POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan kembali membuka program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Pendaftaran program BIB ini dijadwalkan berlangsung mulai 1 April hingga 31 Mei 2026.
Program ini memberikan kesempatan kuliah gratis bagi santri, guru, dosen, hingga tenaga kependidikan keagamaan untuk melanjutkan studi dari jenjang S1 hingga S3.
Menariknya, tersedia juga program double degree hingga akselerasi yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan lebih cepat.
Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi salah satu program favorit karena menawarkan pembiayaan penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga biaya hidup, baik untuk perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
“Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 membuka lima skema beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3, termasuk double degree dan akselerasi pendidikan.”
Lima Skema Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 menghadirkan lima skema utama yang bisa dipilih sesuai latar belakang pelamar.
Skema pertama adalah Beasiswa Pesantren yang diperuntukkan bagi santri, alumni pesantren, guru, hingga tenaga kependidikan pesantren.
Baca Juga: Viral! Tangis Seorang Nenek di Rumah Kayu, Bertahan Hidup Meski Lumpuh dan Tak Bisa Melihat
Program ini mencakup jenjang S1, S2, dan S3 dengan sasaran lulusan MA/SMA/SMK, PDF, PKPPS, hingga Satuan Pendidikan Mu’adalah.
“Beasiswa Pesantren memberikan kesempatan bagi santri dan alumni pesantren untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang S1 hingga S3 baik di dalam maupun luar negeri.”
Selanjutnya ada Beasiswa Unggulan Keagamaan (BUK) yang menyasar siswa madrasah dan sekolah berbasis agama dari berbagai latar belakang.
Program ini juga tersedia untuk jenjang S1 hingga S3 dan terbuka bagi guru agama, tenaga kependidikan, hingga dosen di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Beasiswa Unggulan Keagamaan diperuntukkan bagi siswa madrasah, guru agama, serta tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan keagamaan.”
Skema ketiga adalah Beasiswa Double Degree yang memungkinkan peserta mendapatkan dua gelar sekaligus dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Program ini tersedia untuk jenjang S1 dan S2.
“Program double degree memungkinkan penerima beasiswa memperoleh dua gelar dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.”
Selain itu, terdapat Beasiswa Akselerasi yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menempuh pendidikan secara percepatan, baik dari S1 ke S2 maupun S2 ke S3.
“Program akselerasi memberikan kesempatan menempuh pendidikan secara percepatan dari S1 ke S2 maupun S2 ke S3.”
Terakhir, ada Beasiswa Targeted yang difokuskan pada program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Skema ini ditujukan bagi tenaga pendidik seperti ustadz, guru madrasah, dan tenaga kependidikan yang memiliki keterbatasan waktu maupun lokasi.
“Beasiswa targeted melalui program Pendidikan Jarak Jauh memberikan kesempatan kuliah bagi tenaga pendidik yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi.”
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Bima Dirapel pada April 2026, Total Anggaran Rp63 Miliar
Jadwal Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
Bagi yang berminat, penting untuk mencatat jadwal seleksi yang telah ditetapkan.
Proses pendaftaran dibuka pada 1 April hingga 31 Mei 2026.
Selanjutnya, seleksi administrasi berlangsung pada 1 hingga 15 Juni 2026, dengan pengumuman hasil pada 16 Juni 2026.
Tahap berikutnya adalah seleksi skolastik pada 25 sampai 29 Juni 2026 dan diumumkan pada 1 Juli 2026.
Proses wawancara dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 20 Juli 2026, sebelum akhirnya pengumuman akhir dilakukan pada 27 Juli 2026.
“Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dengan berbagai pilihan beasiswa dari jenjang S1 hingga S3.”
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id.
Baca Juga: Resmi! Skema Pensiun PNS Dirombak Total 2026, Dari Pay as You Go ke Fully Funded
Peluang Kuliah Gratis dari Pemerintah
Program Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi peluang besar bagi santri, guru, dan tenaga pendidikan keagamaan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa biaya.
Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan keagamaan di Indonesia.
“Program Beasiswa Indonesia Bangkit diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan dan keagamaan di Indonesia.”
Di tengah semakin tingginya biaya pendidikan, program ini bisa menjadi jalan harapan bagi banyak orang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Jadi, ketika kesempatan besar seperti ini sudah di depan mata, rasanya memang sayang kalau dilewatkan begitu saja.
Skema-skema Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
1. Beasiswa Pesantren
-
Beasiswa S1 Santri
Beasiswa S1 Santri ditunjukan bagi lulusan MA/SMA/SMK, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha/Ulya, Pendidikan Keseteraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Wustha/Ulya, dan Satuan Pendidikan Mu'adalah (SPM) Wustha/Ulya.
Skema beasiswa ini memberikan kesempatan untuk melanjutkan S1 di perguruan tinggi mitra. Beasiswa ini berlaku baik bagi pelamar yang sudah diterima di PTN maupun belum diterima.
-
S2 dan S3 Pesantren
Beasiswa S2 dan S3 Pesantren berlaku bagi santri, alumni pesantren, guru dan tenaga kependidikan untuk melanjutkan S2/S3 di kampus dalam maupun luar negeri.
Untuk program S2 bisa dicoba oleh ustadz/ustadzah atau pendidik/tendik di pondok pesantren, dosen Ma'had Aly yang aktif mengajar selama minimal 2 tahun, dan alumni pendidikan keagamaan.
Sementara program S3 hanya bisa dicoba oleh dosen Ma'had Aly dengan minimal masa kerja 2 tahun dan status masih aktif.
Baca Juga: Distribusi Bantuan Pangan Diperpanjang hingga April 2026, 33,2 Juta Warga Jadi Sasaran
2. Beasiswa Unggulan Keagamaan (BUK)
-
S1 BUK
Beasiswa S1 menyasar siswa atau pelajar dari Madrasah Aliyah, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, dan Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas. -
S2 dan S3 BUK
Berbeda dengan beasiswa S1, beasiswa S2 ini diperuntukan para guru PNS maupun non-PNS asal Raudhatul Athfal/MA, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas, atau guru agama di sekolah umum.
Selain itu, PNS Kemenag/Kantor KUA, tendik di PTKI, alumni pendidikan keagamaan juga bisa mendaftar beasiswa S2 BUK ini. Sementara untuk beasiswa S3 hanya berlaku bagi dosen PNS/non-PNS di PTKI atau PNS di Kemenag/Kantor KUA.
3. Beasiswa Double Degree
-
S1 Double Degree
Bagi yang ingin melanjutkan S1 dengan program double degree maka bisa mencoba beasiswa ini. Sasaran penerima beasiswa ini antara lain lulusan SMA, SMK, PDF Ulya, PKPPS Ulya atau SPM Ulya.
Selain itu, pelamar beasiswa juga bisa dari lulusan dari MA, Widyalaya Utama, Dhammasekha Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Ahama Katolik Menengah Atas, dan Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas.
-
S2 Double Degree
Sedangkan untuk beasiswa S2, bisa dicoba oleh guru PNS maupun non-PNS asal Raudhatul Athfal, MA, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas, atau guru agama di sekolah umum.
Tak hanya itu, golongan PNS Kemenag/Kantor KUA, tendik PTKI, alumni pendidikan keagamaan juga boleh mendaftar.
Baca Juga: Kades Pasirmulya: Lahan Koperasi Merah Putih Legal, Polemik Dipicu Masalah Internal Keluarga
4. Beasiswa Akselerasi
-
Akselerasi S1+S2
Jika ingin melanjutkan S1 sekaligus S2 maka bisa mencoba beasiswa ini. Sasaran penerima antara lain santri lulusan SMA, SMK, PDF Ulya, PKPPS Ulya atau SPM Ulya. -
Akselerasi S2+S3
Selain itu, Kemenag juga menyediakan beasiswa S2 sekaligus S3. Skema ini berlaku untuk pelamar lulusan guru PNS maupun non-PNS asal Raudhatul Athfal, MA, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas, atau guru agama di sekolah umum.
Tak hanya itu, golongan PNS Kemenag/Kantor KUA, tendik PTKI, alumni pendidikan keagamaan juga boleh mendaftar.
Baca Juga: Motor Bensin Bisa Jadi Motor Listrik? Tinggal Datang ke Bengkel PLN, Begini Faktanya!
5. Beasiswa Targeted
-
S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
Jika tidak punya waktu atau terbatas wilayah, maka bisa mencoba beasiswa S1 PJJ. Pendidikan akan diselenggarakan secara fleksibel.
Jenis beasiswa ini diperuntukan ustadz/ustadzah dari PDF, PKPPS, Mu'adalah, Taman Pendidikan Al-Qur'an, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), atau PAUD Qur'ani.
Selain itu, guru PNS, guru non-PNS, tendik dari RA, MA, MTs, MI, dan guru agama PAI di sekolah umum juga bisa mendaftar.
Tanggal Penting Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
Agar tidak ketinggalan, detikers bisa melihat time line seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit berikut ini:
-
Pendaftaran: 1 April-31 Mei 2026
-
Seleksi administrasi: 1-15 Juni 2026
-
Pengumuman administrasi: 16 Juni 2026
-
Seleksi skolastik: 25-29 Juni 2026
-
Pengumuman skolastik: 1 Juli 2026
-
Wawancara: 3-20 Juli 2026
-
Pengumuman akhir: 27 Juli 2026
Demikian informasi skema Beasiswa Indonesia Bangkit 2026. Cek selengkapnya pada laman resmi yang telah disediakan. ***




