POJOKSATU.id – Di tengah percepatan transformasi digital di berbagai sektor, pemerintah justru menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah tetap menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan nasional.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang menyebut arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna menekankan pentingnya memanfaatkan momentum krisis global untuk mendorong transformasi, termasuk di bidang pendidikan.

Namun demikian, arah kebijakan tersebut tidak serta-merta menggeser metode pembelajaran konvensional.

Baca Juga: Truk Gagal Menanjak di Parapat Timpa Mobil Penumpang, 3 Orang Tewas dan 3 Lainnya Selamat

Pemerintah menilai kualitas pendidikan tetap harus dijaga melalui proses belajar yang berlangsung secara langsung di kelas.

“Proses pembelajaran harus tetap berjalan normal dan optimal. Jangan sampai kualitas pendidikan menurun,” ujar Pratikno dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling efektif untuk mencegah terjadinya learning loss, terutama pada siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Baca Juga: Bukan Libur Tambahan, 50 Persen ASN Jakarta WFA, Tapi Ada Syarat Ketat

Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai tidak hanya memperkuat pemahaman materi, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter.

Aspek ini dinilai belum dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem pembelajaran daring.

Menariknya, opsi pembelajaran hybrid yang menggabungkan metode daring dan luring sebenarnya sempat menjadi pertimbangan.

Baca Juga: Why High Traffic Indonesian Websites Fail During Traffic Surges And How Dedicated Servers Prevent It?

Namun, hasil evaluasi lintas kementerian menunjukkan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak dalam kondisi saat ini.

Efektivitas pembelajaran, menurut hasil kajian tersebut, masih lebih optimal ketika dilakukan secara tatap muka.

Kebijakan ini sekaligus memperkuat sejumlah program prioritas pemerintah di sektor pendidikan, seperti revitalisasi sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga program Sekolah Unggul Garuda.

Baca Juga: Gaji PPPK 2026 Terbaru Usai Lebaran, Ini Rincian Lengkap Berdasarkan Perpres

Program-program tersebut difokuskan untuk meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan nasional, terutama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Di sisi lain, pemerintah tetap mendorong transformasi digital, namun lebih difokuskan pada sektor pemerintahan dan birokrasi.

Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), rapat daring, serta kebijakan flexible working arrangement menjadi bagian dari strategi meningkatkan efisiensi layanan publik.

Baca Juga: Gila Bus Terobos Petugas, Viral Polisi Tergeletak Usai Kakinya Terlindas Bus

Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menempatkan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti utama dalam proses pendidikan.

Keseimbangan antara digitalisasi dan kualitas pembelajaran menjadi kunci.

Sekolah tatap muka tetap dijaga sebagai fondasi utama, sementara inovasi teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat sistem secara keseluruhan. ***