POJOKSATU.id - Pemandangan haru menyelimuti Lapangan GGM Majalengka saat ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi dilantik oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Usai menerima SK, ribuan pegawai kompak melakukan sujud syukur, menumpahkan air mata bahagia atas penantian panjang yang akhirnya terbayar.
Tidak sedikit di antara mereka telah mengabdi bertahun-tahun sebagai tenaga honorer, teknis, hingga tenaga pendidikan.
Baca Juga: Miris Banget, Ada Guru Digaji Rp 300 Ribu Sebulan,Baru DPR Gerak Cepat Setelah Viral
Momentum pelantikan ini menjadi titik balik yang sangat emosional, terlebih bagi mereka yang merasa perjuangan panjangnya akhirnya mendapat pengakuan resmi dari negara.
Ribuan PPPK Resmi Diangkat, Momen Haru Pecah
Sebanyak 3.492 PPPK Paruh Waktu resmi menerima SK pengangkatan untuk formasi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang usia, mulai dari tenaga muda berusia 21 tahun hingga pegawai senior yang telah mendekati masa pensiun.
Baca Juga: Ribuan PPPK Medan Meradang! JHT Ditahan Bertahun-Tahun, Ada Apa Ini?
Begitu SK diserahkan, suasana berubah menjadi haru.
Banyak pegawai tidak mampu menahan air mata, sebelum akhirnya secara kompak melakukan sujud syukur yang memenuhi hampir seluruh sisi lapangan.
Seruan takbir, tangisan, dan ucapan syukur terdengar bersahut-sahutan, menandai momen yang selama bertahun-tahun mereka nantikan.
Bupati Majalengka, Pengabdian Mereka Tidak Sia-Sia
Bupati Majalengka, Eman Suherman, memberikan sambutan khusus untuk para PPPK yang baru dilantik.
Baca Juga: Polri Belajar ke Inggris? Publik Curiga Reformasi Pengamanan Demo Hanya Ganti Bungkus!
Ia menyebut pengangkatan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap dedikasi ribuan pegawai yang telah bekerja tanpa kepastian bertahun-tahun.
Dalam sambutannya pada 26 November 2025, ia menyampaikan:
“Kami apresiasi atas ketulusan dan keteguhan pengabdian yang telah diberikan para pegawai selama bertahun-tahun,” ujar Eman Suherman, dikutip dari acara pelantikan PPPK Majalengka, dikutip dari TIMES Indonesia, 26 November 2025.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan panjang dari ribuan PPPK yang hadir.
Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Jalinsum Medan-Aceh, Besitang Terisolasi, Sinyal Hilang, Ribuan Warga Terjebak
Penantian Panjang Tenaga Honorer Akhirnya Terbayar
Bagi sebagian besar pegawai, pengangkatan PPPK ini bukan sekadar perubahan status.
Banyak dari mereka telah bekerja 10 hingga 20 tahun sebagai honorer, dengan gaji minim dan tanpa perlindungan yang memadai.
Momen sujud syukur massal itu menjadi simbol perjuangan yang akhirnya menemukan ujungnya.
Selama bertahun-tahun mereka hanya bisa menunggu, bertahan, dan berharap.
Kini, mereka memiliki kepastian status sebagai bagian dari ASN, meskipun dalam skema paruh waktu.
Salah satu guru honorer yang ikut dilantik bahkan mengaku tidak percaya dirinya akhirnya mendapat SK setelah menunggu sejak 2014.
Tidak sedikit tenaga teknis dan kesehatan yang juga menyebut pengangkatan ini sebagai momen “tak terlupakan.”
Harapan Baru Setelah Mendapat SK
Dengan diterimanya SK PPPK Paruh Waktu, para pegawai kini memiliki sejumlah hak yang lebih jelas dibanding saat mereka berstatus honorer.
Baca Juga: Siswi SD di Karawang Patah Tangan Usai Menolak Pinjamkan Kipas, Orangtua Minta Pelaku Dihukum
Mereka berhak menerima penghasilan tetap, perlindungan kerja sesuai aturan ASN, serta penilaian kinerja yang terukur.
Namun, meskipun status ini memberi angin segar, tantangan tetap ada. PPPK Paruh Waktu memiliki masa kontrak yang diperbarui tiap tahun.
Sehingga kinerja tetap menjadi kunci utama agar status mereka bisa dipertahankan.
Meski demikian, bagi ribuan pegawai di Majalengka, SK ini adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih pasti.
Baca Juga: Dua Eks Dirjen Pajak Dipanggil Kejagung Barengan, Negara Kaget Ada Apa dengan Pajak Kita?
Momentum Penting Menjelang Penghapusan Honorer 2026
Pelantikan massal PPPK Paruh Waktu ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menuntaskan kebijakan nasional menjelang penghapusan tenaga honorer pada 2026.
Ribuan tenaga yang sebelumnya bekerja tanpa kepastian kini telah mendapat legalitas sebagai ASN.
Kesuksesan Majalengka mengangkat ribuan PPPK sekaligus dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang masih menghadapi antrean panjang honorer yang menunggu kejelasan status.
Baca Juga: Skandal MBG Mengguncang! 28 Yayasan Diduga Dekat Parpol, ICW Ungkap Temuan Mengejutkan
Ribuan PPPK berharap SK ini menjadi awal yang baik untuk pengabdian yang lebih terarah dan sistem kerja yang lebih manusiawi.
Pemerintah daerah pun berharap PPPK Paruh Waktu yang baru dilantik bisa memberikan layanan publik lebih optimal di sektor pendidikan, kesehatan, dan administrasi daerah.
Di tengah suasana haru yang masih terasa hangat, para PPPK menyebut pelantikan ini bukan titik akhir, tetapi awal dari babak baru pengabdian mereka.***




