POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Selain pengumuman hasil seleksi PPPK Guru 2023 di Mandailing Natal (Madina) untuk SD yang menuai protes, pelaksanaan ujian PPPK Guru SMA sederajat di Sumut juga diprotes.

Salah seorang peserta ujian PPPK Guru SMA sederajat yang berasal dari Madina mengajukan keberatan atas sistem yang dijalankan dalam seleksi PPPK SMA sederajat oleh Pemprov Sumut.

Rizal, salah satu guru honorer di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Madina, Sumut, menyebutkan, ujian PPPK guru untuk SMA/SMK dilaksanakan Pemprov Sumut pada 20 November hingga 26 November di dua lokasi di Sumut.

Para guru honorer di Sumut ini melaksanakan ujian di UPMI Medan dan di salah satu BKD di Kepulauan Nias.

Baca Juga: Pemerintah Buka Seleksi CASN dan PPPK Secara Terbuka, Prioritaskan Talenta Digital

“Untuk ujian matematika di UPMI pada 22 November 2023,” ujar Rizal salah satu guru matematika ini.

Usai melaksanakan ujian di Medan, Rizal beserta ratusan peserta ujian lainnya pulang ke kampung halaman masing-masing, termasuk Rizal pulang ke Mandailing Natal.

Awal mula kecurigaan Rizal bahwa seleksi PPPK guru SMA/SMK ini tidak akan berjalan fair dari penundaan hasil pengumuman seleksi.

“Seharusnya jadwal pengumuman kelulusan 15 Desember 2023 dan ternyata diundur seminggu kemudian menjadi 22 Desember melalui website di BKN RI,” katanya.

Baca Juga: Ledakan Hebat di Smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel Sebabkan Pekerja Tewas

Sama halnya dengan peserta ujian guru SD dan SMP sederajat, guru SMA/SMK juga diberikan sertifikat dari BKN atas hasil yang mereka peroleh dari ujian CAT.

“Setelah melihat hasil ujian yang dilaksanakan di website BKN, saya heran melihat beberapa teman mendapatkan penambahan nilai yang sangat banyak,” jelasnya kepada Pojoksatu.id, Minggu (24/12).

Penambahan nilai atau afirmasi ini terjadi pada guru-guru yang memiliki sertifikat pendidik atau serdik.

“Saya sebagai peserta ujian mempertanyakan afirmasi bagi yang mempunyai sertifikat pendidik. Adanya penambahan nilai bagi mereka setelah melaksanakan ujian. Dimana hal ini diketahui setelah pengumuman kelulusan pada tanggal 22 Desember 2023,” jelasnya.

Baca Juga: Smelter Nikel Milik PT ITSS di Kawasan Industri Morowali Meledak, 12 Orang Tewas, 5 Tenaga Kerja Asing

Rizal mengetahui ada penambahan nilai bagi guru serdik ini dari perbandingan nilai di website BKN dengan nilai yang tertera di sertifikat hasil ujian yang dikeluarkan BKN pada 22 Desember usai ujian di Medan.

“Terjadi perubahan nilai bagi yang memiliki serdik. Terjadi penambahan nilai puluhan poin sehingga mereka dinyatakan lulus,” jelasnya.

“Kalau terjadi penambahan nilai, kenapa afirmasi hanya bagi guru yang punya serdik. Sementara guru-guru honorer yang sudah lama mengajar berdasarkan SK pertama, tidak mendapatkan afirmasi,” kritiknya.

Sebagai guru yang sudah 17 tahun mengajar, dia pun mempertanyakan afirmasi bagi guru serdik ini. Dan kenapa afirmasi ini tidak ikut diberlakukan bagi guru sepertinya yang sudah lama mengabdi.

Baca Juga: Analisis Mendalam Hilirisasi Digital Menurut Gibran Rakabuming Raka dalam Debat Cawapres Pilpres 2024

“SK pertama saya atau SK mengajar pertama yang dikeluarkan Pemkab Madina pada tahun 2006 yang mana pada saat itu kami masih dalam naungan pemkab/pemkot,” jelasnya.

“Dan pada tahun 2017, kewenangan beralih ke Provinsi Sumut. SK guru honorer SMA saya otomatis dari kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut,” jelasnya.

“Sebagai guru yang mengabdi sudah lama, kenapa pemerintah tidak mempertimbangkan pengabdian dalam pemberian afirmasi ini,” tegasnya.

Sebagai guru Matematika yang mengajar sudah lama, dia juga mempertanyakan pemberitahuan oleh Panselnas CASN 2023 atau BKN mengenai afirmasi bagi guru serdik ini.

Dimana pemberitahuan soal afirmasi bagi guru serdik ini dilakukan di tengah jalan atau sesudah mereka sempat berada di Medan dan mengikuti ujian.

“Sejak awal tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi terkait afirmasi bagi guru serdik ini. Tentu kalau jelas dari awal ada afirmasi bagi guru serdik, maka saya akan berpikir seribu kali ikut ujian ke Medan. Ini hanya akan menghabiskan uangku saja,” katanya.

Rizal menambahkan, formasi guru matematika yang diterima Pemprov Sumut sebanyak 121 orang, termasuk THK2, pada penerimaan PPPK guru tahun 2023 ini.***