POJOKSATU.ID - Kemenag resmi memulai pelaksanaan Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 untuk siswa Sekolah Dasar (SD).
Sebanyak 13.600 siswa kelas 5 dari 680 SD di 34 provinsi menjadi sampel nasional yang mengikuti asesmen pada 18–21 November 2025.
Dirjen Pendis, Amien Suyitno, menegaskan, ANLDB bukan hanya penilaian kognitif, tapi pemetaan mencakup pemahaman, praktik ibadah, dan sikap keberagamaan.
“Asesmen ini menilai dimensi spiritual, sosial, dan karakter beragama untuk memastikan pendidikan agama memperkuat moderasi beragama sejak dini,” ujarnya, Selasa, 18 November 2025.
Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menjelaskan bahwa asesmen dilakukan melalui dua metode: tes tertulis dan tes praktik baca Al-Qur’an.
Pengisian dilakukan melalui aplikasi SIAGA dengan alternatif luring bagi wilayah yang belum memiliki akses internet memadai.
Baca Juga: Ditunggu Ribuan ASN! MenPANRB Klarifikasi Soal Isu Perubahan Status PPPK ke PNS, Ini Penjelasannya
“Kegiatan ini libatkan kelas 5 SD yang terpilih secara sampling. Hasil asesmen jadi dasar pemetaan kompetensi literasi keagamaan objektif dan representatif,” jelasnya.
Pelaksanaan ANLDB melibatkan Pustrajak Penda BMBPSDM dan BRIN untuk memastikan kajian ilmiah yang kuat serta validitas akademik.
Munir menegaskan pentingnya asesmen ini untuk menjadi rujukan para pemangku kebijakan.
Baca Juga: Heboh! PPPK Paruh Waktu Gagal Cairkan JHT, Sementara Yang Penuh Waktu Justru Bisa? Ini Penyebabnya
“Saya ingin yang kita lakukan memiliki basis ilmiah yang mumpuni. Hasilnya pun harus diketahui pihak berkepentingan seperti Bappenas, KemenPAN-RB, dan DPR,” tegas Munir.
Lewat ANLDB 2025, Kemenag berharap pemetaan literasi beragama dapat menjadi pijakan penguatan pendidikan agama yang berkarakter.
Selain itu juga yang toleran, dan berkeadaban bagi generasi muda.***




