POJOKSATU.id — Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ternyata memiliki manfaat jangka panjang yang signifikan bagi perkembangan anak, termasuk dalam menekan perilaku berisiko saat remaja.

Hal ini terungkap dalam riset terbaru Universitas Tokyo yang menganalisis dampak reformasi pendidikan prasekolah di Jepang.

Jepang sendiri menjadi salah satu negara yang sukses menjalankan kebijakan PAUD, yang sejak tahun 1960-an telah mengalami reformasi besar-besaran.

Antara 1964 dan 1970, pemerintah Jepang mendorong peningkatan akses pendidikan prasekolah, menggratiskan PAUD untuk anak usia 3–5 tahun, dan memperluas program bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Reformasi ini juga mengintegrasikan berbagai lembaga PAUD untuk menjawab kebutuhan keluarga, khususnya bagi orang tua yang bekerja.

Baca Juga: RS USU Buka Lowongan 111 Tenaga Kependidikan Tidak Tetap Tahun 2025, Cek Syarat dan Dokumen yang Wajib Disiapkan serta Formasi

Penelitian yang dipublikasikan pada Mei 2025 di Journal of Public Economics ini dilakukan oleh Michihito Ando, Hiroaki Mori, dan Shintaro Yamaguchi.

Mereka mengumpulkan data dari 46 prefektur di Jepang (kecuali Okinawa) dan menganalisis indikator seperti tingkat penangkapan remaja, kehamilan remaja, serta variabel tambahan seperti tingkat pendaftaran sekolah menengah dan perguruan tinggi, penggunaan penitipan anak, dan tingkat pekerjaan perempuan.

Turunkan Kejahatan dan Kehamilan Remaja

Hasil riset menunjukkan penurunan perilaku berisiko yang signifikan di kalangan remaja.

Reformasi prasekolah berhasil menurunkan tingkat kejahatan kekerasan remaja sebesar 34% dan kehamilan remaja sebesar 17% dibandingkan rata-rata sebelum reformasi.

Dampak ini dinilai menonjol mengingat Jepang sejak awal sudah memiliki angka yang rendah dalam kedua indikator tersebut dibandingkan negara maju lainnya.

Baca Juga: ADAKSI Gelar Rakernas Perdana 2025 di Malang, Tegas Perjuangkan Hak Dosen ASN

Peneliti menilai penurunan perilaku berisiko ini bukan karena peningkatan kesibukan sekolah di jenjang berikutnya.

Data menunjukkan reformasi prasekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap angka pendaftaran SMA atau perguruan tinggi.

Sebaliknya, manfaat tersebut diyakini berasal dari perkembangan keterampilan nonkognitif anak sejak usia dini.

Keterampilan Nonkognitif Jadi Kunci

Keterampilan nonkognitif yang dimaksud meliputi kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, mengendalikan diri, serta bekerja sama dalam kelompok.

Penelitian sebelumnya di Jepang juga menunjukkan bahwa anak-anak yang mengikuti program PAUD memiliki perkembangan keterampilan sosial dan pengendalian emosi yang lebih baik.

Menurut para peneliti, pembentukan keterampilan nonkognitif inilah yang membantu remaja menghindari perilaku berisiko.

Hal ini menegaskan bahwa manfaat PAUD bukan hanya dirasakan saat anak memasuki sekolah dasar, tetapi juga berdampak positif hingga masa remaja.

Baca Juga: Mau Jadi Pramuka Hebat dan Tangguh? Kuasai 7 Keterampilan Ini!

Riset ini memberikan pesan penting bahwa kebijakan perluasan akses PAUD yang merata dapat menjadi investasi sosial jangka panjang.

Tidak hanya meningkatkan kesiapan belajar anak, tetapi juga membentuk generasi muda yang lebih disiplin, berempati, dan mampu mengambil keputusan yang bijak.***