POJOKSATU.id - Kabar baik bagi dosen muda dan peneliti muda Indonesia. Pendaftaran Program Residensi Riset Saintek masih dibuka dan menyisakan waktu sekitar 30 hari lagi sebelum batas akhir.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman riset intensif di lingkungan laboratorium serta pusat penelitian dengan standar tinggi.
Melalui program ini, peserta diharapkan memperoleh peningkatan kompetensi, keterampilan praktis, serta pemahaman mendalam tentang budaya riset yang unggul dan berdaya saing global.
Baca Juga: Carry Over TPG Masih Ada di 2026? Ini Penyebab CO dan Jalur Pembayarannya yang Berbeda
Lingkungan riset profesional menjadi ruang belajar langsung bagi talenta Saintek Indonesia untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi.
Program Residensi Riset Saintek juga menjadi bagian dari skema kolaborasi global yang mendorong dosen dan peneliti muda terlibat dalam ekosistem riset berkualitas.
Tidak hanya fokus pada hasil penelitian, program ini menekankan proses pembentukan karakter peneliti yang adaptif, kritis, dan siap bersaing di level internasional.
Baca Juga: Lengkap! Syarat dan Ketentuan Beasiswa S2 Double Degree Kemenag 2026, Ada Jalur Afirmasi
Pendaftaran program ini akan ditutup pada Senin, 23 Februari 2026.
Dengan waktu yang masih tersedia, para dosen dan peneliti muda diharapkan segera mempersiapkan diri dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
Di tengah tantangan dunia riset yang semakin kompetitif, kehadiran Program Residensi Riset Saintek menjadi ruang tumbuh yang penting.
Dari laboratorium dan pusat riset inilah, lahir harapan besar untuk membangun budaya riset unggul demi masa depan talenta Saintek Indonesia di kancah global.
Baca Juga: Pendaftaran Program S1 dan D4 Guru PAUD PNF Diperpanjang hingga 31 Januari 2026
Informasi lengkap untuk proses pendaftaran program ini bisa dilihat melalui akun resmi Instagram Ditjensaintek. ***




