POJOKSATU.ID - Kehadiran program Sekolah Rakyat di Kabupaten Lampung Timur memicu antusiasme yang tinggi sekaligus tantangan tersendiri dalam pengelolaan kuota siswa.

Berdasarkan penjelasan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Sukadana pada awalnya akan menampung kurang lebih 270 siswa.

Jumlah tersebut dibagi secara merata untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan masing-masing tingkatan memiliki tiga rombongan belajar.

Di samping kuota utama tersebut, pemerintah memastikan bahwa para siswa dari sekolah rintisan yang sudah ada akan tetap terakomodasi dengan baik.

Baca Juga: Kejar Target Ajaran Baru, Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sukadana Dikebut

Kendati demikian, proses seleksi lapangan menunjukkan adanya dinamika jumlah pendaftar yang melebihi kapasitas daya tampung awal.

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah saat ini sedang menyusun sebuah skema tambahan yang dirancang khusus.

Skema ini ditujukan untuk mengakomodasi calon siswa yang sebenarnya telah lolos proses asesmen namun belum mendapatkan kuota karena keterbatasan ruang.

Langkah antisipatif ini diambil agar anak-anak yang telah terdata tersebut tidak kehilangan hak mereka untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak.

Baca Juga: Wamensos Sampaikan Langkah Strategis Kemensos Putus Rantai Kemiskinan di Lampung Timur Melalui Sekolah Rakyat

Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa persiapan skema ini terus dimatangkan oleh pihak kementerian.

Walaupun demikian, pelaksanaan teknis dari kebijakan tambahan ini masih harus menunggu arahan serta keputusan lebih lanjut dari Presiden.

Langkah ini diambil demi memastikan bahwa seluruh prosedur administrasi dan penganggaran berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pemerintah berkomitmen mencari solusi terbaik agar tidak ada anak kurang mampu di Lampung Timur yang telantar dan tidak bersekolah.

Keseluruhan proses asesmen ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam memetakan kebutuhan riil pendidikan di daerah tersebut.***