POJOKSATU.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi melantik 13.224 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Non-Optimalisasi pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Jakarta.

Acara pelantikan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag Thamrin, dihadiri Wakil Menteri Agama, Kepala BKN, serta pejabat eselon I dan II Kemenag.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menekankan bahwa seleksi PPPK harus dilakukan secara hati-hati.

Baca Juga: 20 Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Nilai UTBK SNBT, Peluang Emas untuk Lulusan SMA 2026

Tujuanya, agar diperoleh pegawai yang berintegritas, kompeten, dan berdedikasi tinggi.

Langkah ini merupakan bagian dari grand design ASN Kemenag yang smart dan moderat, mendukung transformasi kelembagaan serta pelayanan publik di lingkungan Kemenag.

Tahun 2024, total formasi PPPK Kemenag mencapai 89.781, dengan 18.445 dialokasikan untuk tahap II dan 71.336 telah digunakan pada tahap pertama.

Baca Juga: Tidak Ditentukan Oleh Tanggal Terbitnya SKTP! Ini Dua Hal yang Jadi Penentu Cepat Lambatnya Pencairan TPG Triwulan 3!

Dari total kelulusan tahap II non-optimalisasi, sebanyak 13.224 pegawai diterbitkan keputusan resmi, terdiri dari 4.180 perempuan dan 9.044 laki-laki.

Pegawai termuda berada pada rentang usia 20 tahunan, sedangkan tertua 60 tahun berasal dari IAIN Ambon.

Berdasarkan jenis formasi, terdapat 137 tenaga kesehatan dan 13.087 tenaga teknis lainnya, dengan proses penetapan NIP3K paruh waktu bagi 7.118 pegawai masih berlangsung.

Baca Juga: Pemerintah Turki Umumkan Beasiswa Penuh S1, S2, dan S3 untuk WNI Mulai Januari 2026 Tanpa Kewajiban Pulang ke Indonesia Setelah Lulus

Sekjen Kemenag melaporkan tambahan 96 profesor baru, sehingga jumlah profesor di lingkungan Kemenag menjadi 1.473 orang, didominasi 80,8 persen laki-laki.

Kamaruddin mendorong peningkatan jumlah profesor perempuan agar lebih berimbang, sejalan dengan semangat kurikulum cinta yang digagas Menteri Agama.

Selain itu, kreativitas pegawai PPPK terlihat dari video yang trending di media sosial pada 9–10 Oktober, diharapkan menjadi budaya kerja ASN Kemenag.***