POJOKSATU.id – Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK 2026 akan dimulai pada 27 Juli 2026.
Seluruh proses registrasi dilakukan secara terpadu oleh sekolah hingga batas akhir pendaftaran pada 27 September 2026.
Menjelang pelaksanaan TKA tahun ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan sejumlah evaluasi berdasarkan hasil penyelenggaraan TKA 2025.
Salah satu sorotan terbesar datang dari mata pelajaran Matematika yang dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan waktu pengerjaan yang relatif singkat.
Baca Juga: Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis MPLS Ramah 2026 Lewat SATUSEHAT, Wajib Diikuti Murid SD hingga SMA
Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen memutuskan mengurangi jumlah soal Matematika wajib pada TKA SMA/SMK 2026.
Jika sebelumnya jumlah soal lebih banyak, kini peserta hanya akan mengerjakan 25 butir soal dengan alokasi waktu 75 menit, sehingga rata-rata tersedia sekitar 3 menit untuk setiap soal.
Meski demikian, hasil evaluasi nasional menunjukkan masih ada sejumlah materi yang menjadi tantangan bagi mayoritas peserta.
Tiga Materi Matematika TKA yang Paling Sulit
Data capaian nasional Kemendikdasmen terhadap 3.464.569 peserta TKA menunjukkan rata-rata nilai Matematika siswa SMA/SMK masih berada di bawah 31 persen.
Dari hasil analisis tersebut, terdapat tiga materi yang paling sering membuat peserta kehilangan poin.
1. Peluang Kejadian Majemuk
Materi ini menjadi tantangan karena siswa masih kesulitan menentukan peluang dalam soal berbentuk cerita yang berkaitan dengan situasi sehari-hari.
Peserta umumnya memahami rumus dasar, tetapi belum mampu menerapkannya saat harus mengubah permasalahan kontekstual menjadi penyelesaian matematika.
Baca Juga: Sosok Pengusaha Tan Kian Terseret Kasus Febrie Adriansyah, Rumah Mega Kuningan Digeledah Polisi
2. Barisan dan Deret Geometri
Soal mengenai barisan dan deret geometri juga termasuk yang paling sulit.
Dibandingkan deret aritmetika, pola perkalian maupun pembagian pada deret geometri dinilai lebih rumit sehingga banyak siswa kesulitan menentukan pola serta menyusun model penyelesaiannya.
3. Transformasi Geometri
Materi transformasi geometri menempati daftar berikutnya.
Soal biasanya meminta peserta menentukan bayangan titik koordinat menggunakan beberapa konsep sekaligus, seperti translasi (pergeseran), refleksi (pencerminan), rotasi, maupun dilatasi.
Saat beberapa rumus digabungkan dalam satu soal, banyak peserta mengalami kesulitan.
Baca Juga: Guru PAUD, Siswa SMA hingga Mahasiswa Asah Kemampuan di Safety Riding Camp 2026
Dua Tips Kemendikdasmen Agar Nilai Matematika Lebih Baik
Kemendikdasmen mengingatkan bahwa keberhasilan mengerjakan soal Matematika tidak cukup hanya menghafal rumus cepat. Peserta juga harus memahami konsep di balik setiap materi.
Berikut dua strategi yang disarankan.
1. Pahami Konsep Soal Cerita
Pada materi peluang dan deret, siswa disarankan lebih sering berlatih mengubah soal berbentuk cerita menjadi model matematika.
Semakin terbiasa memahami konteks soal, semakin mudah menentukan rumus maupun langkah penyelesaiannya.
Baca Juga: PT Bukit Muria Jaya Digugat Eks Supervisor ke PHI Bandung
2. Gunakan Visualisasi Gambar
Khusus materi transformasi geometri, peserta dianjurkan membuat sketsa sederhana pada bidang kartesius.
Dengan menggambar posisi titik sebelum dan sesudah mengalami pergeseran atau pencerminan, siswa akan lebih mudah memahami perubahan koordinat tanpa harus menghafal seluruh rumus.
Jadwal Lengkap TKA SMA/SMK 2026
Kemendikdasmen telah menetapkan tahapan pelaksanaan TKA SMA/SMK 2026 sebagai berikut.
-
Pendaftaran: 27 Juli–27 September 2026.
-
Simulasi: 21–27 September 2026.
-
Gladi bersih: 5–18 Oktober 2026.
-
Pelaksanaan utama: 26 Oktober–8 November 2026.
-
Pelaksanaan susulan: 16–29 November 2026.
-
Pengumuman hasil: 23 Desember 2026.
Baca Juga: Modus Febrie Adriansyah Diduga Minta Uang Para Pihak dari Kasus yang Ditangani Kejagung
Dengan waktu pendaftaran yang akan segera dibuka, siswa SMA dan SMK dapat mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
Memahami materi yang selama ini paling sering menjadi kendala sekaligus memperbanyak latihan soal kontekstual dapat menjadi bekal penting untuk meraih hasil TKA 2026 yang lebih optimal. ***




