POJOKSATU.ID — Rencana besar penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menjadi perhatian publik.
Pasalnya, rekrutmen tahun depan dibuka jauh lebih luas dibanding tahun sebelumnya.
Tidak hanya untuk lulusan sekolah kedinasan seperti STAN, tetapi juga untuk lulusan non-STAN hingga lulusan SMA.
Informasi yang beredar di berbagai media kredibel, mempertegas bahwa total kebutuhan CPNS 2026 Kemenkeu mencapai 19.500 formasi.
19.500 Formasi Disiapkan Kemenkeu pada CPNS 2026
Dalam pemberitaan salah satu media, Menkeu Purbaya menyebut bahwa Kemenkeu membutuhkan 19.500 formasi baru untuk rekrutmen CPNS 2026. Angka ini bukan tanpa alasan.
Mengacu laporan media, Kemenkeu memproyeksikan meningkatnya jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun hingga tahun 2029.
Terutama dari unit operasional dan teknis. Hal ini menjadi dasar kuat bagi kementerian untuk melakukan perekrutan besar-besaran.
Formasi dalam jumlah besar ini juga bertujuan menjaga keberlanjutan pelayanan publik Kemenkeu.
Khususnya unit Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang membutuhkan tenaga lapangan dalam jumlah signifikan.
Rekrutmen Tidak Hanya Lulusan STAN, tetapi Non-STAN, SMA
CPNS 2026 akan dibuka melalui sistem hybrid, yakni kombinasi jalur sekolah kedinasan (STAN), pelamar umum (non-STAN), hingga lulusan SMA.
Ini formasi yang disiapkan:
- 300 formasi disiapkan khusus untuk lulusan SMA
- Formasi ini terutama untuk tenaga lapangan/operasional di Bea dan Cukai
- Jalur STAN tetap menjadi prioritas utama
Namun jalur non-STAN juga diperluas untuk memenuhi kebutuhan berbagai unit teknis Kemenkeu.
Rekrutmen CPNS 2026 memang mencakup lulusan SMA, meski secara porsi tetap lebih kecil dibanding lulusan diploma dan sarjana.
Jurusan yang Paling Dibutuhkan, Teknik Menjadi Prioritas
Dalam laporan salah stau media, jurusan teknik menjadi salah satu prioritas utama rekrutmen CPNS 2026 Kemenkeu. Alasannya:
- Banyak tugas lapangan di Bea dan Cukai membutuhkan keterampilan teknis,
Baca Juga: Ramai Isu Penyerahan Buku Rekening Gaji PPPK, Ini Faktanya di Kemenag Sumenep!
- Kebutuhan pengawasan lapangan meningkat seiring intensitas lalu lintas barang serta penguatan sistem pengamanan perbatasan,
- Lulusan teknik dinilai memiliki kemampuan analitis, operasional, dan fisik yang sesuai untuk operasi lapangan.
Selain teknik, Kemenkeu juga disebut membuka peluang untuk jurusan ekonomi, hukum, akuntansi, administrasi publik, dan teknologi informasi.
Untuk memenuhi tugas di Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Perbendaharaan, hingga Badan Kebijakan Fiskal.
Mengapa CPNS 2026 Dibuka Lebih Luas? Ini Dasar Kebutuhannya
Alasan utama dibukanya CPNS 2026 secara besar-besaran adalah:
1. Proyeksi pensiun pegawai hingga 2029 yang mencapai puluhan ribu orang.
2. Beban kerja Kemenkeu meningkat, terutama terkait pengawasan devisa, layanan perpajakan, hingga pengelolaan sistem fiskal.
3. Transisi digital layanan publik, yang membutuhkan tenaga muda dengan literasi teknologi yang kuat.
Baca Juga: Sinergi Pertamina dan BKKBN Hadirkan Dukungan Pengasuhan Anak di Sekitar Area Operasi Jawa Barat
4. Pemerataan pegawai di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan dan kepabeanan.
Rekrutmen CPNS 2026 Kemenkeu menjadi salah satu peluang besar bagi lulusan STAN, non-STAN, dan bahkan lulusan SMA.
Dengan kebutuhan mencapai 19.500 formasi, kementerian membuka jalur hybrid yang memberi kesempatan lebih luas bagi pelamar umum.
Meski begitu, lulusan STAN tetap menjadi prioritas, sementara lulusan SMA difokuskan pada tenaga lapangan Bea dan Cukai.
Baca Juga: Prabowo Sebut Sawit Bisa Jadi BBM, Publik Khawatir: Solusi atau Janji Lama yang Diulang?
Pembukaan besar ini juga merupakan respons terhadap proyeksi pensiun pegawai Kemenkeu sampai 2029, sehingga perlu penambahan SDM baru yang kompeten***




