POJOKSATU.id - Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. 

Delegasi Indonesia berhasil meraih 12 medali dalam International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 yang berlangsung di Turin, Italia, pada 20-27 Agustus 2026 lalu.

Capaian tersebut terdiri dari satu medali emas, empat medali perak dan tujuh medali perunggu. 

Selain itu, delegasi Indonesia juga membawa pulang tiga penghargaan Young Reporters Initiative (YoRI).

Tim Indonesia yang berlaga di kompetisi ilmu kebumian tersebut terdiri dari empat pelajar, yakni tiga murid laki-laki dan satu murid perempuan.

Baca Juga: Orang Tua Makin Kritis Pilih Susu Anak, Transparansi Produksi Jadi Pertimbangan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) turut menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian para delegasi Indonesia.

"Tim Indonesia berhasil meraih satu medali emas, empat medali perak, tujuh medali perunggu dan tiga penghargaan Young Reporters Initiative (YoRI) pada ajang International Earth Science Olympiad (IESO) yang diselenggarakan pada 20-27 Agustus 2026 di Turin, Italia," tulis Puspresnas melalui akun Instagram @puspresnas, Selasa, 1 September 2026.

Selama mengikuti kompetisi, para pelajar Indonesia mendapat pendampingan dari Dr. Ichsan Ibrahim, S.Si., M.Si. dari STMIK Indonesia Mandiri dan Rahmawati Rahayu, S.Si., M.T. dari Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia.

Para pelajar tersebut merupakan hasil pembinaan dan seleksi yang dilakukan Puspresnas Kemendikdasmen.

Baca Juga: Perubahan Mekanisme Penyaluran TPG 2026 menjadi Bulanan Tapi Tidak Semua Cair Setiap Bulan?

Dalam IESO 2026, Tim Indonesia harus bersaing dengan 160 peserta yang berasal dari 40 negara.

Daftar Pelajar Indonesia dan Medali IESO 2026

1. Marvell Collin Celeste

Marvell Collin Celeste merupakan pelajar SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat.

Ia berhasil meraih:

  • Individual Test: Medali Perunggu

  • International Team Field Investigation (ITFI): Medali Emas

  • Earth System Project (ESP): Medali Perunggu

  • Young Reporters Initiative: Third Prize

Baca Juga: Soroti Anggaran PKBM Rp 22,5 Miliar, DPRD Jember Sebut Target 90 Ribu Sasaran Tak Masuk Akal

2. Louis Victor Iswaranimpunga Paris

Pelajar SMAK Katolik St. Albertus Malang, Jawa Timur ini berhasil meraih:

  • Individual Test: Medali Perak

  • International Team Field Investigation (ITFI): Medali Perunggu

  • Earth System Project (ESP): Medali Perak

  • Young Reporters Initiative: First Prize

Baca Juga: Magang Nasional 2026 Batch 2 Angkatan 2 Dibuka, Perpusnas Buka 127 Posisi, Cek Syarat dan Cara Daftar

3. Salma Rofidatul Hasanah

Salma merupakan pelajar MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur.

Ia meraih:

  • Individual Test: Medali Perunggu

  • International Team Field Investigation (ITFI): Medali Perunggu

  • Earth System Project (ESP): Medali Perak

  • Young Reporters Initiative: Second Prize

Baca Juga: Darurat Bencana Masih Terjadi! Presiden Prabowo Intruksikan Penanganan Khusus Pasca-Gempa dan Erupsi

4. Muhammad Ihsan

Muhammad Ihsan merupakan pelajar MAN Insan Cendekia Serpong, Banten.

Ia berhasil meraih:

  • Individual Test: Medali Perunggu

  • International Team Field Investigation (ITFI): Medali Perak

  • Earth System Project (ESP): Medali Perunggu

Baca Juga: Kuota Tambahan Haji 10.000 Pernah Tak Dipakai 2022, Muhadji Effendy Beberkan Alasannya

Cerita Pelajar Indonesia Selama Kompetisi

Perjalanan Tim Indonesia selama mengikuti IESO 2026 berlangsung selama delapan hari. 

Marvell Collin Celeste mengatakan seluruh proses perjuangan tim berjalan dengan lancar hingga kompetisi selesai.

Muhammad Ihsan juga tak dapat menyembunyikan rasa senangnya setelah berhasil membawa pulang prestasi dari kompetisi ilmu kebumian tersebut.

"Dan bersyukur banget bisa mengikuti IESO dan juga dapat prestasi sebagai medalis di IESO ini," ujar Muhammad Ihsan.

Sementara itu, Salma Rofidatul Hasanah menceritakan padatnya rangkaian kegiatan yang harus dijalani para peserta.

Baca Juga: Swasta dan Danantara Siap Gaspol, Target Investasi 7 Persen Jadi Target Pemerintah

Setelah upacara pembukaan IESO, peserta langsung turun ke lapangan untuk mencari data yang dibutuhkan dalam kompetisi kategori Earth System Project.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan International Team Field Investigation (ITFI). Para peserta harus mengolah data, membuat poster dan presentasi.

Setelah itu, peserta menjalani tes tertulis, presentasi ESP, tes praktik serta presentasi ITFI.

"Ke lapangan lagi buat yang ITFI (International Team Field Investigation) habis itu kita langsung memproses data, membuat poster sama PPT.  Baru besoknya lagi itu tes tulis terus malamnya presentasi yang ESP, tes praktik, sama presentasi yang ITFI," tutur Salma.

Louis Victor Iswaranimpunga Paris menilai pelaksanaan IESO 2026 memiliki keunikan tersendiri dibandingkan cerita pelaksanaan kompetisi pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dapat Suntikan Dana Rp223 Miliar, Gus Fawait Rancang Terobosan Cerdas Dongkrak IPM Jember

Menurut Louis, sejumlah ciri khas Italia selama perhelatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi para peserta.

Indonesia Juga Berprestasi di Young Reporters Initiative

Selain meraih 12 medali dari berbagai kategori kompetisi, delegasi Indonesia juga mencatatkan prestasi dalam Young Reporters Initiative (YoRI).

Ichsan Ibrahim menjelaskan bahwa Indonesia berhasil meraih First Prize dan Third Prize dalam kategori penulisan karya ilmiah yang diikuti para peserta IESO.

Indonesia juga memperoleh penghargaan dalam kategori geo reels video yang mengangkat tema geologi atau ilmu kebumian.

"Kita tahun ini dapat First Prize, jadi ada tingkat satu dan tiga untuk penulisan karya ilmiah. Jadi yang ikut seluruh peserta, kita dapat peringkat satu dan tiga. Untuk geo reels video, video tentang geologi atau kebumian, kita dapat peringkat dua," jelas Ichsan Ibrahim.

Baca Juga: DPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, Pendapatan Turun hingga Rencana Utang Rp3,4 Triliun Jadi Sorotan

Prestasi tersebut semakin menambah catatan gemilang pelajar Indonesia di kompetisi ilmu kebumian tingkat internasional.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti hasil pembinaan dan seleksi talenta muda bidang sains yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Puspresnas dan Kemendikdasmen. ***