POJOKSATU.id - Dipenghujung akhir tahun 2025, para guru sedang menunggu pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 4 (TW4) tahun 2025.
Mereka berharap agar tunjangan sertifikasi cair tepat waktu, agar THR benar-benar datang sesuai janji.
Seperti yang dirasakan Rina, guru honorer di Kabupaten Ciamis, yang sudah menanti kabar pencairan TPG triwulan 4 dan tambahan 100 persen tunjangan profesi dalam THR serta gaji ke-13.
Bagi Rina, TPG bukan sekadar angka di rekening, tapi napas tambahan untuk menutup kebutuhan menjelang akhir tahun.
“Saya sudah baca kabar dari kanal resmi, katanya tahun ini ada tambahan satu kali TPG di THR dan gaji 13. Kalau benar cair, ini seperti rezeki dua kali lipat,” ujarnya.
Regulasi baru yang diatur lewat PP Nomor 11 Tahun 2025 dan PMK Nomor 23 Tahun 2025 memang memberikan kabar bahagia, guru tanpa tunjangan kinerja akan mendapatkan tambahan dua bulan TPG.
Baca Juga: Geger Jepara! Pengusaha 61 Tahun Nikahi Gadis 20 Tahun, Mahar Mobil HR-V Baru Jadi Sorotan!
Artinya, para guru yang bekerja penuh dedikasi di sekolah negeri dan madrasah tanpa TPP daerah, mendapat hak yang sama atas penghargaan profesinya.
Namun, hingga 11 November 2025, data di lapangan menunjukkan belum semua daerah mulai mencairkan tambahan tersebut.
Beberapa pemerintah daerah masih menunggu validasi data kepegawaian dan mekanisme transfer dari pusat.
Meski begitu, semangat para guru tak surut. Mereka memahami birokrasi butuh waktu, yang penting hak itu tetap dijamin.
Menariknya, tahun 2025 juga membawa perubahan pada skema besar TPG. Adapun perubahannya antara lain:
1. Guru ASN tetap menerima TPG sebesar satu kali gaji pokok.
2. Guru non-ASN impassing memperoleh setara gaji pokok sesuai SK penyetaraan.
3. Guru honorer murni mendapatkan Rp2 juta per bulan.
Rina yang masih berstatus non-ASN tanpa impassing, mengaku tetap bersyukur.
“Yang penting cair dulu, nominal bisa kita atur. Tapi kalau bisa impassing dibuka lagi, itu harapan besar buat kami,” katanya lirih.
Cerita seperti Rina menggambarkan bagaimana kebijakan tunjangan sertifikasi bukan sekadar angka, tapi bentuk penghargaan nyata pada dedikasi.
Baca Juga: 30 Ribu Petugas Makan Bergizi Gratis Belum Gajian, BGN Akui Ada Kemacetan Admin
Apalagi di tengah kurikulum merdeka yang menuntut pembelajaran mendalam, guru tetap jadi ujung tombak perubahan. ***




