matang akan meningkatkan peluang mereka untuk lolos seleksi dan memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Dengan dibukanya pendaftaran UM-PTKIN 2024, diharapkan dapat memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon mahasiswa yang berminat.

Baca Juga: Negara Pendukung Iran Ternyata Ini, Punya Kekuatan Militer yang Tak Bisa Diremehkan

Hal ini merupakan langkah awal bagi mereka untuk meraih cita-cita dan mengembangkan potensi dalam bidang keagamaan Islam di tingkat perguruan tinggi.

Melansir situs resmi PTKIN, berikut ini adalah materi ujian pada UM-PTKIN 2024:

Pertama, Penalaran Akademik (PA) mengukur kemampuan potensi calon mahasiswa yang dapat menghantarkan penyelesaian dan keberhasilan studi di jenjang strata satu. TPA terdiri atas:

- Penalaran Verbal berupa kemampuan pemahaman berbahasa secara tertulis dan ketrampilan bahasa yang berdasarkan struktur dan aturan bahasa baik dalam kata, kalimat, maupun narasi.

- Penalaran Gambar berupa kemampuan dalam menvisualisasikan dan memahami objek atau simbol secara abstrak. Penalaran gambar sangat cocok untuk memprediksi kreativitas calon mahasiswa.

- Penalaran Kuantitatif berupa kemampuan menerapkan konsep hitungan, logika angka, simbol numerical dalam berpikir sistematis dan memecahkan masalah. Konteks dalam tes penalaran “gambar” bersifat umum, sedangkan konteks dalam penalaran “verbal” dikaitkan dengan aspek-aspek dalam kehidupan sehari-hari yang meliputi masalah keindonesiaan, keislaman, sains dan teknologi, Pendidikan, Kesehatan, ekonomi dan bisnis, dan seni budaya dan olah raga.

Kedua, penalaran matematika mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis isi bacaan sederhana dengan menggunakan penalarannya guna memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari melalui penerapan konsep, prosedur dan fakta dalam matematika. Bacaan tersebut dielaborasi melalui beragam representasi (grafik/ tabel/bagan atau representasi lainnya) untuk memprediksi dan/atau mengambil keputusan yang dibutuhkan mereka sebagai bekal dalam menghadapi tuntutan hidup abad ke-21.

Ketiga, literasi membaca mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam konteks sosio humaniora dan konteks sains serta jenis teks Bahasa Arab untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu yang moderat dan unggul sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif dan proporsional.

Keempat, literasi ajaran Islam mengukur kemampuan memahami, menerapkan dan menganalisis materi ajaran Islam meliputi Al-Qur’an, hadis, fiqih dan sejarah kebudayaan Islam dalam konteks personal, masyarakat, global dan moderasi untuk mewujudkan masyarakat madani. Penguasaan literasi ajaran Islam ini sangat penting untuk menanamkan kepribadian yang baik dan memperkuat iman serta mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan individu sehari-hari maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Baca Juga: FAKTA TERUNGKAP Guru Honoer P3 Sekolah Negeri Tidak Bisa Digeser Guru P1 Swasta, Ini 6 Informasi Penting

Dengan demikian, bagi para calon mahasiswa yang ingin sukses dalam mengikuti UM-PTKIN 2024, memahami dan menguasai materi ujian menjadi kunci utama. Selain itu, persiapan yang matang dan pemahaman mendalam terhadap persyaratan serta prosedur pendaftaran juga sangat diperlukan.

Selain itu, melalui ujian ini, diharapkan calon mahasiswa dapat menunjukkan potensi akademik dan keilmuwan yang baik, serta memiliki pemahaman yang cukup dalam ajaran Islam. Dengan demikian, proses seleksi dapat memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon mahasiswa yang berminat.

Terlebih lagi, penguasaan literasi ajaran Islam juga menjadi aspek penting yang akan dinilai dalam ujian ini. Hal ini menegaskan komitmen untuk menjadikan pendidikan tinggi Islam sebagai wahana untuk membentuk pribadi yang baik dan mampu mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendaftaran UM-PTKIN 2024 yang akan segera dibuka, mari kita siapkan diri dengan baik, baik dari segi pengetahuan, kesiapan mental, maupun spiritual, sehingga kita dapat mengikuti ujian ini dengan baik dan meraih kesuksesan dalam menempuh pendidikan tinggi di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam negeri.*** Gina Qurrota Aini Darmawan