POJOKSATU.id - Pendaftaran sekolah kedinasan tahun ajaran 2026/2027 masih berlangsung hingga 30 Agustus 2026. 

Di tengah masa pendaftaran, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah membagikan statistik terbaru mengenai jumlah pelamar dan peserta yang sudah menyelesaikan proses pendaftaran.

Dikutip Pojoksatu.id dari informasi BKN yang dipublikasikan 22 Agustus 2026, data per 21 Agustus 2026 pukul 14.09 WIB menunjukkan jumlah pelamar sekolah kedinasan telah mencapai 22.728 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.061 orang telah melakukan submit pendaftaran. 

Baca Juga: Bukan Cuma Pembangunan Fisik, Gus Fawait akan Gandeng Pengurus Baru MUI Jember Atasi Masalah Stunting hingga Kemiskinan

Artinya, masih terdapat pelamar yang belum menyelesaikan seluruh proses pendaftaran pada saat data tersebut diperbarui.

Data ini masih bersifat sementara karena pendaftaran baru akan ditutup pada 30 Agustus 2026. 

Jumlah pelamar maupun posisi sekolah berdasarkan jumlah peminat masih dapat berubah.

IPDN Paling Banyak Diminati

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar terbanyak dalam pembaruan data BKN tersebut.

IPDN tercatat memiliki 6.349 pelamar.

Baca Juga: Ketika Senter jadi Satu-satunya Penerangan Gerakan Anak Negeri saat Berikan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Posisi berikutnya ditempati Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) dengan 4.782 pelamar, kemudian Politeknik Statistika STIS dengan 2.675 pelamar.

Berikut data lengkap jumlah pelamar yang tercatat:

  1. IPDN: 6.349 pelamar.

  2. Poltekimipas: 4.782 pelamar.

  3. Politeknik Statistika STIS: 2.675 pelamar.

  4. PTDI-STTD: 2.254 pelamar.

  5. STMKG: 1.815 pelamar.

  6. Poltekpin: 1.228 pelamar.

    Baca Juga: Gus Fawait Pastikan Pemkab Jember Bantu Proses Status PPPK Penuh Waktu, Urus Surat Sehat Digratiskan

  7. STIN: 1.114 pelamar.

  8. Poltek SSN: 511 pelamar.

  9. Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun: 460 pelamar.

  10. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal: 416 pelamar.

  11. Poltrada Bali: 358 pelamar.

  12. Politeknik Penerbangan Surabaya: 221 pelamar.

  13. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug: 168 pelamar.

  14. Politeknik Penerbangan Palembang: 139 pelamar.

  15. Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang: 73 pelamar.

    Baca Juga: DPC PKB Madina Silaturahmi dengan Bupati, Kita Satu Rumah dalam Pemerintahan Mandailing Natal

  16. Politeknik Pelayaran Surabaya: 67 pelamar.

  17. Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara: 47 pelamar.

  18. Politeknik Penerbangan Jayapura: 30 pelamar.

  19. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi: 21 pelamar.

  20. PKN STAN: 0 pelamar pada saat pembaruan data.

PKN STAN 0 Pelamar, tetapi Bukan Berarti Tidak Ada Peminat

PKN STAN tercatat memiliki 0 pelamar dalam pembaruan BKN 21 Agustus 2026.

Namun, angka tersebut perlu diberi konteks. PKN STAN belum membuka penerimaan mahasiswa baru ketika data statistik tersebut dirilis. 

Baca Juga: Groundbreaking PSEL Bantargebang Digelar 26 Agustus, Menko Pangan Dijadwalkan Hadir Pimpin Apel Kebersihan

Karena itu, angka nol tidak dapat dibandingkan langsung dengan sekolah lain yang sudah membuka pendaftaran.

PKN STAN sendiri mendapatkan 1.000 formasi pada penerimaan sekolah kedinasan 2026.

Dengan demikian, calon peserta tidak tepat menyimpulkan bahwa PKN STAN merupakan sekolah dengan peminat paling sedikit hanya berdasarkan angka nol tersebut.

Pemerintah Buka 4.770 Formasi

Pada penerimaan sekolah kedinasan 2026, pemerintah menyediakan total 4.770 formasi yang tersebar di sembilan kementerian/lembaga.

Baca Juga: Bawa Inovasi Atasi Kemiskinan, Kunjungan Bupati Jember Gus Fawait ke Jakarta Panen Apresiasi Dua Kementerian

Rinciannya:

  • IPDN: 1.410 formasi.

  • PKN STAN: 1.000 formasi.

  • 22 sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan: 891 formasi.

  • Politeknik Statistika STIS: 564 formasi.

  • Poltekimipas: 375 formasi.

  • Poltekpin: 250 formasi.

  • STMKG: 130 formasi.

  • STIN: 100 formasi.

  • Poltek SSN: 50 formasi.

Total seluruhnya mencapai 4.770 formasi.

Baca Juga: Honda ADV Bogor Raya Rayakan 6th–7th Anniversary, Perkuat Solidaritas Lewat Aksi Sosial

Gambaran Tingkat Persaingan

Jumlah pelamar dan kuota dapat digunakan untuk memberikan gambaran awal mengenai tingkat persaingan, meskipun bukan merupakan peluang kelulusan resmi.

Berdasarkan data 21 Agustus 2026, perbandingannya sebagai berikut:

  • STMKG: 1.815 pelamar untuk 130 formasi, atau sekitar 14 pelamar per formasi.

  • Poltekimipas: 4.782 pelamar untuk 375 formasi, atau sekitar 12,8 pelamar per formasi.

  • STIN: 1.114 pelamar untuk 100 formasi, atau sekitar 11,1 pelamar per formasi.

  • Poltek SSN: 511 pelamar untuk 50 formasi, atau sekitar 10,2 pelamar per formasi.

  • Poltekpin: 1.228 pelamar untuk 250 formasi, atau sekitar 4,9 pelamar per formasi.

  • Politeknik Statistika STIS: 2.675 pelamar untuk 564 formasi, atau sekitar 4,7 pelamar per formasi.

  • IPDN: 6.349 pelamar untuk 1.410 formasi, atau sekitar 4,5 pelamar per formasi.

Baca Juga: Taman Nasional Way Kambas Kebakaran, Prabowo Minta Panglima TNI Bertindak, Ini Nasib Gajah Sumatera

Dari sekolah yang kuota dan jumlah pelamarnya dapat dibandingkan secara langsung, STMKG sementara menunjukkan rasio pelamar per formasi paling tinggi, disusul Poltekimipas, STIN, dan Poltek SSN.

Namun, rasio tersebut masih akan berubah karena pendaftaran belum berakhir.

Sejumlah sekolah Kemenhub yang sudah tercatat dalam data pelamar BKN antara lain:

  • PTDI-STTD: 2.254 pelamar.

  • Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun: 460 pelamar.

  • Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal: 416 pelamar.

  • Poltrada Bali: 358 pelamar.

    Baca Juga: Irak Dorong Iran-Arab Saudi Bentuk Dewan Keamanan Bersama di Kawasan Timur Tengah

  • Politeknik Penerbangan Surabaya: 221 pelamar.

  • Politeknik Penerbangan Indonesia Curug: 168 pelamar.

  • Politeknik Penerbangan Palembang: 139 pelamar.

  • Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang: 73 pelamar.

  • Politeknik Pelayaran Surabaya: 67 pelamar.

  • Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara: 47 pelamar.

  • Politeknik Penerbangan Jayapura: 30 pelamar.

  • Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi: 21 pelamar.

Baca Juga: Farhan Ungkap Rencana Baru Pasar Baru Bandung, Dari Kawasan Kuliner Malam hingga Shuttle Bandara

Untuk Kemenhub, rasio pelamar per formasi tidak dapat dihitung secara akurat dari data kuota nasional BKN, karena angka 891 merupakan kuota gabungan 22 sekolah, sedangkan data yang tersedia dalam rekap pelamar menampilkan jumlah peminat per sekolah.

Karena itu, tidak tepat membagi 891 formasi secara rata kepada 22 sekolah untuk kemudian menghitung persaingan masing-masing kampus.

Sekolah Mana yang Paling Diminati?

Jika dilihat dari jumlah pelamar, urutan teratas sementara adalah:

1. IPDN — 6.349 pelamar

2. Poltekimipas — 4.782 pelamar

3. Politeknik Statistika STIS — 2.675 pelamar

4. PTDI-STTD — 2.254 pelamar

Baca Juga: Prabowo Naikkan Level Penanganan Karhutla, Korporasi Terindikasi Bakar Lahan Terancam Kehilangan Izin

5. STMKG — 1.815 pelamar

6. Poltekpin — 1.228 pelamar

7. STIN — 1.114 pelamar

8. Poltek SSN — 511 pelamar

Sementara sekolah Kemenhub lainnya memiliki jumlah pelamar di bawah 500 orang dalam pembaruan tersebut.

Jangan Hanya Melihat Jumlah Pelamar

Jumlah pelamar memang dapat memberikan gambaran mengenai popularitas dan persaingan awal, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan peluang kelulusan.

Peserta tetap harus melewati seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan CAT BKN, serta seleksi lanjutan yang ditetapkan masing-masing kementerian/lembaga.

Baca Juga: Setelah Kalimantan Prabowo Turun ke Karhutla Sumatera, Seskab Teddy: Bapak Tidak Ingin hanya Terima Laporan

Selain itu, angka pelamar yang tercatat dalam sistem tidak sama dengan jumlah peserta yang sudah menyelesaikan pendaftaran. Dari 22.728 pelamar, baru 7.061 orang yang melakukan submit pada waktu pembaruan data.

Dengan demikian, angka persaingan yang ditampilkan dalam artikel ini merupakan snapshot sementara, bukan gambaran final jumlah peserta yang akan mengikuti seluruh tahapan seleksi. ***