POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dua program unggulan yang digagas untuk mencapai tujuan tersebut adalah Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.
Kedua program ini memiliki fokus dan sasaran yang berbeda, namun saling melengkapi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sekolah Rakyat adalah inisiatif strategis yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga: Perbedaan Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
Sekolah Rakyat
Program ini bertujuan mulia untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan sebagai upaya nyata mengatasi kemiskinan ekstrem.
Kemensos bertanggung jawab atas implementasi program, dengan dukungan Kemendikdasmen dalam penyiapan kurikulum dan pengadaan guru.
Tujuannya memberikan pendidikan gratis dan berkualitas tinggi, termasuk fasilitas asrama dan jaminan gizi, untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Diharapkan anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak lagi mewarisi kemiskinan orang tua mereka.
Baca Juga: Penampakan Sekolah Rakyat di Banyuwangi Ditinjau Kemensos dan Kemen PU, Terlihat Mewah dan Bersih
Sasarannya adalah anak-anak dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan.
Sekolah ini dirancang sebagai sekolah asrama atau boarding school yang 100% gratis, mencakup biaya seragam, makan, dan tempat tinggal.
Program ini akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026, dengan target awal sebanyak 200 sekolah.
Proses rekrutmen siswa akan difokuskan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan sistem multi entry multi exit yang memungkinkan siswa masuk kapan saja dan mencapai capaian pembelajaran sesuai kecepatan masing-masing.
Sekolah Unggul Garuda
Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang berfokus pada pemerataan akses bagi kelompok rentan, Sekolah Unggul Garuda digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dengan tujuan mengoptimalkan potensi siswa untuk masuk ke perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Pelaksananya dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Tujuannya mencetak generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di kancah global dalam bidang sains dan teknologi.
Baca Juga: Kebumen dan Daerah Lainnya Disorot Karena Penyaluran Program PIP Pemerintah Oleh Kemdikdasmen
Program ini bertujuan untuk memberikan bimbingan intensif kepada siswa kelas 12 dalam persiapan masuk perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Peserta didik yang memiliki potensi akademik tinggi, terutama dengan kecerdasan di atas rata-rata, untuk melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Seleksi siswa akan mempertimbangkan prestasi akademik, latar belakang ekonomi, dan asal geografis untuk memastikan pemerataan akses bagi siswa berprestasi dari seluruh wilayah Indonesia.
Sekolah Unggul Garuda dirancang dengan konsep boarding school yang dilengkapi fasilitas berstandar internasional dan diampu oleh guru berkualitas.
Baca Juga: Perencanaan Pengumuman Jadwal Pendaftaran CPNS 2025 yang Dikabarkan di Pertengahan Tahun?
Kurikulumnya mengombinasikan kurikulum nasional dan internasional, seperti International Baccalaureate (IB), untuk meningkatkan peluang siswa diterima di universitas top dunia.
Pemerintah menargetkan pembangunan 40 Sekolah Unggul Garuda hingga tahun 2029, dengan 4 sekolah baru akan dibangun mulai tahun 2025.
Kedua program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Sekolah Rakyat akan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan layak dan memutus siklus kemiskinan.
Sementara Sekolah Unggul Garuda akan menjadi wadah bagi talenta-talenta terbaik bangsa untuk mengembangkan potensi maksimal dan bersaing di kancah global.
Sinergi antara Kemensos dan Kemendikti Saintek, serta kerja sama lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, diharapkan dapat mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkeadilan.***




