POJOKSATU.id - Pelajar Jawa Timur sukses mempertahankan gelar juara umum dalam Olimpiade Penelitian Siswa Nasional (OPSI) 2025.
Olimpiade tersebut digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, memberikan apresiasi atas perjuangan kontingen Jatim dalam ajang penelitian tingkat nasional ini.
Baca Juga: Indonesia Miliki Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri Pertama, SETIAKIN Resmi Dibuka
“Prestasi ini menunjukkan kualitas riset siswa Jatim yang terus meningkat serta hasil dari pembinaan berkelanjutan di sekolah,” katanya pada Rabu (19/11/2025).
Jatim berhasil menyapu perolehan medali di seluruh jenjang SMP dan SMA dari tiga kategori cabang keilmuan yang dilombakan, dengan total 21 medali: 6 emas, 9 perak, 5 perunggu, dan 1 penghargaan khusus budaya lokal.
Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan 4 emas dan 6 perunggu, sementara Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Baca Juga: Guru Mulai Kehilangan Kesabaran! SKTP 27–28 Belum Cair, Ajakan Bikin Grup Aksi Viral di Facebook
Keberhasilan ini tak lepas dari eksistensi ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang masif di sekolah, memungkinkan siswa melahirkan inovasi dan penelitian tiap tahunnya.
Selain itu, sinergi antara murid, guru, pendamping, sekolah, dan orang tua turut melecut semangat kontingen Jatim.
“Tentu kita mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak, baik perolehan medali dari siswa SMP maupun SMA. Kita bersyukur dapat mempertahankan gelar juara umum ini.
Baca Juga: BKPM Bongkar Aksi Premanisme dan Ormas yang Bikin Investor Tekor di Indonesia
Mudah-mudahan prestasi ini terus menjadi pemecut semangat para siswa untuk menyuburkan penelitian yang bisa memberikan solusi bagi masyarakat luas,” tambah Aries Agung.
Capaian ini merupakan yang kedua kalinya bagi Jatim. Tahun 2024 lalu, Jatim juga merebut juara umum dengan total 23 medali: 5 emas, 7 perak, dan 12 perunggu.
“Mempertahankan gelar juara umum ini tidak mudah, karena kompetitor juga menyiapkan kompetensi terbaiknya. Tapi alhamdulillah, persiapan kontingen kita lebih matang,” ucapnya.
Baca Juga: Mahasiswa UNEJ Raih Juara 1 NRC dengan Inovasi DETECT untuk Petani Tembakau
Dengan pencapaian ini, pihak Dindik Jatim optimistis kompetensi siswa di bidang penelitian terus tumbuh.
Sekolah pun mendorong kajian ilmiah dan pendampingan agar temuan siswa bermanfaat, tidak hanya untuk ilmu pengetahuan tetapi juga bagi masyarakat luas.
“OPSI menjadi wadah bagi siswa meningkatkan tanggung jawab, berpikir kritis, kemampuan analisis, kerja sama kelompok, rasa percaya diri, dan kepedulian sosial.
Baca Juga: Mahasiswa ITS Raih Juara II Desain Halte Transjakarta Berbasis Budaya Betawi
Ajang ini sangat kompetitif bagi siswa,” ujar Aries Agung.
Dindik Jatim berharap pelajar terus terpacu mengembangkan diri dan potensinya, serta rajin menggali pertanyaan untuk menemukan solusi dari berbagai masalah.
“Kalau selalu ingin tahu, penuh pertanyaan, siswa terbiasa berpikir kritis dan analitis, yang pada akhirnya melahirkan inovasi dan penelitian,” pungkasnya.
Cabang keilmuan yang dilombakan meliputi ilmu pengetahuan alam dan lingkungan, ilmu pengetahuan sosial, kemanusiaan dan budaya, serta ilmu pengetahuan teknik dan rekayasa.
Rincian medali emas jenjang SMP diraih SMPN 1 Sedati (IPA), MTsN 1 Kota Malang (IPS/Kemanusiaan/Budaya), dan SMP Al Falah Darussalam, SMPN 1 Surabaya, SMKN 1 Tapen, MAN 2 Kota Malang (Teknik dan Rekayasa).
Baca Juga: AKBP Basuki Diamankan Propam Imbas Tewasnya Dosen Dwinanda Levi, Mahasiswa Untag Diminta Sabar
Medali perak dan perunggu tersebar di berbagai sekolah dengan kategori sesuai cabang keilmuan, sementara penghargaan khusus budaya lokal diberikan kepada MTsN 1 Blitar.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan penelitian siswa Jatim terus berkembang, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus berinovasi demi manfaat bagi bangsa dan masyarakat. ***




