POJOKSATU.ID - Sistem data bantuan sosial di Indonesia mengalami perubahan signifikan.

Sebelumnya, pemerintah mengandalkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis utama dalam menyalurkan bantuan sosial.

Namun, kini basis acuan tersebut telah beralih dan digantikan oleh sistem yang lebih baru, yaitu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: PERINGATAN! PPATK Temukan 571.410 NIK Terlibat Judi Online adalah Penerima Bantuan Sosial

DTSEN merupakan sistem data terpadu yang menggabungkan berbagai sumber data, yaitu data dari DTKS, data Regsosek, dan data P3KE.

Keunggulan dari DTSEN adalah sifatnya yang dinamis, memungkinkan perubahan data dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Hal ini sangat penting untuk menyesuaikan kondisi di lapangan, seperti kelahiran, kematian, atau perpindahan domisili, yang dapat diperbarui setiap hari.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat Bakal Dijadikan Program Holistik Terintegrasi?

Dengan sistem baru ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan pembaruan data penerima manfaat.

Masyarakat kini dapat mengusulkan atau menyanggah data yang ada, sehingga data menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.

Ke depannya, seluruh program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga akan menggunakan DTSEN sebagai acuan utama.

Baca Juga: Begini Kata Aria Bima Politikus PDIP Terkait Jenjang Karir PPPK Bakal Setara PNS!

Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan bisa lebih terkoordinasi dan efektif, memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Perubahan ini menandai komitmen pemerintah untuk menciptakan sistem data yang lebih akurat, transparan, dan responsif, demi mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih merata di seluruh Indonesia.***

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov