POJOKSATU.ID - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keterjangkauan harga bahan bakar minyak bagi seluruh lapisan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus agar harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Kebijakan strategis ini diambil demi melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas harga barang-barang pokok di pasar.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa arahan kepala negara terkait perlindungan BBM subsidi akan dijalankan secara konsisten oleh kementeriannya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Bersejarah PM Thailand di Istana Merdeka

Masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan beban biaya transportasi dan energi harian karena kompensasi subsidi tetap dikawal ketat oleh negara.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan skema yang lebih fleksibel untuk penetapan harga jenis BBM nonsubsidi.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi bakal selalu memperhitungkan pergerakan harga minyak mentah dunia atau ICP secara berkala.

Jika pasokan minyak mentah dunia melimpah dan harganya mengalami penurunan, maka harga BBM nonsubsidi di dalam negeri akan ikut diturunkan.

Baca Juga: Perkuat Benteng Pertahanan ASEAN, Indonesia dan Thailand Tingkatkan Latihan Militer Bersama

Pemerintah berjanji tidak akan menahan harga BBM nonsubsidi di tingkat tinggi apabila kondisi pasar internasional sedang melandai.

Mekanisme ini dinilai jauh lebih adil bagi para konsumen pengguna BBM nonsubsidi di tanah air.

Evaluasi secara transparan akan terus dilakukan bersama dengan instansi penyedia energi nasional demi menjaga keseimbangan perekonomian.

Kebijakan ganda ini diharapkan mampu meredam gejolak inflasi sekaligus memberikan harga yang rasional sesuai perkembangan pasar riil.

Pemerintah optimistis ketahanan energi nasional tetap terkendali dengan formula penentuan harga BBM yang terukur ini.***