POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial bersama lembaga terkait mempercepat penyaluran lima jenis bantuan sosial (bansos) tahap akhir tahun 2025.
Penyaluran dimulai serentak pada Senin, 22 Desember 2025, agar seluruh bantuan tersalurkan sebelum memasuki masa cuti bersama Natal dan Tahun Baru 2026.
Percepatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat prasejahtera memiliki ketahanan ekonomi selama libur panjang akhir tahun.
Penyaluran bansos dilakukan melalui Bank Himbara, yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dilakukan dengan mekanisme transfer langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dikutip dari YouTube Kabar Bansos, Pemerintah instruksikan seluruh sisa bansos tahap keempat ini segera dicairkan, karena operasional perbankan akan terbatas selama libur nasional.
Baca Juga: PNS dan PPPK Wajib Aktivasi Coretax Sebelum 31 Desember 2025, Ini Panduan Login Resminya
Salah satu bantuan yang mulai dicairkan adalah Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 4.
Bagi KPM yang pencairannya sempat tertunda, baik pemegang KKS lama maupun baru, saldo sebesar Rp600.000 diperkirakan masuk ke rekening mulai 22 Desember 2025.
Selain BPNT, pencairan susulan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 juga dilakukan bagi KPM yang belum menerima bantuan pada termin sebelumnya.
Baca Juga: Mengapa Penggemar Indonesia Mengikuti Statistik Sepak Bola Eropa dengan Cermat?
Bantuan ini menyasar berbagai kategori, mulai dari ibu hamil, anak usia sekolah, hingga lanjut usia.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Khusus penerima BPNT, pengambilan bantuan fisik dilakukan melalui agen atau titik distribusi resmi di masing-masing wilayah.
Di tingkat desa, pemerintah mendorong percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa agar selesai sebelum libur panjang.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat desa menjelang akhir tahun.
Penerima PIP 2025 berkesempatan terakhir pada 22 Desember untuk aktifkan atau tarik saldo bantuan sebelum layanan perbankan tutup sementara selama libur Natal.
Pemerintah mengimbau KPM untuk memastikan status kepesertaan bansos masih aktif dengan menghubungi pendamping sosial setempat.
Atau mengecek data di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Baca Juga: SK PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Ternyata Berbeda, Ini Penjelasan Lengkapnya
KPM juga diminta memastikan kartu KKS berkondisi baik serta melakukan pengecekan saldo secara berkala karena pencairan dilakukan bertahap di setiap wilayah.
Seluruh proses penyaluran bantuan sosial ini tidak dipungut biaya.
Masyarakat diminta mengambil bantuan hanya melalui kanal resmi, seperti ATM Bank Himbara, BSI, atau agen bank yang ditunjuk secara sah.***




