POJOKSATU.id - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) resmi membuka Penerimaan Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang Tahun 2026.

Pendaftaran dilakukan secara online mulai 2 hingga 22 Januari 2026 dan terbuka bagi pria maupun wanita sesuai kebutuhan organisasi.

Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi TNI AU. 

Dalam unggahan itu tertulis, “DIBUKA PENDAFTARAN PERWIRA PSDP PENERBANG TNI TAHUN 2026. Pendaftaran online tanggal 2–22 Januari 2026. Join With Us Flying around the World,” dikutip pojoksatu.id pada Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga: Kritik Pandji Pragiwaksono Gegara Tertawakan Fisik Gibran di Panggung Mens Area, dr Tompi Tegaskan Bukan Ingin Jabatan atau 'Jilat' Wapres

Program PSDP Penerbang merupakan salah satu jalur pendidikan pembentukan prajurit TNI golongan perwira yang dipersiapkan khusus menjadi perwira penerbang TNI AU. 

Peserta yang lolos akan dibentuk menjadi prajurit profesional yang menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Persyaratan Perwira PSDP Penerbang TNI AU 2026

Bagi masyarakat yang berminat, berikut persyaratan lengkap beserta penjelasannya sebagaimana dikutip dari laman resmi Rekrutmen TNI.

  • Pria atau wanita sesuai kebutuhan TNI AU
    Kesempatan terbuka bagi pelamar laki-laki maupun perempuan, menyesuaikan kebutuhan organisasi dan formasi yang ditetapkan TNI AU.

  • Tinggi dan berat badan proporsional
    Tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 157 cm untuk wanita, dengan berat badan seimbang serta panjang kaki minimal 100 cm sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: PPPK Kemenkumham 2026 Dibuka, 500 Formasi Tersedia untuk Umum

  • Lulusan sekolah penerbangan sipil
    Pelamar merupakan lulusan sekolah penerbangan sipil negeri atau swasta dan wajib memiliki sertifikat minimal Commercial Pilot License (CPL).

  • Memiliki tipe rating dan jam terbang
    Peserta harus melampirkan tipe rating pesawat yang dikuasai beserta jumlah jam terbang sebagai bukti kompetensi penerbangan.

  • Surat keterangan aktif terbang
    Bagi pelamar yang masih aktif bekerja sebagai pilot, wajib melampirkan surat keterangan dari instansi atau perusahaan tempat bekerja, termasuk data kegiatan terbang selama tiga bulan terakhir.

  • Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pendek (IDP)
    Peserta harus siap menjalani IDP keprajuritan minimal 10 tahun dan maksimal 15 tahun sejak diangkat sebagai Letnan Dua, serta bersedia diangkat menjadi Prajurit Karier sesuai persyaratan.

Baca Juga: Anggaran Miliaran Tapi Hasil Tuai Kritik, Warga Kecewa dengan Pembangunan Stadion Gaspa Palopo

  • Tidak bertato dan tidak bertindik
    Pelamar tidak boleh memiliki tato atau bekas tato serta tidak bertindik atau bekas tindik di telinga maupun anggota tubuh lain, kecuali karena ketentuan agama atau adat yang dibuktikan dengan surat keterangan resmi.

  • Bersedia mematuhi aturan bebas KKN
    Peserta wajib menyatakan kesediaan mematuhi peraturan bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Persyaratan tambahan bagi pelamar yang sudah bekerja
    Pelamar yang telah bekerja wajib melampirkan surat izin dari pimpinan instansi, surat pernyataan bersedia diberhentikan dari status pegawai jika diterima sebagai prajurit TNI, serta dokumen administrasi asli yang tidak dalam jaminan kontrak kerja.

  • Lulus seluruh tahapan seleksi
    Pelamar harus dinyatakan lulus seluruh pemeriksaan dan pengujian seleksi yang ditetapkan panitia.

Baca Juga: BNN Gerebek Apartemen di Jakut, Barang Bukt Narkoba Racikan Dalam Liquid Fave Ditemukan Petugas

Tahapan Seleksi Perwira PSDP Penerbang TNI AU 2026

Tahapan seleksi yang harus diikuti meliputi seleksi administrasi, tes kesehatan, psikologi penerbang, serta pemeriksaan mental ideologi.

Pendaftaran dan informasi lengkap terkait rekrutmen Perwira PSDP Penerbang TNI AU 2026 dapat diakses melalui laman resmi https://rekrutmen-tni.mil.id.

Kesempatan menjadi penerbang TNI AU bukan hanya soal karier, tetapi juga tentang pengabdian dan kebanggaan. ***