POJOKSATU.ID - Memasuki minggu kedua Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja dan kolaborasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Momentum tersebut disampaikan dalam apel pegawai yang dipimpin langsung Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto.
Sebagai pengingat bahwa tahun 2026 membawa tantangan besar yang membutuhkan kerja bersama dan semangat pengabdian tinggi.
Dalam arahannya, Joko Parwoto menekankan bahwa ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata.
Apel pagi harus dimaknai sebagai kesiapan mental dan profesional untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang mengharapkan pelayanan cepat, empatik, dan tulus.
ASN Diminta Tinggalkan Rutinitas
Wakil Bupati Gunungkidul menilai bahwa pola kerja lama yang bersifat rutinitas tidak lagi relevan menghadapi dinamika pembangunan saat ini.
ASN diharapkan mampu beradaptasi dengan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan publik.
Menurut Joko Parwoto, aparatur pemerintah harus bekerja lebih proaktif dan inovatif, bukan sekadar menjalankan tugas formal.
Baca Juga: Sambut Imlek 2026, ANTAM Rilis Emas Batangan Tematik Year of the Horse
Pelayanan publik yang responsif menjadi salah satu kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Tantangan Pembangunan Gunungkidul 2026
Meski memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan budaya.
Pemkab Gunungkidul masih dihadapkan pada sejumlah isu krusial yang harus diselesaikan pada 2026. Beberapa tantangan utama yang disoroti antara lain:
1. Penanggulangan kemiskinan
2. Penanganan stunting
3. Pemerataan pembangunan antarwilayah
4. Penyediaan akses air bersih
5. Penguatan investasi daerah
6. Penciptaan lapangan kerja
7. Peningkatan kualitas layanan publik
Baca Juga: Kepala BKN RI Datang ke Tanjungpinang, Manajemen Talenta ASN Kepri Jadi Sorotan
“Berbagai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial,” tegas Joko Parwoto dikutip dari JPNN.com pada 12/01/2026.
Menurutnya, diperlukan kerja lintas sektor yang solid agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Hilangkan Ego Sektoral Antar OPD
Salah satu penekanan penting dalam arahan Wakil Bupati adalah perlunya menghilangkan ego sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia menilai bahwa tidak ada OPD yang mampu bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan kompleks.
“Kami adalah satu tim, tim Gunungkidul,” ujar Joko Parwoto saat memimpin apel di halaman kantor Pemkab Gunungkidul, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antar OPD menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Pemerintah daerah membutuhkan ASN yang mampu bekerja lintas bidang dengan semangat kebersamaan.
Empat Pilar Budaya Kerja ASN
Dalam arahannya, Joko Parwoto juga mendorong transformasi budaya kerja ASN yang lebih mandiri dan berintegritas. Empat pilar budaya kerja yang ditekankan meliputi:
Baca Juga: Pendaftaran Bintara TNI AD 2026 Gratis, Ini Syarat Usia, Tinggi Badan, dan Nilai
1. Disiplin tanpa perlu diawasi
2. Cepat tanpa perlu disuruh
3. Jujur tanpa perlu diminta
4. Melayani tanpa perlu mengeluh
Baca Juga: Sambut Imlek, ANTAM Hadirkan Emas Batangan Edisi Year of the Horse
Keempat pilar tersebut diharapkan menjadi nilai dasar dalam setiap aktivitas ASN, baik di kantor maupun saat melayani masyarakat.
Bekerja Cepat, Cerdas, dan Tulus
Dengan semangat “bekerja lebih cepat, cerdas, dan tulus”, ASN Gunungkidul diharapkan mampu mengubah tantangan menjadi peluang.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul optimistis, jika kolaborasi dan budaya kerja ini diterapkan secara konsisten, kemajuan signifikan dapat dicapai sepanjang 2026.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi ASN Gunungkidul untuk meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Dengan meninggalkan ego sektoral dan menguatkan budaya kerja berintegritas.
Pemkab Gunungkidul optimistis mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan.***




