POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta belakangan ini ternyata merupakan hasil dari strategi penanganan iklim terpadu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BPBD dan BMKG mengonfirmasi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC di langit Jakarta.
Langkah rekayasa cuaca ini digulirkan secara intensif sejak pertengahan bulan September.
Tujuan utama dari penyemaian awan ini adalah untuk memicu turunnya hujan guna menekan ancaman kekeringan akibat musim kemarau.
Baca Juga: Logo HUT ke-81 TNI 2026, Backdrop dan Tema, Ini Link Unduh Resmi untuk Digunakan Masyarakat
Selain mengatasi kekeringan, hujan buatan ini ditargetkan untuk mengguyur dan membersihkan polutan udara di Jabodetabek.
Tingginya indeks pencemaran udara dalam beberapa pekan terakhir menjadi alasan mendesak dilakukannya intervensi teknologi ini.
Tim gabungan menerbangkan armada pesawat khusus untuk menaburkan bahan semai garam pada awan-awan konvektif potensial.
Hasil dari operasi modifikasi cuaca ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat dengan turunnya hujan berintensitas sedang hingga deras.
Baca Juga: Penting Bagi Guru Sertifikasi, TPG September 2026 Diprediksi Cair Tanggal 24 Sampai 31 September!
Keberhasilan penyemaian awan ini membawa angin segar bagi warga Jakarta yang merindukan udara bersih dan sejuk.
Pemprov DKI mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi genangan air di beberapa titik rawan saat hujan turun.
Efektivitas teknologi modifikasi cuaca ini terbukti cukup ampuh dalam mengendalikan dampak buruk perubahan iklim ekstrem.
Pihak BMKG terus memantau pergerakan angin dan pertumbuhan awan secara real-time guna memaksimalkan hasil semaian.
Sinergi antarlembaga ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan cadangan air tanah serta menekan angka penyakit ISPA.
Masyarakat menyambut positif guyuran hujan hasil rekayasa ini demi terwujudnya kualitas udara Jakarta yang lebih sehat.***




