POJOKSATU.ID- Penalaran Umum (PU) merupakan salah satu komponen terpenting dalam Tes Potensi Skolastik (TPS) pada UTBK SNBT 2025.


Dengan bobot 30 soal dari total 150 soal keseluruhan, bagian ini menjadi penentu keberhasilan para calon mahasiswa dalam meraih kursi di Perguruan Tinggi Negeri idaman.


Penalaran Umum sendiri terbagi menjadi tiga sub-materi utama: Penalaran Induktif (10 soal), Penalaran Deduktif (10 soal), dan Penalaran Kuantitatif (10 soal).


Artikel ini akan membahas secara komprehensif strategi menangani soal-soal Penalaran Umum, disertai dengan contoh soal dan pembahasan yang akan membantu Anda memahami pola-pola soal yang sering muncul.


Dengan persiapan yang matang dan pemahaman mendalam terhadap tipe-tipe soal Penalaran Umum, peluang Anda untuk mendapatkan skor tinggi di TPS UTBK SNBT 2025 akan semakin besar.


Menghadapi TPS UTBK SNBT 2025 khususnya bagian Penalaran Umum memang membutuhkan persiapan yang matang dan strategi yang tepat.


Dengan memahami karakteristik masing-masing submateri (Penalaran Induktif, Deduktif, dan Kuantitatif), serta berlatih secara konsisten dengan contoh-contoh soal yang telah dibahas, Anda akan lebih percaya diri menghadapi ujian sesungguhnya.


Soal 1

Jika seorang mahasiswa mendapatkan IPK lebih dari 3,50 dan berhasil lolos seleksi mahasiwa berprestasi, ia akan memperoleh predikat cum laude dan beasiswa melanjutkan S2 di luar negeri. Teguh mendapatkan IPK 3,85 dan berhasil lolos seleksi mahasiswa berprestasi.

Simulasi yang tepat adalah…

A. Teguh tidak memperoleh predikat cumlaude dan beasiswa melanjutkan S2 ke luar negeri.

B. Teguh adalah mahasiswa terbaik di universitasnya

C. Teguh akan memperoleh predikat cumlaude dan melanjutkan beasiswa S2 ke luar negeri

D. IPK Teguh yang tinggi menjadikan dia sebagai mahasiswa berprestasi

e. Teguh dinyatakan sebagai mahasiswa cumlaude, tetapi tidak melanjutkan S2 ke luar negeri.


Pembahasan:

Informasi dari soal:

- Syarat untuk mendapat predikat cum laude dan beasiswa S2: IPK > 3,50 DAN lolos seleksi mahasiswa berprestasi

- Fakta tentang Teguh: IPK 3,85 (memenuhi syarat IPK > 3,50) DAN lolos seleksi mahasiswa berprestasi


Kita bisa menggunakan logika:

- Premis: Jika A (IPK > 3,50 dan lolos seleksi) maka B (mendapat cum laude dan beasiswa S2)

- Fakta: Benar (Teguh memenuhi syarat kedua)

- Kesimpulan: B benar (Teguh akan mendapat cum laude dan beasiswa S2)


Karena Teguh memenuhi semua persyaratan yang disebutkan, maka ia akan memperoleh predikat cum laude dan beasiswa melanjutkan S2 ke luar negeri.


Jawaban: c


Soal 2

Jika pola makan teratur, berat badan seseorang bisa terkontrol. Jika makan tidak terlalu kenyang, program diet dapat berhasil. Saat berat badan seseorang tidak dapat dikontrol atau program diet tidak berhasil.

Simpulan yang paling tepat adalah..

A. Orang tersebut memiliki pola makan teratur, tetapi makan terlalu mengenyangkan

B. Orang-orang tersebut makannya tidak terlalu kenyang, tetapi pola makannya tidak teratur

C. Orang tersebut tidak memiliki pola makan teratur atau makan terlalu kenyang

D. Orang tersebut makan dengan pola tidak teratur atau makan tidak terlalu kenyang.

e. Orang tersebut makan terlalu kenyang sehingga pola makannya tidak teratur.


Pembahasan:

Kita bisa menuliskan premis ini dalam bentuk logika:

- P: Pola makan teratur

- Q: Berat badan terkontrol

- R : Makannya jangan terlalu kenyang

- S: Program diet berhasil


Premis yang diberikan:

1. P → Q (Jika pola makan teratur, maka berat badan terkontrol)

2. R → S (Jika makan tidak terlalu kenyang, maka program diet berhasil)

3. ~Q ∨ ~S (Berat badan tidak terkontrol ATAU program diet tidak berhasil)


Dari premis 1, kita tahu P → Q, yang setara dengan ~Q → ~P (kontraposisi)

Dari premis 2, kita tahu R → S, yang setara dengan ~S → ~R (kontraposisi)


Dengan premis 3 (~Q ∨ ~S), kita bisa menggunakan modus tollens:

- Jika ~Q, maka ~P (tidak memiliki pola makan teratur)

- Jika ~S, maka ~R (makan terlalu kenyang)


Sehingga: (~Q → ~P) ∧ (~S → ~R)

Kombinasi dengan premis 3: (~Q ∨ ~S) → (~P ∨ ~R)


Kesimpulannya: Orang-orang tersebut tidak memiliki pola makan teratur ATAU makan terlalu kenyang


Jawaban: c


Soal 3

Dani dipromosikan untuk mendapat posisi baru di perusahaan X sebagai Kepala Divisi Pemasaran atau Sekretaris Direksi. Ternyata Budi terpilih sebagai Sekretaris Direksi di perusahaan X sehingga posisi tersebut telah terisi.

Simpulan yang paling tepat adalah…

A. Dani tidak mendapatkan posisi baru di penjelajahan X

B. Budi tidak mendapatkan osisi baru di perusahaan X

C. Dani tiak cocok mendapatkan posisi sebagai Sekretaris Direksi di Perusahaan X

D. Budi tidak cocok mendapatkan posisi sebagai kepala Divisi Pemasaran di Perusahaan X

e. Dani mendapatkan posisi baru sebagai kepala Divisi Pemasaran di Perusahaan X


Pembahasan:

Informasi dari soal:

- Dani bisa mendapat salah satu dari dua posisi: Kepala Divisi Pemasaran ATAU Sekretaris Direksi

- Budi mendapat posisi Sekretaris Direksi (posisi ini sudah terisi)


Dengan menggunakan logika, jika Dani dipromosikan untuk mendapat salah satu dari dua, dan salah satu posisi (Posisi Sekretaris Direksi) sudah diisi oleh Budi, maka Dani hanya bisa mendapat posisi lainnya, yaitu Kepala Divisi Pemasaran.


Ini adalah aplikasi dari hukum disjungsi (P ∨ Q):

- Jika P adalah "Dani menjadi kepala Divisi Pemasaran"

- dan Q adalah "Dani menjadi Sekretaris Direksi"

- Kita tahu P ∨ Q benar (Dani mendapat salah satu posisi)

- Kita juga tahu ~Q (Dani tidak menjadi Sekretaris Direksi karena ini diisi oleh Budi)

- Maka P harus benar (Dani menjadi kepala Divisi Pemasaran)


Jawaban: e


Soal 4

Jika bahagia itu sederhana, hal-hal sepel akan mendatangkan kebahagiaan. Jika hal-hal sepele mendatangkan kebahagiaan, orang-orang tidak perlu susah payah untuk mencapainya. Banyak orang yang mendapatkan kebahagiaan dengan susah payah.

Simulasi yang tepat adalah…

A. Bahagia itu tidak sederhana

b. Bahagia itu sederhana

C. Bahagia itu membutuhkan perjuangan yang tidak sepele

D. Jika hal-hal sepele mendatangkan kebahagiaan, orang-orang selalu bahagia dalam hidupnya.

e. Jika bahagia itu sederhana, seseorang tidak perlu susah payah untuk mencapainya.


Pembahasan:

Mari kita sebut:

- P: Bahagia itu sederhana

- Q: Hal-hal sepele mendatangkan kebahagiaan

- R : Orang-orang tidak perlu susah payah untuk mendapatkan kebahagiaan

- ~R : Orang-orang perlu susah payah untuk mendapatkan kebahagiaan


Premis yang diberikan:

1. P → Q (Jika bahagia itu sederhana, maka hal-hal sepele mendatangkan kebahagiaan)

2. Q → R (Jika hal-hal sepele mendatangkan kebahagiaan, maka orang-orang tidak perlu susah payah)

3. ~R (Banyak orang mendapatkan kebahagiaan dengan susah payah)


Dari (1) dan (2), kita dapat menyimpulkan P → R (silogisme hipotetis)

Dari premis 3, kita tahu ~R (negasi dari R)


Menggunakan modus tollens pada P → R dan ~R:

Jika P → R dan ~R, maka ~P


Kesimpulannya: Bahagia itu tidak sederhana.


Jawaban: a


Soal 5

Seorang pelajar X harus bekerja tambahan setelah pulang kuliah. Pekerjaan tambahan tersebut menyebabkan waktu belajarnya berkurang. Meskipun X hanya bekerja pada waktu malam, perkuliahannya tetap terganggu karena waktu belajarnya berkurang.


Berdasarkan informasi di atas, maksudnya pernyataan di bawah ini yang BENAR?

A. *Bekerja pada malam hari karena perkuliahannya terganggu.

B. Pekerjaan tambahan menyebabkan perkuliahan X terganggu.

C. Jam kerja di malam hari menyebabkan X mencari pekerjaan tambahan.

D. * mencari pekerjaan tambahan ketika jam belajarnya berkurang.

e. Waktu belajar * Berkurang ketika perkuliahannya terganggu.


Pembahasan:

Dari informasi tersebut, kita dapat mengidentifikasi hubungan sebab-akibat:

1. *Bekerja tambahan setelah pulang kuliah (di malam hari)

2. Pekerjaan tambahan → waktu belajar berkurang

3. Waktu belajar berkurang → perkuliahan terganggu


Jadi, ada rantai sebab-akibat: Pekerjaan tambahan → waktu belajar berkurang → perkuliahan terganggu


Atau bisa lingkungan: Pekerjaan tambahan → perkuliahan terganggu


Dengan melihat pilihan jawaban, hanya opsi B yang mengungkapkan hubungan kausal ini dengan benar.


Jawaban: b


Soal 6

Sebagian besar siswa tidak mencapai nilai ujian tinggi jika mereka tidak belajar dengan tekun. Kondisi tersebut terjadi ketika siswa tidak berdisiplin dalam mengatur waktu.

Manakah simpulan berikut yang BENAR?

A. Sebagian siswa tidak mencapai nilai ujian tinggi apabila berdisiplin dalam mengatur waktu.

B. Sebagian siswa memperoleh nilai ujian tinggi apabila tidak berdisiplin dalam mengatur waktu.

C. Sebagian siswa tidak mencapai nilai ujian tinggi apabila tidak berdisiplin dalam mengatur waktu.

D. Siswa berdisiplin dalam mengatur waktu apabila sebagian siswa meraih nilai ujian tinggi.

e. Siswa tidak berdisiplin dalam mengatur waktu apabila sebagian siswa meraih nilai ujian tinggi.


Pembahasan:

Mari kita definisikan:

- P: Siswa belajar dengan tekun

- Q: Siswa meraih nilai ujian tinggi

- R : Siswa berdisiplin dalam mengatur waktu


Premis pertama: "Sebagian siswa tidak mencapai nilai ujian tinggi jika mereka tidak belajar dengan tekun"

Dapat ditulis: ~P → ~Q (untuk sebagian siswa)


Premis kedua : “Kondisi tersebut terjadi ketika siswa tidak berdisiplin dalam mengatur waktu”

Maksudnya adalah kondisi ~P (tidak belajar dengan tekun) terjadi ketika ~R (tidak berdisiplin)

Dapat ditulis: ~R → ~P


Dengan silogisme hipotetis, kita mendapatkan:

(~R → ~P) dan (~P → ~Q) maka (~R → ~Q)


Artinya: Jika siswa tidak berdisiplin dalam mengatur waktu, maka sebagian siswa tidak mencapai nilai ujian tinggi.


Jawaban: c


Soal 7

Buah bit dianggap sebagai buah yang banyak memberikan manfaat karena memiliki kalori yang rendah. Namun, buah bit memiliki kandungan oksalat yang tinggi.

Mengonsumsi buah bit terlalu banyak dapat memicu peningkatan sekresi oksalat yang berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal. Untuk itu, jika memiliki batu ginjal, sebaiknya kita tidak mengonsumsi buah bit secara berlebihan.

Berdasarkan informasi tersebut, maksudnya pernyataan berikut yang PASTI SALAH?

A. Buah sedikit banyak dikonsumsi karena memiliki kalori yang rendah.

B. Kandungan oksalat pada buah bit menyebabkan batu ginjal.

C. Konsumsi buah bit secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

D. Konsumsi buah sedikit tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan.

e. Meski dapat menyebabkan batu ginjal, buah bit tidak akan mengganggu pencernaan.


Pembahasan:

Informasi dari soal:

1. Buah bit memberikan manfaat (kalori rendah)

2. Buah bit mengandung oksalat tinggi

3. Konsumsi buah sedikit berlebih → peningkatan sekresi oksalat → berkontribusi pada pembentukan batu ginjal

4. Bagi yang memiliki batu ginjal, sebaiknya tidak mengonsumsi buah bit secara berlebihan


Kita diminta mencari pernyataan yang PASTI SALAH. Memeriksa setiap pilihan:


A. Buah sedikit banyak dikonsumsi karena memiliki kalori yang rendah - MUNGKIN BENAR, sesuai informasi (1)

B. Kandungan oksalat pada buah bit menyebabkan batu ginjal - MUNGKIN BENAR, sesuai informasi (3)

C. Konsumsi buah bit secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan - TIDAK ADA INFO, tidak bisa dipastikan benar/salah

D. Konsumsi buah bit tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan - PASTI SALAH, dibandingkan dengan informasi (3) yang menyatakan konsumsi berlebih dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal

e. Walaupun dapat menyebabkan batu ginjal, buah bit tidak akan mengganggu pencernaan - TIDAK ADA INFO tentang pencernaan


Jawaban: d


Soal 8

Kadar gula yang tinggi dalam darah meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Upaya untuk mencegah peningkatan kadar gula dalam darah dapat dicegah dengan diet karbohidrat. Risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dapat dikurangi jika jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dapat dikendalikan.

Berdasarkan informasi tersebut, maksudnya pernyataan berikut yang PASTI BENAR?

A. Menerapkan diet karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula dalam darah

B. Konsumsi karbohidrat dapat menurunkan kadar gula dalam darah.

C. Risiko penyakit kardiovaskular berkurang jika diet karbohidrat diterapkan.

D. Penerapan diet karbohidrat masih memiliki penyakit risiko kardiovaskular.

e. Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular terjadi karena penerapan diet karbohidrat.


Pembahasan:

Informasi dari soal:

1. Kadar gula tinggi → meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

2. Diet karbohidrat → mencegah peningkatan kadar gula darah

3. Konsumsi karbohidrat dikendalikan → risiko penyakit kardiovaskular berkurang


Dari (1) dan (2), kita tahu:

Diet karbohidrat → mencegah kadar gula tinggi → mencegah risiko penyakit kardiovaskular meningkat


Ini konsisten dengan informasi (3).


Memeriksa setiap pilihan jawaban:

A. Menerapkan diet karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula dalam darah - SALAH, dibandingkan dengan (2)

B. Konsumsi karbohidrat dapat menurunkan kadar gula dalam darah - SALAH, berbeda dengan pemahaman umum (karbohidrat justru meningkatkan gula darah)

C. Risiko penyakit kardiovaskular berkurang jika diet karbohidrat diterapkan - BENAR, sesuai dengan gabungan informasi (1), (2), dan (3)

D. Menerapkan diet karbohidrat masih memiliki penyakit risiko kardiovaskular - TIDAK BISA DIPASTIKAN dari informasi yang diberikan

e. Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular terjadi karena penerapan diet karbohidrat - SALAH, bertentangan dengan (2) dan (3)


Jawaban: c


Soal 9

Ketika sering belajar di perpustakaan, siswa X dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik. Namun, ketika X belajar di rumah, hasil belajarnya cenderung kurang optimal. Manakah pernyataan berikut yang PALING MUNGKIN menjelaskan perbedaan kedua kondisi tersebut?

A. Siswa X merasa lebih nyaman belajar di rumah daripada di perpustakaan.

B. Siswa X sering terganggu oleh gangguan di sekitar perpustakaan.

C. Siswa X dapat berinteraksi dengan teman sebaya ketika belajar di rumah.

D. Selain buku pelajaran, perpustakaan juga menyediakan novel legendaris.

e. Perpustakaan menyediakan lebih banyak buku pelajaran.


Pembahasan:

Kita perlu mencari penjelasan paling logis mengapa hasil belajar di perpustakaan lebih baik daripada di rumah.


Analisis pilihan jawaban:

A. Siswa X merasa lebih nyaman belajar di rumah daripada di perpustakaan - TIDAK LOGIS, jika lebih nyaman di rumah harusnya hasil belajar lebih baik di rumah

B. Siswa X sering terganggu oleh gangguan di sekitar perpustakaan - TIDAK LOGIS, gangguan seharusnya membuat hasil belajar lebih buruk di perpustakaan

C. Siswa X dapat berinteraksi dengan teman sebaya ketika belajar di rumah - TIDAK LOGIS, interaksi dengan teman di rumah justru bisa mengganggu konsentrasi

D. Selain buku pelajaran, perpustakaan juga menyediakan novel legendaris - TIDAK RELEVAN, novel legendaris tidak menjelaskan hasil belajar yang lebih baik

e. Perpustakaan menyediakan lebih banyak buku pelajaran - PALING LOGIS, ketersediaan sumber belajar yang lebih lengkap dapat meningkatkan kualitas belajar


Jawaban: e


Soal 10

Pakar energi A menyatakan, “Walaupun ramah lingkungan, mobil listrik masih membutuhkan energi batu bara.”

Pakar energi B menyatakan, “Penggunaan mobil listrik efektif mengurangi tingkat polusi di ibu kota.” Data menunjukkan penggunaan mobil listrik masih belum meningkat karena harganya yang mahal.

Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT mengenai data tersebut?

A. Memperkuat pernyataan pakar energi A.

B. Memperlemah pernyataan pakar energi A.

C. Memperkuat pernyataan pakar energi B

D. Memperlemah pernyataan pakar energi B.

e. Tidak relevan dengan pernyataan pakar energi A dan B.


Pembahasan:

Pernyataan Pakar A: Mobil listrik membutuhkan energi batu bara meskipun ramah lingkungan

Pernyataan pakar B: Mobil listrik efektif mengurangi tingkat polusi di ibu kota

Data tambahan: Penggunaan mobil listrik belum meningkat karena harganya mahal


Kita perlu menentukan apakah data harga mobil listrik yang mahal memperkuat/memperlemah pernyataan para pakar atau tidak relevan.


- Data tersebut tidak berhubungan dengan pernyataan pakar A tentang sumber energi mobil (batu bara)

- Data tersebut juga tidak berkaitan dengan pernyataan pakar B tentang efektivitas mobil listrik dalam mengurangi polusi


Data hanya menjelaskan alasan rendahnya penerapan mobil listrik (faktor harga), yang tidak mencakup kebenaran pernyataan kedua pakar tersebut.


Jawaban: e

 

Salah satu kunci keberhasilan dalam Penalaran Umum adalah kemampuan berpikir logis dan sistematis.


Berlatih secara rutin tidak hanya akan meningkatkan kemampuan Anda dalam menyelesaikan soal, tetapi juga membantu mengidentifikasi pola-pola soal dengan lebih cepat, sehingga menghemat waktu pengerjaan.


Semoga dengan persiapan yang matang, kamu berhasil mendapatkan skor terbaik dalam UTBK SNBT 2025 dan diterima di jurusan dan perguruan tinggi impian. ***