POJOKSATU.ID - Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang berlokasi di Kelurahan Bagan Pete, Kota Jambi.
Proyek strategis nasional ini merupakan inisiasi dari Presiden Prabowo Subianto demi memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan dan mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia.
Dalam peninjauan ke lokasi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa progres konstruksi saat ini telah menyentuh angka sekitar 70,33 persen.
Beliau didampingi oleh Gubernur Jambi Al Haris serta Wali Kota Jambi Maulana untuk melihat langsung perkembangan di lapangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Puji Bakat Siswa Sekolah Rakyat dan Titipkan Pesan Karakter di Tabanan
Pihak kementerian merasa sangat optimistis bahwa target penyelesaian pada akhir Juni dapat tercapai berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembangunan yang dimulai sejak tanggal 4 Desember 2025 tersebut ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tanggal 20 Juni 2026.
Kompleks pendidikan ini didirikan di atas lahan yang cukup luas, yakni mencapai 5,56 hektare, dengan konsep kawasan terpadu berbasis asrama.
Fasilitas yang dibangun didesain sangat lengkap karena mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Baca Juga: Daftar 10 Provinsi dengan Kinerja Dukcapil Terbaik 2025: Jakarta dan Jogja Raih Predikat Tertinggi!
Di dalam kawasan tersebut akan tersedia ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang guru, asrama bagi siswa dan pengajar, fasilitas olahraga, serta sarana ekstrakurikuler.
Seluruh komponen pembangunan tersebut dirancang sedemikian rupa agar tercipta lingkungan belajar yang terintegrasi, aman, sekaligus berkualitas tinggi.
Agar kualitas konstruksi tetap terjaga dengan baik tanpa mengabaikan target waktu, pengawalan ketat terus dilakukan oleh kementerian terkait secara lintas sektor.
Seiring dengan pengerjaan fisik yang terus dikebut, proses penerimaan peserta didik baru ternyata juga sudah mulai berjalan.
Untuk tahap awal operasional pada tahun ini, sekolah tersebut direncanakan bakal menampung sekitar 300 siswa yang terbagi rata untuk tiga jenjang pendidikan.
Pemerintah juga memproyeksikan kapasitas daya tampung sekolah akan meningkat hingga mencapai 1.000 siswa dalam waktu tiga tahun ke depan.
Di samping itu, perekrutan ribuan tenaga pendidik, wali asuh, dan wali asrama juga tengah dilakukan secara nasional demi menjamin kesiapan operasional.
Terkait penentuan sasaran penerima manfaat, pemerintah menerapkan mekanisme pendataan berjenjang berbasis data terintegrasi dari tingkat RT hingga pemerintah daerah.
Baca Juga: Aturan Terbaru Jam Tatap Muka Widyaiswara: Simak Ketentuan dan Dasar Hukumnya!
Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan proses verifikasi dan validasi oleh Badan Pusat Statistik agar program ini benar-benar tepat sasaran.
Berdasarkan data nasional, jumlah pendaftar untuk jenjang SMP dan SMA dilaporkan telah melampaui target yang ditentukan.
Sementara itu, upaya penjangkauan untuk jenjang SD masih perlu ditingkatkan agar seluruh kuota yang tersedia bisa terpenuhi secara maksimal.
Dari segi aksesibilitas, lokasi Sekolah Rakyat permanen di Bagan Pete ini tergolong strategis karena hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 40 menit berkendara dari Bandara Sultan Thaha Jambi.***




